Salam dari Lee Junyoung-verse. ☀️
Inti dari bait ini: Mengajak peminjam wajah tertera untuk berkisah dalam satu pertemuan saja. Diharapkan meski wajahnya sama, pembawaan masing-masing karakter berbeda, sebab itu yang akan jadi highlight cerita.
Trims. Ditunggu!
ㅤ
Baru setelah itu ia bersandar sedikit, tanpa benar-benar melihat ke arah Kairav—
“Tenang, bukan yang aneh-aneh. Masih aman lah buat selera lo.”
@acoelyte
ㅤ
ㅤ
“Udah,” jawabnya singkat. “Di Cempaka Putih juga. Nggak jauh dari sini.”
Tangannya terangkat sedikit, menunjuk arah jalan di depan tanpa benar-benar melihat Kairav.
“Ambil kiri nanti, terus lurus aja. Gue kasih tau beloknya.”
ㅤ
ㅤ
“Minimal ‘halo’ dulu kek,” tambahnya santai, meski tangannya akhirnya masuk ke saku dan mengambil kunci mobil, menjatuhkannya pelan ke telapak tangan Kairav.
“Gak ada yang bakalan nyariin lo, 'kan?”
Sudut bibirnya naik tipis. @acoelyte
ㅤ
ㅤ
Saat jarak mereka sudah cukup dekat, Ezra berdiri. Belum sempat ia membuka suara—
'Mana kunci?'
Ezra terdiam setengah detik.
Lalu alisnya naik sedikit, tatapannya langsung ke arah tangan Kairav yang terulur begitu saja. Ia tidak langsung bergerak. Sengaja.
ㅤ
ㅤ
Tangannya mengetuk pelan meja, ritme yang tidak ia sadari. Berselang beberapa detil baru lah Ezra mengeluarkan telepon genggamnya dan mengetik pesan singkat disana.
iMessage — Kairav (@acoelyte)
Ezra: Serambi rame amat
Ezra: Gue udah sampe btw
ㅤ
ㅤ
Ia akhirnya memilih satu spot kosong, setengah menghadap pintu masuk. Posisi yang cukup strategis—tidak terlalu mencolok, tapi tetap bisa melihat siapa yang datang.
Kebiasaan lama.
ㅤ