🚨💣 𝐄𝐗𝐂𝐋𝐔𝐒𝐈𝐕𝐄: UEFA are extremely pleased with the performance of Champions League Final referee Daniel Siebert.
People close to the referee say his display is internally being viewed as one of the greatest refereeing performances in Champions League Final history.
Meanwhile, there is major surprise within FIFA over why he is NOT refereeing at the World Cup.
Keputusan pemerintah harus dihormati.
Namun dalam demokrasi, ia tidak luput dari komentar maupun kritikan.
Di satu percakapan dengan Nadiem, Ia pernah bilang bahwa dirinya bekerja untuk kepentingan generasi berikutnya. Ia masuk dengan sebuah blueprint dan impian: membangun ulang lingkungan bagi ratusan ribu siswa dan guru, membangun kembali pondasi dari mana sebuah bangsa belajar. A revolutionary in the making.
Saya mengenal keluarga Makarim selama puluhan tahun. Dalam semua waktu itu, di seluruh anggotanya, ketidakberesan tidak pernah menjadi sesuatu yang saya saksikan atau rasakan. Tidak sekali pun. Nadiem selalu menjadi, sejauh yang saya tahu, persis seperti apa yang ia katakan hari itu: seseorang yang bekerja untuk masa para penerus bangsa yang belum bisa bersuara.
Setahun tujuh bulan kemudian, kita ada di sini.
Kesalahan Nadiem mungkin adalah bahwa kenaifannya disalahpahami sebagai kurangnya rasa hormat terhadap memori institusional (kebiasaan sebuah lembaga dalam pola komunikasi, kerja, dan koordinasi yang telah mengakar puluhan tahun).
Kenaifan ini tidak unik. Ia niscaya akan menjangkiti siapapun dari luar yang diminta atau ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan pemerintah telah dan akan berdampak pada beberapa hal yang cukup struktural:
1. Proses penegakan hukum dan translasi ketidakpastian menjadi risiko. Bayangkan Anda hendak berinvestasi ke sebuah negara di mana hukumnya tidak jelas — di mana pendiri unicorn pertama Indonesia harus menghadapi 18 tahun atas dasar konstruksi hukum yang sulit dipertahankan oleh banyak ahli hukum. Pertanyaannya bukan lagi "Apakah Nadiem salah atau tidak?" Tapi: "Apakah ini tempat di mana kita bisa membangun?"
Ketika hukum tidak memberikan kepastian, negara kehilangan kemampuannya untuk mengukur dan mengomunikasikan risiko kepada dunia luar. Ketidakpastian hukum adalah risiko yang tidak bisa dipricing — dan modal global tidak bersedia tinggal di tempat yang tidak bisa menjawab pertanyaan paling dasar: seberapa besar risikonya, dan siapa yang terlindungi ketika jawabannya tidak jelas?
2. Pengedepanan inovasi teknologi. Pelajaran yang paling mudah diserap dari sidang ini adalah: main aman. Jangan punya keyakinan. Jangan berinovasi. Pilih yang paling aman secara administratif, bukan yang terbaik. Ketika pilihan teknologi bisa dijadikan dakwaan, ketika gagasan baru bisa menjadi jebakan, tidak ada ruang lagi bagi ide untuk tumbuh, inovasi untuk dipeluk, atau perubahan untuk disambut. Yang tersisa hanyalah birokrasi yang memilih selamat atas segalanya. Bahwa konformis adalah postur yang paling aman di dalam sistem.
3. Masa depan talenta bangsa. Yang paling fatal: kasus ini menjadi jera bagi mereka yang seharusnya melanjutkan bangsa ini. Bahwa seseorang yang berpendidikan, yang berniat baik, yang berani mencoba membangun dari nol akan dimuntahkan mentah-mentah oleh negara yang berusaha ia tolong.
Platform ini dibangun untuk mendiskusikan ide, bukan peristiwa. Namun episode yang kita saksikan tidak lepas dari sesuatu yang katalitik, untuk kepentingan nation building ke depan.
Dan kualitas itu, keinginan untuk memperbaiki sistem yang mungkin belum berkenan, mendongkrak edukasi bangsa, adalah salah satu yang paling langka di sebuah birokrasi.
Menjadi tragedi tersendiri ketika upaya mengintelektualisasi bangsanya, menjadi batu rajam untuk dirinya sendiri.
No one is perfect.
May the great force be on the right side of history.
“Charlie and I were on a plane which was hijacked. They asked Charlie about his last wish and he said he wanted to give speech on the virtues of Costco.”
“The hijacker asked me, what was my last wish and I said - Shoot me first.” 😂
- Warren Buffett.
“Your job is to say ‘no.’”
- Ajit Jain, $BRK’s insurance chief
“It is very difficult to recruit people to sit back and do nothing.
“You will get bombarded with deals, day in and day out. Your base case is, ‘just say no.’
“Every now and then, you will come across a deal that will hit you with a 2x4 and it will be screaming money.
“That’s when you come to me.”
Ajit and Greg note that insurance, investing, and capital allocation all share this trait.
Personally, I am not worried that Berkshire will lack wisdom or lose its way - I look forward to seeing what comes next.
Arikel saya di Kompas, “Rupiah, Risiko dan ingatan 1998”, 4 Mei 2026.
Tentang nilai tukar rupiah. Akankah kita kembali ke 1998? Apa yang harus dilakukan?
https://t.co/j6XSAe3pHy
Mo Salah urges Liverpool fans to give Jordan Henderson a farewell:
“Henderson was the club's captain for 12 years, longer than me, Van Dijk, and Robertson, but he didn't get the farewell he deserved because he left suddenly.”
“I really hope the fans give him a special and fitting farewell in our last match when we face Brentford.”
🚨🏆 Manchester United, almost back in Champions League with only one more win needed… if Brighton win all remaining games.
Michael Carrick has already won more PL games than Ruben Amorim as Man United manager this season.
With these pictures showing the bond we shared, I almost felt I could get away with saying nothing about you leaving. It’s been an honour to be your teammate and your friend. You’ve won it all and you leave as a legend. I’m sure we will meet again.
Pep Guardiola was asked, has Salah lost his sparkle?
🗣️ Pep Guardiola:
“That's not true. Salah is the best right winger in the history of the Premier League, by the numbers. And in yesterday's press conference, my entire talk was about how to stop Salah—he's the beating heart of Liverpool.
Every player in the world goes through a dip in form. You're talking about a player at his lowest level this year, and despite that, he's among his team's top scorers.
Salah has been at the top for 10 consecutive years, and these are the qualities of the greats. Only 3 players have done it: Messi, Ronaldo, and Mohamed Salah.
The fans are emotional—they forget 10 years of nonstop giving and remember just one unlucky year. That's our problem here.”