Allah tak pernah salah, setiap yg terjadi Allah selipkan sebuah tujuan. terlihat atau tidak, hikmah tetap ada, di sini datangnya konsep yakin dan percaya. itu kan rukun iman yg pertama?
sakit perut, sakit pinggang, sakit kepala, kerjaan banyak, jage anak, anak ngajak main, kamar berantakan. aaarrrgh, na ngamk pun dah nda mampu dah ketutup sakit
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
pagi kerje survey keliling2, siang jadwal terapi di rs, sore lanjut agik survey, malam istirahat di rumah sm cinte. daaap 👍🏻 tidak lupa di ig posting foto liburan hahaha
Speaking up means A LOT guys, ayo semuanya jadi perempuan yang gak ‘seru’ itu yang gk bisa di ajak jokes misogynistic. Let’s all be mad when we hear any of that stuff.
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
@screamerdiva@sampahfhui "Andai saja si penyebar lebih bijak."
Lho Bu, seharusnya anak-anak di grup itu yang lebih bijak buat nggak melakukan pelecehan meskipun di grup private dan seharusnya juga Ibu serta orang tua lain juga lebih bijak untuk menasehati mereka. Bukan malah melindungi pelaku pelecehan
teriak paling kenceng soal gender equality dan yg paling maskulin, bilangnya mau menciptakan safe place bagi semu orang, tapi sering nya malah mereka lah yg jadi pelaku utama pada kasus KS, jangan toleransi KS dalam bentuk apapun! makin banyak pelaku yg lolos dari sanski makin banyak pula korban nantinya!
Terkait kasus rame2 d grup wa.
Hikmah yang diambil, tolong Biasakan jangan bercandaan mesum, karena bercandaan tersebut akan menjadi kebiasaan yg dibawa terus menerus sampe dewasa.
Kalo ngacengan itu dikontrol.
Bukan ngacengan sak nggon2.
Otak kok isine kenta kentu
TANYA JAWAB SIDANG FH UI
(foto pertama)
munif bilang dia lebih pilih disayurin karena dia ngerasa ga bersalah (konteks, dia yang capture dan share chatnya)
(foto kedua)
valenza
- bilang “best staff by their look, sebagai reward setelah kerja satu tahun untuk muasin nafsu gua”
- bilang “(nama korban) sebagai bahan gesekan”
- melecehkan korban secara verbal padahal korban termasuk teman terdekat pelaku selama 1 tahun terakhir
(foto ketiga)
tanya ke dekan
sejauh mana ruang aman untuk korban?
apakah berkenan menjatuhkan sanksi DO?
jawaban:
tetap akan diproses, ada tim PPKS, fakta hari ini akan diserahkan tim PPKS UI, kawal proses sesuai peraturan yang berlaku
Sebanyak 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi di lingkungan fakultas tersebut melalui percakapan di grup WhatsApp dan LINE.
Tindakan ini bukan sekadar candaan atau obrolan iseng, melainkan bentuk kebejatan moral yang menunjukkan rusaknya akhlak, hilangnya empati, dan matinya nurani.
Sungguh memalukan, calon-calon penegak hukum justru menjadi pelaku pelecehan, mencederai martabat perempuan dan mengkhianati nilai keadilan yang seharusnya mereka junjung tinggi.
Kampus tidak boleh memberi ruang bagi predator berkedok intelektual. Pelaku harus diberi sanksi tegas dan setimpal agar menjadi pelajaran bahwa pelecehan seksual, dalam bentuk apa pun, tidak akan pernah ditoleransi.
pas 14 pelaku KS FHUI lainnya menyusul, cewe cewe bahkan sampai naik ke panggung, merinding lihatnya mereka lagi memperjuangkan haknya, dan beberapa dari mereka berbicara dengan nada gemetar didepan orang yang ga mereka kira bahkan jadi pelaku ks 😭💔