โ26 .โงโข โโโโโ Elvano Lorian, one of The Fabelis. His fate found no ending, only a gentle fading into the night wind that called him homeใ
๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ-๐๐ข๐ฎ๐ช๐ด: Finally brought home my first ever layout. Huge thanks to @MadelnHaven for creating such a stunning masterpiece.
Iโm also incredibly grateful to the anonymous sponsor for their generosity, through @submidliebrary.
Wishing you all nothing but the best!
Kami para Fabelis benar-benar meminta maaf kepada semua Fablea yang merasa dirugikan oleh banyak kesalahan kami. Mulai dari jam post yang molor, ketidak aktif an dan lain-lain. Seperti maaf yang tak cukup hanya diucapkan, kami juga belajar dari semua kritik saran kalian semua dan akan belajar lagi untuk menjadi pendamping yang lebih baik di semesta yang lain.
Akhirnya, berakhir sudah acara demi acara yang telah kita jalani.
Nggak terasa sudah 16 hari kami para Fabelis menemani kalian di suka, duka, tawa. Canda maupun tangis.
Para Fabelis benar-benar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Fablea yang tanpa henti memeriahkan dan mengikuti semua acara dari kami.
โ โ โ โ
โ โ โ โ
Kini mereka kembali ke dunia nyata, terasa asing namun nyata. Tak ada lagi perpustakaan, tak ada lagi pintu menuju dunia impian mereka. Hanya kenangan yang tersisa, samar namun hangat, seperti cerita yang telah usai dibaca.
Namun di dalam hati mereka, tersimpan satu keyakinan: bahwa semua itu pernah benar-benar ada, dan mereka pernah menjadi bagian dari sebuah cerita yang tak akan sepenuhnya hilang.
โ โ โ โ
โ โ โ โ
โ โ โ โ
โ โ โ โ
Saat Fablea terakhir melangkah keluar, cahaya mulai meredup. Dunia itu perlahan runtuh dalam diam, rak-rak buku memudar, huruf-huruf beterbangan seperti debu, dan suara-suara cerita tenggelam menjadi sunyi. Perpustakaan The Midnight Library dan para Fabelis menghilang satu per satu, seolah tak pernah ada.
Di ambang perpisahan, mereka menoleh untuk terakhir kali. Bagas menjadi sosok terakhir yang tertinggal, sebelum akhirnya ikut lenyap bersama dunia yang ia jaga.
โ โ โ โ
โ โ โ โ
โ โ โ โ
โ โ โ โ
Dengan hati yang masih diliputi ragu, mereka akhirnya membuat pilihan, sebuah pengorbanan yang membuka kunci terakhir di dunia itu. Cahaya perlahan muncul dari celah-celah dinding, membentuk retakan seperti halaman buku yang terbuka, hingga akhirnya menjelma menjadi gerbang yang memanggil mereka pulang.
Satu per satu, para Fablea melangkah keluar. Setiap langkah terasa berat, seolah mereka meninggalkan bagian dari diri mereka di balik cerita yang telah mereka jalani. Tawa, luka, dan harapan yang pernah mereka bagi bersama para Fabelis. Di dekat gerbang, Fabelis berdiri diam, tersenyum kecil kepada mereka, seakan menguatkan bahwa inilah akhir dari perjalanan mereka.
โ โ โ โ
โ โ โ โ
ใ ค ใ ค ใ ค
Udah, segitu aja dari aku. Sekali lagi, selamat buat para Fablea terpilih! Mungkin nggak seberapa, tapi semoga bentuk apresiasi dari kami para Fabelis untuk Fablea bisa cukup, ya! ๐
Kita lanjut ke agenda berikutnya, mbuy. Bye bye!
ใ ค ใ ค