Setelah menangkap ribuan demonstran. Polisi lanjut memburu mahasiswa, pelajar, warga biasa, seniman, pekerja kantoran, bahkan anak di bawah umur.
Skala represi paling luas dan ugal-ugalan sejak reformasi 1998.
https://t.co/HvAHLrh9Fb
Mobil Rantis Brimob menabrak kerumunan massa demo dan melindas driver ojol di Jalan Pejompongan, Jakpus. Korban tersungkur lalu ditolong massa, sementara mobil tersebut tancap gas kabur hingga dikejar pendemo. ITU MANUSIA YANG KALIAN LINDES!!!😡🤬
Miskonsepsi Cara Kerja Rudal Anti-Kapal dan Anti-Pesawat Jarak Jauh. SHORT THREAD🧵
Publisher Note: Artikel ini ditulis oleh kolega halaman Facebook @DefTechDudes , dan akan membahas secara singkat mengenai cara kerja rudal jarak jauh dan miskonsepsi yang muncul di dalam diskusi militer modern.
------
Pembukaan
Pertempuran pada saat Perang Dunia II dilakukan pada jarak yang relatif “dekat” yang mana penembak dapat melihat secara langsung target untuk ditembak. Dalam hal ini, kapal dapat melihat kapal musuh secara langsung sebelum menembak dan pesawat harus melakukan dogfight terlebih dahulu sebelum dapat menembak jatuh pesawat musuh. Bertolak belakang dengan hal tersebut, pertempuran modern dilakukan pada jarak yang jauh yang mana pihak penembak tidak perlu melihat musuh secara langsung untuk dapat menembaknya. Sering kali jarak tersebut adalah ratusan kilometer jauhnya.
Oleh karena itu, banyak yang menganggap bahwa perang modern adalah catur tiga dimensi elektronik yang berbahaya. Hanya dengan melihat suatu titik pada tampilan layar, seorang tentara dapat menenggelamkan kapal musuh atau menembak jatuh pesawat musuh.
Dalam menilai kemampuan suatu alutsista, terutama kapal dan pesawat, banyak orang menilai dari jarak jangkau rudal dan radar yang dibawa oleh alutsita tersebut. Namun, banyak orang mengira bahwa rudal jarak jauh yang memiliki jarak jangkau hingga ratusan kilometer tersebut harus dipandu secara terus-menerus oleh radar alutsista tersebut hingga mengenai targetnya. Mereka juga menganggap demikian karena kemampuan deteksi radar alutsista tersebut yang juga hingga ratusan kilometer jauhnya.
Anak yang <2 tahun sudah screen time 54x lebih berisiko speech delay
TAPI JUSTRU
Anak 2 tahun ke atas yang menggunakan gadget untuk tontonan edukatif dan didampingi orang tua, perkembangan bahasanya lebih unggul!
Tontonan edukatif: https://t.co/vkNeuiqfS3
Pram: "Menurut saya berdoa itu sama dengan mengemis"
Njirrr petikan kata yg untungnya ga membuat Pram berakhir disomasi dan digruduk oleh fundamentalis 🥶
#SeabadPram
Sumber: Andre Vltchek & Rossie Indira, Saya Terbakar Amarah Sendirian (Jakarta: KPG, 2006), hal. 16
Kalo ini lewat timeline km, berarti emg buat kamu :
Do more of what makes you happy, perbanyak ibadah, buat bahagiamu sendiri, buatlah versi terbaikmu sendiri, bahagiamu ditanganmu sendiri, gausah buang pikiran dan tenaga buat org yang ngak pernah menghargaimu.
[MOHON RT]
Foto dan unggah:
📲 Formulir C.Hasil hal 2 saja ✅
⛔️ JANGAN UNGGAH: foto surat suara, foto selfie depan bilik suara, foto suasana TPS 🚫
Mohon bantu agar moderator dan koordinator https://t.co/2JZutwweHB lebih efektif kerjanya 🙏