It's that thing when you're with someone, and you love them and they know it, and they love you and you know it.
but it's a party and you're both talking to other people, and you're laughing and shining.
and you look across the room and catch each other's eyes.
Gak usah sok keras!
Dulu komunis
Dulu (mungkin sampai sekarang) etnis Tionghoa
Sekarang teman2 LQBTQ+
Tapi bisa aja
Besok Kpopers
Besok supporter bola
Besok pembaca
Besok anak gym
Besok sinefil
Besok penonton Spongebob
etc
Tak ada yg pernah tahu kelompok mana yg akan dijadikan kambing hitam di negara yg bobrok ini. Jadi, kasihilah sesamamu manusia, wahai manusia. Yang iblis ya udah sih emang susah dibilangin.
@babelyapping dulu main etnis sekarang mainnya orientasi seksual (yang pembuktiannya sulit).
ujung²nya masyarakat terpecah belah dan persekusi.
harusnya udah tau kan ya polanya...
Persekusinya sudah dimulai.
Ini yang kalian mau, kan? Atau kalian mau berkilah bahwa bukan seperti ini yang kalian maksudkan?
Persekusinya terorganisir. Tinggal menunggu kapan akan menyebarnya aja ini. Fuck you all.
@ibukantiin oiyaa Bodies! tapi aku baru nonton 3 episode.
The OA menurutku bagus sayang dia cuma 2 musim (dicancel) tapi ya maaih worth kalo mau ditonton meskipun akhirnya gantung.
@ibukantiin hmm apalagi ya series sejenis di Netflix...
aku taunya yang udah nonton Dark, The OA, 1899.
kalo personal favorite-ku tuh The Twilight Zone (ada yang taun 50an dan 2019) cuma ini gak ada di Netflix.
ada santri nanya orang kristen bisa masuk surga gk ?
Santri: Cak, kebetulan teman profesi saya beragama Hindu. Beliau sering tanya, nanti setelah mati, selain agama Islam, apakah bisa masuk surganya Allah?
Cak Nun: Sangat bagus pertanyaanmu itu. Tapi ini soal antara qat'i dengan dhanni. Qat'i itu sesuatu yang pasti. Tapi pasti bagi siapa? Bagi kita, itu jadi tidak pasti. Yang kedua, dhanni itu berprasangka kira-kira masuk atau tidak masuk.
Santri lain: Mbah, apakah selain Islam bisa masuk surganya Allah?
Cak Nun: Itu jawabannya qat'i, Mas dan qat'i itu pasti. Tapi coba, aku tanya balik: kamu sendiri pasti masuk surga?
Santri: ...Ragu-ragu, Cak.
Cak Nun: Nah, kan. Dan tidak mungkin ada kepastian, karena kepastian hanya ada di tangan Allah. Kita hidup ini cuma mudah-mudahan "laallakum", bukan kepastian. Sama seperti puasa: kutiba 'alaikumus-shiyam... laallakum tattaqun supaya kamu bertakwa, bukan "supaya kamu pasti jadi takwa". Dinamis, kadang naik kadang turun.
Santri: Jadi bagaimana sikap kita, Cak?
Cak Nun: Kalau saya, posisinya sederhana: ayo didoakan saja. Mudah-mudahan semua orang yang baik diterima Allah, dimasukkan surga. Karena dia Hindu, Buddha, Kristen, atau Islam, itu urusan dia sama Allah bukan urusan saya. Kalau dia bersyahadat, itu kepada Allah, bukan kepada saya. Jadi saya tidak punya urusan menghakimi itu. Yang penting, doakan saja, dan pastikan dia jadi teman yang baik.
@DearUniverse04@NaiSha_dif@mamanyamiiko wkwkw pantas orang kita banyak kegocek penipuan dan scam gak sih. yang harmless diperkarain, yang harmfull mereka clueless sampe beneran kerasa rugi bandar baru nyadar.