Tolong dicatat baik-baik oleh semua orang tua:
Kalau anak demam tinggi 3 hari, lalu di hari ke 4 demamnya turun TAPI anaknya malah:
1. Makin Lemas / Tidur terus
2. Muntah terus-menerus
3. Sakit perut hebat
4. Ujung tangan/kakinya dingin & berkeringat
JANGAN KASIH VITAMIN LALU DISURUH TIDUR.
Itu bukan "lemas karena kurang makan". Itu alarm bahaya. Bawa langsung ke UGD atau Lab terdekat. Minta Cek Darah Lengkap!
Demam Berdarah itu penyakit yg tricky. Dia membunuh justru di saat termometer menunjukkan angka normal.
Kewaspadaan orang tua di hari ke 4 dan ke 5 adalah penentu nyawa. Jangan sampai kelegaan palsu berubah menjadi tangisan penyesalan di ruang ICU.
Then we ask Why, God?
The answer literally in the Bible:
"If you belonged to the world, it would love you as its own. As it is, you do not belong to the world, but I have chosen you out of the world. That is why the world hates you. " -John 15:19
PLN mati lampu bergilir awalnya konon karena batu bara menipis. Kebanyakan diekspor mumpung dolar lagi tinggi.
Belakangan mereka yang bekerja di industri tambang batu bara menertawakan pernyataan itu.
Sekarang timbul selentingan yang sepertinya sesuai dengan kenyataan yang sedang berjalan. Akibat MBG. PLN tidak mampu membeli pasokan batu bara seperti seharusnya.
MATI LISTRIK BERGILIR ITU BISA MERUSAK ALAT ELEKTRONIK, LOH!!!
Sumpah, hidup jadi WNI rasanya dihajar dari segala arah. 😩
Yang bikin kesel, kalau kita telat bayar listrik bisa kena denda. Tapi kalau mereka mati listrik berkali-kali, tanpa pemberitahuan, tanpa permintaan maaf, bahkan sampai berpotensi merusak barang elektronik warga, nggak ada konsekuensi apa-apa.
Kewajiban rakyat ditegakkan mati-matian, tapi pelayanan ke rakyat sering kali seenaknya. Nggak adil banget.
REMINDER buat selalu cuci atau minimal bilas minuman kaleng sebelum diminum 😅
“kok sampe segitunya?”
jadi gini, pas koas dulu pernah jaga IGD, ketemu pasien yg datang dg keluhan demam beberapa hari, mual, muntah, badan lemes, dan sakit kepala…sekilas keliatannya kayak infeksi ringan atau flu biasa, eh ternyata
Indonesia has swung from an emerging-market darling to a global laggard, with insiders blaming the president and his inner circle for erratic and poorly communicated policies. Read more: https://t.co/kwD7XVZsip
📷️: Dimas Ardian/Bloomberg
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
Izin menjelaskan mengapa ada orang yang merasa menonton video ekstraksi komedo ini "satisfying"
Saat komedo berhasil dikeluarkan, maka otak mengeluarkan dopamin, sehingga sensasinya adalah seperti kita berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, yang menyebabkan kita merasa video itu satisfying.
Berdasarkan penelitian analisis pola aktivitas otak, ternyat ditemukan bahwa orang yang merasa video ini satisfying memiliki:
-Lebih bisa menoleransi sesuatu yang menjijikan
-Aktivitas lebih tinggi pada bagian otak yang berguna untuk memprediksi suatu tindakan, termasuk tindakan yang merubah kondisi "kotor" jadi "bersih" seperti pada video ini
-Kemampuan regulasi emosi yang baik, karena tetap ada rasa jijik, namun bisa diubah menjadi perasaan positif, saat ekstraksi komedo berhasil dilakukan
Semoga bermanfaat!
Sumber:
-Enjoyment of watching pimple popping videos: An fMRI investigation
In Kruger National Park, South Africa, veteran ranger Sipho Nkosi suffered a heart attack while on solo patrol. His vehicle was found empty, and search teams began looking for him.
What the park’s remote trail cameras revealed broke the hearts of everyone who saw the footage.
An old bull elephant — known to rangers as “Mnumzane” (Zulu for “Sir”) — had found Sipho’s body. For three full days and nights, the elephant refused to leave. He stood guard, gently touching the ranger with his trunk, chasing away hyenas and jackals that came too close, and even covering parts of the body with branches and leaves.
On the third night, the elephant was still there — visibly grieving, swaying slowly beside his fallen friend. Only when the full recovery team arrived with vehicles did Mnumzane finally step back, watching solemnly as they carried Sipho away.
Park officials later confirmed that Sipho had rescued this same elephant as a calf years earlier after poachers killed his mother. The elephant had never forgotten.
One colleague who viewed the footage whispered:
“He didn’t come to say goodbye. He came to make sure no one disrespected his brother.”
Mnumzane still visits the exact spot regularly. Rangers now leave fresh water and fruit there in honor of both.
That twig is a pharmacy and the chemistry explains why his teeth look like that.
Miswak comes from the Salvadora persica tree. When you chew the end and fray the fibers, you're releasing benzyl isothiocyanate, which makes up 68 to 86% of the plant's essential oils. That single compound kills Streptococcus mutans, the bacterium responsible for most cavities. A nylon toothbrush has zero antimicrobial activity on its own. You need toothpaste for that. The twig comes preloaded.
But benzyl isothiocyanate is one of roughly 20 bioactive compounds in the wood. Natural fluoride remineralizes enamel. Silica acts as a gentle abrasive that removes surface stains without stripping enamel the way peroxide whitening does. Tannins tighten gum tissue and reduce inflammation. Vitamin C accelerates gum repair. Sulfur compounds bind to the teeth and mucosa and keep working for hours after you stop chewing.
The saliva effect is the part most people miss. Chewing miswak triggers a spike in salivary flow. Saliva neutralizes acids, washes out food particles, and delivers calcium and phosphate back to tooth enamel. Within minutes, the pH of your mouth shifts toward an environment where cavity-causing bacteria can't thrive. The twig handles offense (killing bacteria) and defense (buffering your mouth chemistry) simultaneously.
A study of 203 Sudanese adults found 53.3% caries prevalence among regular miswak users versus 76.9% among toothbrush users. A meta-analysis of clinical trials found miswak reduced plaque and gum inflammation to levels statistically comparable to brushing with a conventional toothbrush and toothpaste. The WHO formally endorsed it for oral hygiene in 1987.
Babylonians and Egyptians were using frayed twigs to clean their teeth by 3500 BC. Five thousand years later, Colgate put the same functional ingredients, fluoride, silica, and antimicrobials, into a tube and called it innovation.
Fun fact
Inti dari kasus Nadiem adalah jaksa menganggap pengadaan Chromebook terlalu mahal dan tidak diperlukan
Padahal kalau kita bandingkan dengan IKN dan MBG
Chromebook vs MBG
• Kerugian kasus Chromebook 2,1 T (total)
• Pengeluaran untuk MBG 1,2 T/hari
Chromebook vs IKN
• 97% Chromebook udah digunakan pelajar
• IKN malah jadi tempat piknik keluarga bukan jadi ibu kota
Lintang, Ikal dan Mahar, siswa pintar dari SD terpencil berhasil memenangkan lomba cerdas cermat.
Lintang dikira curang, tapi berani membuktikan.
juri laskar pelangi 1 : 0 juri MPR RI
Minta maaf adalah hal dasar dan wajib dilakukan ketika berbuat salah. Tapi langkah buat memperbaiki dampak yg ditimbulkan dari kesalahan itu adalah hal krusial.
Dan buat nentuin langkah itu, ga perlu jadi pintar. Kalo kata @trixytwonethree kadang kita cuma butuh empati 🙏
1. Masalah: Jawaban benar, tapi dinilai salah
2. Dampak: Tim C kehilangan poin dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk memenangkan lomba yg jadi tujuan mereka ikut lomba
3. Solusi: Minta maaf dan kasih beasiswa ???
Terus penanggulangan dampaknya kek mana ya?
Josepha Alexandra, Siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, diundang datang ke MPR RI, Selasa (12/5). Pada kompetisi LCC MPR itu, Josepha sebetulnya memberi jawaban yang betul.
Namun, jawaban itu disalahkan oleh juri. Lalu, Josepha dengan teguh memprotes dewan juri serta mempertahankan jawabannya. Aksi ini menuai perhatian publik.
Berangkat ke MPR RI, Josepha didampingi oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak Indang Maryati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Pontianak Rio Pratama, dan Guru Pembimbing SMA Negeri 1 Pontianak Heni.
"Yang mendampingi ada Bu Indang selaku Kepsek, lalu ada Pak Rio selaku Waka Humas, dan ada Bu Heni selaku pembimbing," kata Josepha.
Selain diundang ke MPR, Josepha juga mendapat apresiasi yakni beasiswa S1 ke China dan akan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana oleh Rifqinizamy Karsayuda, anggota DPR/MPR RI sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak. Namun, keputusan tersebut kembali lagi kepada Josepha karena masih dipertimbangkan untuk didiskusikan kepada sang orang tua.
"Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau. Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," ujar Rifqi.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Buat menyelesaikan masalah sesepele ini aja, cari soluainya jauh bgt smp ke negeri China...
Ibarat kalo di suatu daerah ada masalah banjir, solusinya pindahin warganya ke daerah lain yg lebih elit biar hidup enak?
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA