Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar ���boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
my dad was a physics teacher in a top school in jakarta, where almost 80% of its attendees go to top schools abroad.
He published books, worked multiple jobs.
But he had to cry in the kitchen bc at the time he didnt have the heart to tell me that he couldnt even afford my uni.
ill never forget how this bitch was never prosecuted bc he was unfit for trial n died of old age surrounded by his loved ones while activists died young due to shootings that HE ordered
aigoo melihat suami lembur sampai jam segini rasanya pingin marah ke yg bikin lembur. terutama tipe2 yg kerjaannya harus disapuin orang lain juga. bikin orang lain ga sehat 😤
obrolan malam dengan paksu setelah bocil tidur
👦: dulu waktu kamu habis lahiran, aku pikir kamu bakalan langsung nanyain anak kamu dimana
🧕: memangnya bukan?
👦: bukan
🧕: ???
👦: begitu kamu masuk kamar, kamu ngomong gini "mana makanan? aku laper🥺🥺"
😭😭😭😭🙏
Hari ini Bu Sumarsih dan teman2 masyarakat sipil datang membawa bunga2. Beribu terima kasih atas dukungan dan semangat dari tmn2. Sesungguhnya ancaman, teror, ini bukan hanya untuk saya, utk Tempo, tp kita masy sipil yang memperjuangkan kebebasan pers dan kebebasan bereskpresi.
bapaknya mau isi bensin ternyata dioplos, ibunya ke pasar tapi harga telor sekilo 30 ribu, kakak pertama di kampus lagi skripsian tapi akses database jurnalnya keputus, si adek di sekolah dapet makan siang gratis tapi ayamnya belom mateng. semua itu berawal dari politik.