jangan terlalu terbawa suasana, kamu boleh deket dan kenalan sama siapa aja, tapi harus pintar mengontrol hati.
jangan sampai berharap apalagi terbawa perasaan, jangan menganggap lebih sebelum dia berani ngomong ke kamu dan memberi bukti. jangan terlalu nyaman kalau belum ada hubungan apa-apa, karna saat hubungan belum berakhir, padahal belum dimulai, itu rasanya sakit bukan main, it’s true.
aku pernah melihat ibuku merendah ketika ayahku marah dan aku juga pernah melihat
ayahku hanya diam ketika ibuku sedang kesal. sekarang aku baru sadar, bahwa salah satu kunci langgengnya pernikahan adalah saling mengerti dan mau mengalah, ketika yang satu menjadi api, satu nya bisa menjadi air.
reminder buat semua cewe
jangan pernah sampai kehilangan diri sendiri demi laki-laki. get up, move your body, start taking care of yourself again, prioritize yourself, do anything that makes you happy again.
life is mode worth than waiting for someone to choose you, you have to choose and love yourself first, cintai diri sepenuhnya dulu, one you do that, people around you will naturally love you and stay close to you.
unpopular opinion
orang yang paling susah dilupain itu bukan orang yang paling baik atau paling lama.
tapi orang yang sempat bikin kita ngerasa "akhirnya aku nemu rumah".
cara paling cepat buat detachment, atau lepas dari seseorang yang sebenarnya lo pengen banget ada di hidup lo, adalah dengan ngebiarin dia ngelakuin apa pun yang dia mau. dari situ, lo bakal lihat sebenarnya apa yang dia pilih. kalau dia milih buat kehilangan lo, ya biarin. kalau dia memilih orang lain, ya biarin juga.
“oh, ternyata dia emang nggak milih gue.”
tapi itu jauh lebih baik daripada lo terus-terusan ngabisin energi dan perasaan untuk orang yang memang nggak memilih lo. sometimes, closure doesn’t come from explanations. it comes from their actions.
dicintai oleh perempuan yang bisa mengekspresikan kasih sayangnya dengan sehat itu salah satu anugerah paling indah.
dia nggak gengsi bilang "terima kasih".
dia murah hati dalam memuji.
dia ingat cerita kecil yang kamu sebutin sekilas.
tiba-tiba datang bawa makanan atau hadiah sederhana, cuma karena "inget kamu suka ini".
sering nanya, "udah makan belum hari ini?"
dia ikut senang dan bangga pas liat kamu lagi berkembang.
dan yang paling ngena di hati, dia nggak cuma tanya "kamu sayang aku nggak?"
tapi juga, "ada yang bisa aku lakuin buat dukung kamu?"
kalau lagi deket sama seseorang, enjoy the moment aja, nikmatin waktunya, no pressure. match their energy: kalo dia effort, lo kasih effort juga, kalo dia santai, lo jangan over. simple, jangan expect too much, dan jangan taruh hati sampe 100%. cukup secukupnya aja, biar lo tetap waras, tetap punya diri sendiri. kenapa harus gitu? karena kalau suatu saat dia tiba-tiba pergi, lo ga bakal hancur lebur. ga terlalu kecewa dan ga sakit hati. bukan berarti lo ga tulus ya, justru sebaliknya, ini cara lo sayang yang sehat bisa kasih sayang full, tapi tetep jaga batas dan jaga hati sendiri. protect your peace.
di kesempatan berikutnya semoga aku merasakan diusahakan, dimengerti, dipedulikan, dihargai hal hal kecil. semoga mendapat cinta tanpa meminta, mendapat kasih sayang tanpa kepalsuan, dan menjalin hubungan tanpa ada rasa worry ke pasangan.
Aku ke anakku tiap mau berangkat sekolah "jangan minta camilan, bekel punya temen yaa. Ini yang udah dibawain abisin ya. Kalo kamu mau punya temen, liatin aja, nanti dirumah bilang, bunda kasih"
Ternyata itu yg dia tanemin ke temennya juga "ini punyaku. Kalian kan udah punya. Ga boleh minta punyaku"
Tapi, ini jadi bikin jelek nilainya dia. Ga bisa berbagi. Kata gurunya "ga salah, tapi kurang bener"
Dan belum lama ada orang yg bilang ke aku. "Nabi aja ngajarin berbagi"
Aku baru kepikiran, nabi juga bilang didik anak sesuai jamannya.
Jaman sekarang kalo dia disuruh "ngalah" demi menyenangkan orang lain. Nanti sampe gede dia jadi people pleaser ga sii??????? Jadi ga bisa mempertahankan apa yang dia punya. Kalo ada yang minta, kasih!
Kenapa juga kita disuruh ngajarin anak kita buat "ngalah" atau "berbagi" ? Kan bisa kita ngajarin anak kita buat ga iri, ga kepengen sama punya orang lain. Iya kan?
cc:threadamdulfahsusil
ada banyak hal yang dulu aku anggap sepele, tapi ternyata diam2 menyelamatkan aku dari hari2 yang terlalu berat.
selfcare ternyata nggak selalu tentang skincare mahal, healing jauh2, atau checkout sesuatu biar mood balik. kadang bentuknya jauh lebih kecil dari itu.
girl to girl:
jadilah centil & tengil seumur hidup, makeup yg cantik, lashes yg badai, berpakaian yg baik & wangi.
dunia boleh gonjang ganjing asalkan kecentilan & ketengilanmu sepanjang masa, karena dua itu kunci utama awet muda 💅
di kesempatan berikutnya, semoga aku menjadi seseorang yang direngkuh tanpa keraguan, dihargai tanpa harus meminta, dan dicintai tanpa ada syarat tersembunyi. aku ingin menjadi rumah bagi hati yang tulus, tempat dimana kehangatan bukan sekadar basa basi, dan perhatian tak pernah setengah hati.
Ada satu kalimat di When Life Gives You Tangerines yang begitu menyentuh banget:
"Jika bagimu anakmu adalah anugerah yang tak ternilai, ingatlah bahwa anak perempuan yang menjadi menantumu juga merupakan permata berharga di mata orang tuanya."
Kalimat ini sederhana, tapi maknanya dalam sekali.
sekarang ikutin alurnya, gak usah protes.
dia sibuk, ya cari kesibukan.
dia chat, ya bales.
dia call, ya angkat.
dia gak ada kabar, ya biarin.
dia pergi, ya persilahkan.
kalo dia beneran mencintaimu, dia gak akan biarin kamu felling lonely, apalagi sampai ngemis cuma soal waktu
lu pernah gasih nangis pas lagi capek dan stress bgt, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe mikir “ini gua disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr”.
cewek itu kalo udah nyaman sama cowok, biasanya malah makin berani nunjukkin sisi paling randomnya. makin bawel, rewel, usil, kadang ngambek tanpa alesan, dan berani gangguin kamu terus. karena dia ngerasa kamu itu tempat yang aman dan nyaman buat jadi dirinya sendiri.
jadi kalo selama sama kamu, dia gak pernah nunjukkin sisi itu, bisa jadi dia belum ngerasa kamu adalah tempat aman dan nyaman buat dia.
semoga kita;
– di pertemukan dengan seseorang yang sudah sama-sama lelah untuk mencari.
– seseorang yang mengerti khawatirnya kita menunggu kabar.
– seseorang yang memahami kemanjaan kita dengan sabar.
– seseorang yang mampu menjadi rumah dan tempat bersandar.