Ratusan galon bekas berjajar di sudut SD Negeri Purwosari, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Namun, benda yang biasanya berakhir sebagai limbah itu kini berubah menjadi pot untuk menanam aneka sayuran.
Ada cabai, tomat, terong, bayam, kangkung, kacang panjang hingga stroberi. Tanaman-tanaman tersebut dirawat langsung oleh para siswa.
Dari limbah dan lahan yang terbatas, sekolah ini mengenalkan kepada siswa bahwa pertanian dan ketahanan pangan dapat dilakukan di mana saja. Edukasi tersebut tidak hanya mencakup pertanian, tetapi juga perikanan dan peternakan.
Tak ada yang terbuang di SD Negeri Purwosari. Selain galon bekas yang dimanfaatkan sebagai pot, daun kering digunakan sebagai media tanam. Sementara sisa makanan dan limbah organik diolah menjadi pupuk.
📸: Dok. kumparan/Arfiansyah Panji.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | svl | R176 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Khususon Illa ruhi fill jasadi (sebut namanya)
Ya Allah Ya jabbar 260x
Laaillahailla anta subhanaka inni Kuntu minadzalimin 100x
Hasbullah wa ni'mal wakil ni'mal Maula wa ni'man nasir 100x
Aku baru selesai baca satu buku yang bagus banget!! Aku bikin story tentang ini dan mau kubagi di sini. Tentang pentingnya otak istirahat. Plus aku bagi rekomendasi podcast yang membahas tentang otak juga.
Aku memang setahun ini sedang belajar serius ttg ilmu otak. Menarik!
Imam syafii berkata,
Hiasan pada diri seseorang itu hanya ada 3,
1. menyembunyikan kefakiran, hingga orang mengira dia kaya
2. Menyembunyikan kemarahan, hingga orang mengira ia ridha
3. Menyembunyikan kesulitan, hingga orang mengira ia dalam kemudahan.
Ada yang tertarik jadi animal keeper orangutan & kerja bareng aku?
Yuk yuk kirim surat lamaran & CV ke [email protected]
Penempatan di Berau, Kalimantan Timur