Tahun Baru Hijriyah, doa apa ni yang sedang sobatMu upayakan?
Semoga di tahun baru ini, jalinan silaturahmi umat Islam makin erat dan semakin diberikan kemudahan dalam proses menuju kebaikan, aamiin.
#TahunBaruHijriah#Muharam1448H#IslamBerkemajuan#Muhammadiyah
“Kami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadah”
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jum’at meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
“Kalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.”
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Selamat Hari Pendidikan Nasional!
#SahabatPerpusnas mari dukung pembelajaran sepanjang hayat dengan akses pengetahuan yang inklusif dan terus tumbuhkan budaya baca demi kemajuan bangsa.
#Perpusnas#Hardiknas
🎉 Selamat Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi Tahun 2026 🎉
Semoga di usia yang ke-29 ini, Kota Bekasi semakin maju dalam pembangunan, semakin nyaman untuk ditinggali, serta semakin sejahtera masyarakatnya.
Kesempatan emas tak selalu berulang datang, tapi hati yang mengerti akan mampu melihatnya berkali-kali. Jadi jangan pernah berhenti melangkahkan kaki !
Tak semua yang indah berupa utuh. Pada hal yang retak, dan patah justru menyimpan keindahan (tersembunyi), memang bukan untuk saat ini. Tapi bukankah hidup kita juga bukan hanya di saat ini. Karena kita juga memerlukan keindahan di suatu masa nanti ...
Selamat Hari Pers Nasional
Momentum Hari Pers Nasional menjadi penguat peran pers dalam mendorong pembangunan nasional melalui informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
https://t.co/OFQflUAzzU
Isra’ Mi’raj sesungguhnya juga menggambarkan perjalanan hidup sebagai ibadah. Dan untuk hidup bernilai ibadah diperlukan fondasi hati yang bersih.
Hari ini bareng warga desa Sambirejo, Karanganyar, gotong royong membangun jembatan Aksi Bersama. Insya Allah segera tuntas, mohon doa dan dukungannya. Jangan lupa untuk terus memantau dan membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar yg masih dalam kondisi darurat dan amat butuh bantuan pasca bencana.
Lumpuhnya akses jalan ke Tapanuli dan Sibolga mulai terbuka. Pemerintah setempat menurunkan sejumlah alat berat, dengan harapan logistik bisa segera masuk ke wilayah terdampak banjir Sumatera.
>> https://t.co/BQTTCFMIcH
#detikcom
Sandarkan dan serahkan segala urusan dan impianmu pada Allah, lalu teruslah melangkah dengan pikiran yang tenang, yakin dan percayalah bahwa tak seorang pun dapat menutup pintu yang telah dibukakan Allah.
Ya Allah, berikanlah kami kebahagiaan yang tak terbendung di hati kami
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.
Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta.
Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat.
Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen.
Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik.
Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita.
Selamat Tahun Baru Islam 1447 H. Di tengah hiruk-pikuk zaman yang kian bising dan gelap, mari kita kembali menata hati, memperkuat niat untuk hijrah melangkah ke kehidupan yang lebih berkah.
#Tempodotco