⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀
Dengan hati yang masih diliputi ragu, mereka akhirnya membuat pilihan, sebuah pengorbanan yang membuka kunci terakhir di dunia itu. Cahaya perlahan muncul dari celah-celah dinding, membentuk retakan seperti halaman buku yang terbuka, hingga akhirnya menjelma menjadi gerbang yang memanggil mereka pulang.
Satu per satu, para Fablea melangkah keluar. Setiap langkah terasa berat, seolah mereka meninggalkan bagian dari diri mereka di balik cerita yang telah mereka jalani. Tawa, luka, dan harapan yang pernah mereka bagi bersama para Fabelis. Di dekat gerbang, Fabelis berdiri diam, tersenyum kecil kepada mereka, seakan menguatkan bahwa inilah akhir dari perjalanan mereka.
⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀
ㅤ ㅤ ㅤ
𝐆𝐢𝐝𝐞𝐨𝐧 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐭𝐚𝐢𝐫 𝐋𝐞𝐰𝐢𝐬, dengan canda dan gebrakan yang tak pernah kehabisan cara, selalu menghadirkan kejutan yang menghidupkan suasana.
ㅤ ㅤㅤ ㅤ < @fableagideon >
ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ ㅤ
𝐊𝐚𝐥𝐞𝐥𝐮𝐚 𝐌𝐲𝐫𝐢𝐬𝐬𝐞 𝐙𝐡𝐮, riuh kata yang tak pernah kehabisan nyala, selalu hadir dengan energi yang mengalir tanpa jeda.
ㅤ ㅤㅤ ㅤ < @fablealua >
ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ ㅤ
𝐀𝐦𝐚𝐫𝐭𝐲𝐚 𝐒𝐯𝐚𝐫𝐧𝐚𝐝𝐮𝐡𝐢𝐭𝐚, satu-satunya si elok di antara mereka, hadir dengan ceria dan hangat. Memberi warna tanpa kehilangan makna dalam perjalanan ini.
ㅤ ㅤㅤ ㅤ< @fableaduhita >
ㅤ ㅤ