Di China yang kemampuan fiskalnya jauh lebih baik dari Indonesia saja program makan di sekolahnya tidak untuk semua anak. Namun, fokus pada wilayah miskin program mereka disebut Nutrition Improvement Program for Rural Compulsory Education Students (NIPRCES) yang diluncurkan tahun 2011 oleh pemerintah pusat China sasarannya siswa sekolah dasar dan menengah pertama (wajib belajar) di daerah pedesaan dan tertinggal. Bentuk bantuan berupa makan siang gratis atau bersubsidi. Alternatifnya susu, telur, atau paket makanan bergizi. Program ini lahir karena masalah gizi di pedesaan, termasuk stunting dan anemia pada anak-anak.
Sementara di kota besar seperti Beijing atau Shanghai, sekolah biasanya menyediakan kantin, di mana orang tua membayar biaya makan (harian atau bulanan). Pemerintah mengatur standar gizi dan keamanan pangan, tetapi tidak semua siswa mendapat makan gratis. Subsidi hanya untuk keluarga miskin tertentu. Mengapa Indonesia yg miskin MBG-nya utk semua anak, yg bahkan anak2 kelas menengah atas yang akhirnya nggak mau makan paket MBG? Kalau mau info lebih lanjut bisa baca juga tulisan kolom saya di https://t.co/17fpVABkjA
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Pada Selasa, 24 Februari 2026, ICW mengirimkan surat sekaligus meminta Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK untuk memberikan perhatian lebih terhadap skema pengelolaan SPPG oleh Polri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
#polri#mbg#icw#prabowo#kpk
Sesaat masuk ke dalam site rumah, kita akan disuguhkan dengan penampakan bangunan dengan fasad berbentuk simple namun memiliki dekorasi yg unik menggunakan aksen roster pada dinding atas. Sementara di bagian bawah rumah menggunakan dinding plain white pada kanan kiri dgn jendela besar seperti dinding dilengkapi dengan alas carport batu dan rerumputan.
Area pinggir lahan dimanfaatkan sebagai taman-taman kecil yg hadir memberikan kecantikan tambahan pada rumah.
Entrance berada di sisi kiri rumah dengan penanda keramik tegel.
"My kid came home from school talking about the weird lunch lady.
"Mom, she's so strange. She memorizes everyone's name by the third day. Like, all 600 kids."
I figured she was exaggerating. Teenagers do that.
Then parent-teacher night happened. I was running late, hadn't eaten, saw the cafeteria was open. Grabbed a sandwich. The lunch lady, older woman with gray hair in a hairnet, was cleaning tables.
"You're Zoe's mom," she said without looking up.
I stopped. "How'd you know?"
"Same eyes. She sits table seven, always picks the apples nobody wants because they're bruised. Drinks chocolate milk even though she's lactose intolerant. Hurts herself rather than waste food."
I stood there, stunned. "You know this about my daughter?"
"I know it about all of them."
She kept wiping tables. Started talking, not to me exactly, just... talking.
"Marcus, table three, his dad left last year. Always takes double servings on Fridays because there's less food at home on weekends. Jennifer counts calories out loud to punish herself. Brett throws away lunches his mom packs because kids make fun of the ethnic food, but he's starving by sixth period. Ashley's parents are divorcing, she stress-eats in the bathroom."
"Why are you telling me this?"
She finally looked at me. "Because you're all at parent-teacher conferences talking about grades. Nobody's talking about this. About who's eating, who's not, who's hurting."
"What do you do about it?"
"What can I do? I'm the lunch lady. I make sure Marcus gets those extra servings without asking. I tell Jennifer the calorie counts are wrong, lower than they are. I pack Brett containers of his mom's food labeled as 'cafeteria leftovers' so he can eat it without shame. I bought Zoe lactose-free chocolate milk with my own money, tell her we're trying a new brand."
I felt like I'd been punched.
"Does anyone know you do this?"
"The kids who need to know, know. That's enough."
I went home and couldn't stop thinking about it. Started asking Zoe questions. She confirmed everything.
"Yeah, Mrs. Chen just... sees people. She stopped my friend from... she helped when nobody else noticed."
Turns out, Mrs. Chen had worked at that school for 22 years. Made $14 an hour. Knew the story of every struggling kid who came through her lunch line. Never reported it, never made it official, just adjusted portions, swapped items, paid for things quietly.
Teachers didn't know the extent. Administrators had no idea. She just showed up, served food, and saved kids in ways nobody measured.
Last year, Mrs. Chen had a stroke. Had to retire.
The school hired someone new. Efficient. Fast. Didn't learn names.
Within three months, the guidance counselor's office was flooded. Kids breaking down. Nobody could figure out why.
Until one kid finally said it: "Mrs. Chen knew when we were drowning. She threw life preservers disguised as extra tater tots. Now nobody's watching."
The school brought Mrs. Chen back. Part-time. Not to serve food. Just to be there. They called her position "Student Wellness Observer."
She's 68 now, walks with a cane, can't lift heavy trays anymore.
But she still memorizes all 600 names by the third day.
Still knows who needs what.
Still saves kids during lunch periods when everyone else is just serving food.
My daughter graduated last month. In her speech, she thanked Mrs. Chen.
"Some people teach math. Some teach history. Mrs. Chen taught us that being seen is sometimes the only thing standing between surviving and giving up."
The whole cafeteria stood up.
Turns out, weird lunch ladies who memorize names?
They're the most important people in the building."
.
Let this story reach more hearts....
.
Ai image is for demonstration purpose only.
.
By Grace Jenkins
LBH Jakarta percaya bahwa kamu ngga harus turun ke jalan untuk bisa membantu mereka yang tertindas dan butuh bantuan hukum. Lewat SIMPUL (Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan), kamu bisa bantu kerja-kerja bantuan hukum secara berkelanjutan.
📣 Suara Kritis Bukan Tindak Pidana!
Satuan Siber TNI sempat ingin melaporkan Ferry Irwandi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tapi pada 9 September 2025, Polda Metro Jaya menegaskan tidak bisa memproses laporan tersebut karena delik pencemaran nama baik hanya berlaku untuk individu, bukan lembaga.
Menurut kami, respons ini sudah tepat.
Siaran pers ini kami tulis untuk melihat situasi aksi sejak tanggal 25 hingga 28 pagi.
Kabar yang beredar malam ini, menambah catatan kami bahwa aparat kepolisian tidak pernah benar-benar berbenah.
Hentikan brutalitas aparat sekarang juga!