Nyiram air keras ke muka yang mengakibatkan buta permanen kok dibilang kenakalan. Kenakalan tuh, nyolong sendal pas sholat Jum'at. Udah gila rezim ini 😡
Siklusnya.. Jalan2... pulang.. pidato.. tantrum.. jalan2 lagi.. pulang.. pidato.. tantrum.. jalan2 lagi.. negara bodo amat.. presiden aji mumpung jalan2 terooosssss.. yang bayarin bukan gue ini..
udah 1.5 tahun kek gitu
ini cak imin kok bisa dapt kursi di menteri yakk??
sementara anies kagak diajak?
Ini sih biadab & tdk bermoral. Bukannya mengutuk penyiraman air keras ke warga sipil, tapi justru menyayangkan cara menyiramnya yg tdk profesional. Kalian semua benar2 biadab! Dan kita mesti sadar bahwa kita sdg tinggal di negara sakit.
Pemerkosa 50 santriwati tidak ditahan dan dibiarkan pulang sampai bisa kabur. (walaupun akhirnya ditangkap)
Sidang air keras malah bahas cara pelaku yang kurang ahli.
Menyedihkan.
Saya tidak akan percaya lagi sama 2 kelompok tersebut.
Siapapun yg blg “kritik mulu emg udah kontribusi apa utk negara?” tanpa sadar baru saja mengungkap kebodohannya kepada yg diajak bicara.
Mendasar banget, padahal.
Beli tiket pesawat kena pajak. Nginap di hotel kena pajak. Jajan di indomaret kena pajak. Top up game kena pajak
Hampir segala aspek kehidupan lu kena pajak
Masih nanya kontribusi utk negara apa😭
⚠️ Nah, kan. Kejadian beneran kan. Kami bilang juga apa? Cuma asep sama residu doang aja efeknya udah amat sangat membahayakan, lha ini malah PUNTUNGNYA DITARUH DI OMPRENG!
ASU! Tandain kubangan lumpurnya; ESPEPEGE JATIROTO 1, WONOGIRI.
Dengan kegoblokannya mereka memperkerjakan perokok aktif. Bajingan!
Guru non ASN dilarang ngajar di sekolah negeri mulai 2027, sementara napi akan diberi kerjaan dapur MBG di Lapas dan digaji. Jujur janggal. Ini arahnya mau kemana?
Menurut keyakinan saya. sebentar lagi kita akan menjadi saksi 98 jilid 2. Tapi, mungkin akan lebih panjang dan penuh drama.
Kita akan dibenturkan dulu dengan ormas dan pekerja/pelaku di ekosistem MBG karena pemerintah sudah “menjinakkan” mereka semua. Andai menang, kita baru akan berhadapan dengan polisi dan militer.
Jika kita masih menang, kita baru bisa menghadapi RI1.
Tapi beliau sudah di Yordania.
Kenapa ngotot banget MBG DAN KOPDES?
Karena itu lumbung suara mereka 2029, tiap2 pemilik SPPG dan kepala KOPDES akan diberikan tugas memenangkan calon mereka di 2029 nanti, kalau sampai mereka tidak menang di daerah itu, siap2 pemilik SPPG dan kepala KOPDES nya diburu KPK 2029 , bahasa pendeknya adalah SANDERA POLITIK
MBG kan ada SPPG
sppg yang akan di bangun tuh 30.000
sementara kopdes akan ada 80.000 unit
kita anggap aja tiap sppg dan kopdes yang kerja 10 orang
SPPG:
35.000 unit × 10 orang = 350.000 orang
KOPDES:
80.000 unit × 10 orang = 800.000 orang
Total keseluruhan:
350.000 + 800.000 = 1.150.000 orang
Jadi kalau asumsi tiap unit diisi 10 orang, totalnya sekitar 1,15 juta orang.
1.15 juta suara terkumpul tanpa perlu sogokan dll
Kalau tiap unit 20 orang
115.000 × 20 = 2.300.000 orang
Kalau tiap unit 30 orang
115.000 × 30 = 3.450.000 orang
Kalau tiap unit 40 orang
115.000 × 40 = 4.600.000 orang
Kalau tiap unit 50 orang
115.000 × 50 = 5.750.000 orang
DOOM LOOP MAMPUS KITA!
Mekanismenya
Rupiah melemah ➔ biaya impor minyak semakin mahal ➔ beban kompensasi APBN meledak ➔ memaksa pemerintah mencari utang baru/mencetak fiat ➔ Rupiah kembali makin tertekan.
Tinggal nunggu bubble pecah, pegangan aja guys. Semoga se krisis nya negara ini jangan sampe terjadi konflik horizontal.
Giliran KAI ada kecelakaan, itupun krn taksi, Dirut KAI diminta mundur oleh DPR.
Ehh…pas MBG byk anak sekolah yg keracunan, kpl BGN malah tambah foya2 pake anggaran dibiarkan DPR.
Bangke ga tuh! 🤣🤣🤣
be mad. be angrier about it. negara kita udah ancur dan dipimpin dengan orang yang melanggar HAM, lebih marah, jangan pernah diem, jangan mau diinjek, lebih berisik. pilihan hidup lo cuma mau diinjek sampe kapan dan bisa mati kapan aja. inget hidup lo bergantung sama politik.
Gw juga ngak berharap Prabowo bakal 2 periode, tapi setelah gw liat2 jadi rada pesimis:
1. Pekerja & Pengusaha MBG itu bisa jadi voting block gede terutama di kabupaten
2. KopDes Merah putih & Pabrik tekstil gede2an danantara yg mau dilaunching bisa jadi lumbung suara
3. Ekspansi besar2an dgn 150 bataliyon baru, 1 kota/kabupaten 1 batalion, ini keluarga militer fix dukung dia
4. Pas Pemilu Bansos bakal ditabur lagi buat rakyat miskin, persis kayak pemilu 2024 yg bikin gerbong mulyono menang
Dan ngeliat dari survey yang dilakukan, per Q1 2026 aja kepuasan buat Bowo diatas 70% semua, padahal kondisinya Rupiah nyentuh 17rb, Kematian Afan Kurniawan karena dilindas mobil Brimob, KLB Keracunan MBG di Bandung & Garut, Sembako makin mahal karena rebutan sama SPPG dan APBN yang cekak dan dana desa dipotong dsb. Ini benar2 aneh karena masyarakat Indonesia bener2 gampang lupa, pemaaf dan permisif bgt.
Gw yakin kalo dia jogat joget lagi trus ditabur beras 10kg bisa menang lagi di 2029 dia.
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara