#intinyadeh seorang karyawan Telkom Property jd pelaku pelecehan seksual di kereta.
Pas korban tidur, pelaku nutupin korban pake selimut, tangan korban ditarik, dipaksa pegang kelaminnya. Pelaku jg pegang payudara, alat kelamin, dan peluk korban.
Korban kabur ke toilet.
(1/3)
Teori saya ada kaitan dengan ini. Aneh banget ya, coba deh perhatikan gambar ini. Media sekelas Metro TV itu aja ngeshare jadwal piala dunia gak berani nyebut nama "Piala Dunia". Mereka malah nulis "Pesta Bola 2026". Padahal konteksnya jelas ngomongin event bola paling besar di dunia. Kenapa bisa gitu?
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif?
Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
#intinyadeh Sumatra mati listrik massal (blackout) sejak 22 Mei.
4 warga tewas keracunan gas monoksida dr genset.
2 pelajar di Kab. Tanah Datar (1 lainnya kritis), saat cas HP di masjid.
2 wanita pekerja di Kab. Batu Bara (2 lainnya kritis), di konter HP tempat kerja mereka.
Guys, barusan gue tonton Bocor Alus soal Letkol Teddy.
Video ini menguatkan dugaan yang selama ini beredar bahwa Teddy disebut sebagai salah satu pintu utama menuju ke presiden.
Berikut poin-poin penting yang Tempo beberkan..
- Menteri disebutkan melapor ke Teddy, tidak hanya ke Presiden
- Menteri dan pejabat yang dekat dengan Teddy disebutkan memiliki akses lebih mudah ke Presiden
- Tempo menyebut Teddy berada dalam grup komunikasi menteri dan wakil menteri untuk memantau kinerja mereka.
- Teddy disebutkan ikut mengawal program prioritas presiden dengan detail...
- Misalnya, untuk program perumahan, Teddy dikabarkan sampai mengecek penerima subsidi, pembiayaannya, hingga detail lapangan acara peresmiannya.
- Media sosial Teddy tidak hanya dipakai untuk melaporkan program presiden, tetapi juga untuk membranding dirinya sebagai tokoh yang teliti dan pekerja keras.
INFO PALING SENSITIF: Tempo menyebutkan ada cerita dari internal militer dan istana yang menduga bahwa Teddy sedang disiapkan menuju jenderal bintang satu.
Dan seperti yang kita tahu, karier militer Teddy sebelumnya juga sempat dipersoalkan sejumlah pihak.
Source Info: Bocor Alus Tempo
Source Gambar: Harian Jogja.
⛔️ | ALERTA DE CORREOS MASIVOS CON CÓDIGOS REALES DE MICROSOFT
Cibercriminales están abusando de la función de inicio de sesión "sin contraseña" en cuentas asociadas a Microsoft, de forma MASIVA.
Están inyectando bases de datos filtradas para verificar si tu correo (Gmail, iCloud, Yahoo, etc.) está registrado en Microsoft (enumeración de cuentas). Es decir, no se trata de un ataque dirigido, sino una fase de reconocimiento.
Los atacantes están perfilando usuarios de forma masiva para identificar blancos viables, desde ciudadanos hasta perfiles corporativos o gubernamentales. Es decir, si el correo se envía, ellos saben que SÍ está asociado a una cuenta de Microsoft.
Esto lo logran usando bases de datos filtradas con millones de correos electrónicos. Simplemente sistematizan el envío masivo. Después generan una base con correos que saben que sí tienen cuenta Microsoft y podrían llegar a utilizar contraseñas filtradas previamente para intentar comprometerlas.
El código es real, pero la solicitud es maliciosa. IGNORA el correo, cambia contraseñas y activa Autenticación de Dos Factores (2FA) en todos los servicios posibles.
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Bagi teman-teman yang mendapat surat cinta dari Komdigi, baik melalui platform Instagram, Facebook, X, maupun TikTok — silakan lapor ke kami di https://t.co/Qdstk6B6Xd, tepatnya di kategori akses internet.
Laporan teman-teman akan kami coba bantu tindak lanjuti dan menjadi bahan dokumentasi untuk advokasi kedepannya.
Teman2 yg pernah dapet surat cinta dari Komdigi, bisa lapor di sini ya untuk dibantu diadvokasi dan didata.
Penting juga untuk arsip, dokumentasi, dan dapet gambaran betapa implementasi penyensoran ini terjadi ke kita hari ini.
Mirip punya saya. Saya katakan lagi, ini mirip Ponzi.
Di awal dikasih payout cuma sebagai apresiasi karena sudah menggunakan X selama bertahun-tahun (lihat yang dibayar adalah aktivitas dari 2023-2026) dan sebagai intensif supaya berlangganan cenblu.
Akun di bawah 30k follower cuma jadi member kelas bawah untuk mendanai gaji member atas (follower di atas 30k).
Kita baru akan digaji setelah biaya langganan kita terkumpul lebih dari 50% dari nominal gaji. Artinya X memberikan uang dari uang langganan kita sendiri selama beberapa bulan sebelumnya atau dari member lain. Tipikal Ponzi.
Uang pemasukan dari iklan di X masih kecil, kita dibayar dari uang langganan member lain meski Grok mengklaim 70% dari iklan.
Kenapa kita disuruh bikin video? Karena iklan dalam bentuk video lebih banyak dan menghasilkan dibanding iklan web/twit yang disisipkan di kolom komentar.
Ingat, saat peralihan dari twitter ke X, app ini sempat kesulitan keuangan (tidak profit bahkan operasional minus) dan memecat hampir semua IT-nya.
Sekarang kita tahu X sudah bukan lagi tempat untuk bercuit atau sambat, melainkan jadi mesin penghasil uang bagi beberapa user.
Bagi perusahaan, mempertahankan app dengan pengguna yang cukup besar melalui cara instan adalah dengan memberi revenue sharing. Itu paling simpel. X ingin mengikuti jejak fb pro dan app lain, tapi tidak dengan transparasinya.
X memilih menyembunyikan perhitungan payout karena sistemnya sudah bermasalah.
Sembari Elon mewujudkan ambisi idealisnya menjadikan X sebagai Everything App, pengguna diberi harapan cuan supaya tetap bertahan hingga keinginannya itu terwujud.
Jalan cepat dan praktisnya ya menjadikannya The Big Ponzi App.
Bayangkan jika Thread memberi payout dengan transparasi mirip fb pro, saya yakin banyak user yang migrasi ke sana.
> jadi fadia arafiq
> mantan penyanyi dangdut
> jadi bupati pekalongan 2 periode
> nggak paham hukum, serahin urusan ke sekda, cuma ngurus seremonial
> kena ott kpk 24 miliar dari total proyek 46 miliar
maret 2026
> mobil listrik abis batre pas lagi pelarian
> diciduk kpk pas lagi antre ngecas di spklu semarang
> rompi oranye resmi dipake
the persona
> mantan penyayi dangdut yang jadi politisi
> bupati "incumbent" yang terpilih lagi
> klaim nggak ngerti birokrasi
> gaya kepemimpinan "serahkan pada ahlinya" (alias sekda)
the scam (pt raja nusantara berjaya)
> bikin perusahaan keluarga buat monopoli proyek
> pasang asisten rumah tangga (art) jadi direktur boneka
> menangin 17 proyek outsourcing di 21 dinas & rsud
> harga perkiraan (hps) dimanipulasi biar mereka selalu menang
the family business (aliran dana)
> fadia arafiq: jatah 5.5 miliar
> suami (anggota dpr ri): jatah 1.1 miliar
> anak (anggota dprd): jatah 4.6 miliar
> anak kedua: jatah 2.5 miliar
> sisa 3 miliar ditarik tunai buat "operasional"
the cruelty (sisi gelap)
> potong dana stunting 15% (padahal buat gizi anak)
> tukang parkir puskesmas wajib setor 35rb per hari
> kalo setoran kurang, tukang parkir dipaksa nombok pake duit pribadi
> wa group "belanja rsud" isinya foto gepokan duit setoran harian
the defense
> "saya kan cuma mantan pedangdut, nggak paham hukum"
> bilang semua urusan teknis itu kerjaan sekda
> merasa nggak bersalah karena cuma "menjalankan tugas"
> kpk ketawa karena dia udah 15 tahun di politik
status pemkab
> sekda & 12 pejabat sempet diangkut kpk
> kpk bongkar praktik jual beli jabatan (kepala puskesmas 100jt)
> banyak ASN yang mulai "nyanyi" soal tekanan dari atasan
ROT IN THE HELL
KPK ungkap adanya aliran dana Rp 19 miliar ke keluarga Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Uang tersebut diduga bersumber dari berbagai proyek yang dimenangkan perusahaan keluarga Fadia, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) di Pemkab Pekalongan.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebut PT RNB total kantongi Rp 46 miliar dari berbagai kontrak proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan sepanjang 2023-2026.
"Dari uang tersebut, yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing hanya sebesar Rp 22 miliar. Sisa di antaranya, dinikmati dan dibagikan ke keluarga dengan total mencapai Rp 19 miliar (sekitar 40%) dari total transaksi," kata Asep dalam jumpa pers, Rabu (4/3).
Berikut rinciannya:
- Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq: Rp 5,5 miliar
- Suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu: Rp 1,1 miliar
- Orang kepercayaan Fadia, Rul Bayatun: Rp 2,3 miliar
- Anak Fadia, Muhammad Sabiq Ashraff: Rp 4,6 miliar
- Anak Fadia, Mehnaz Na: Rp 2,5 miliar
- Ditarik tunai Rp 3 miliar
📸: Dok. kumparan/Jonathan, Pemkab Pekalongan, Instagram @/kab_pekalongan.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R169 | R335 | E164 | V161
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Banyak juga yaaaa
"Dari uang tersebut, yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing hanya sebesar Rp 22 miliar. Sisa diantaranya, dinikmati dan dibagikan kepada keluarga Bupati dengan total mencapai Rp 19 miliar atau sekitar 40 persen dari total transaksi," kata Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu.
@kompascom
"Dari uang tersebut, yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing hanya sebesar Rp 22 miliar. Sisa diantaranya, dinikmati dan dibagikan kepada keluarga Bupati dengan total mencapai Rp 19 miliar atau sekitar 40 persen dari total transaksi," kata Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu.
Baca di sini: https://t.co/bUvD4ctmda
~TR #BupatiPekalongan #FadiaArafiq
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan (OTT) di bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya Bupati," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (3/3).
Budi Prasetyo mengatakan Fadia Arafiq saat ini dalam proses dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan secara lebih lanjut.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan Fadia diamankan bersama sejumlah pihak lain, namun lembaga antirasuah itu belum merinci dugaan perkara maupun konstruksi kasus yang menjadi dasar OTT tersebut.
Berdasarkan LHKPN per 30 Maret 2026, Fadia melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp 85,62 miliar, terdiri dari 26 aset tanah dan bangunan senilai Rp 74,29 miliar, kendaraan Rp 1,18 miliar, harta bergerak lainnya Rp 3,02 miliar, kas dan setara kas Rp 10,33 miliar, serta utang Rp 3,2 miliar. Hingga kini belum ada keterangan dari Fadia, sementara KPK masih memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
📸: Dok. Antara.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan