gue gk akan capek bilang, kasus bullying nj kmrn ditutup BKN karena gak terbukti ADA bullying TP karena nj/idol tdk dianggap sbg karyawan/buruh pd undang2 Labor Standards Act. hrsnya mah lah lu pd kalo punya akal gk akan belain agensi ya krn udh sebabak belur gini semua idol lu.
SETUJUU! Ada satu konten yang pernah lewat di FYP-ku, intinya bilang “depression is a normal human response to capitalism,” and I lowkey agree. Di dunia yang carut-marut dan kapitalis ini, rasanya aneh kalau semua respons emosional kita selalu diselesaikan dengan mindfulness—
Nothing but violent thoughts everytime i see that fat fuck of a president and his fuckass ani-ani passing around the timeline i hope they all rot in this lifetime and after in the worst way possible
maksud gw, kalo di negara orang, dengan kebijakan segila ini dan semua kekacauan yang udah terjadi sekarang gegara pemerintahan dia tuh udah harusnya dimakzulkan anjg, rakyat indon nih knp sih orang2nya gak mau satu suara? benci bgt gw
guys believe me, menjunjung hak asasi manusia nggak bikin lu jadi less-religius kok. nganggep queer manusia pada umumnya nggak bikin agama lu tercoreng. hidup damai tanpa nunjuk siapa yang bakal masuk neraka gak bikin lu murtad.
truly living her legacy and using her privilege into measurable actions not just performative alias keren bgt lu bener2 sherina yang gue bayangkan pas anak2 kalo udh gede
Inilah wajah brutal ketidakadilan iklim: mereka yang paling sedikit menyumbang emisi justru membayar harga paling mahal. Nepal tidak membangun kemakmurannya dengan membakar fosil dalam skala besar, tetapi rakyatnya kini harus menggali lumpur, mencari orang hilang, dan menguburkan korban bencana yang diperparah oleh pemanasan global.
Bukan piluhan mereka lahir di Himalaya, di garis depan krisis yang tidak mereka ciptakan. Karena itu, keadilan iklim bukan sekadar belasungkawa. Negara dan industri yang paling banyak mengemisi harus memikul tanggung jawab lebih besar dengan membiayai adaptasi, loss and damage, dan pengurangan emisi.