ketika cari pasangan, hal-hal seperti ini kan memang sudah seharusnya dikomunikasikan di awal.
dan dia udah melakukannya.
kalau perempuan setuju, ya sudah.
kalau aku mengartikan kalimatnya secara implisit, dia bukan cari perempuan yang berambisi dengan karir. udah, sampai situ aja.
masalah detailnya gimana sikap sebagai seorang suami ke istri belum terbaca dari kalimat itu aja.
nyatanya banyak juga kok perempuan yang bahagia mendedikasikan diri untuk keluarga.. cita-citanya memang jadi istri & ibu yang baik..
Karena mintanya baik-baik, kita jawab tanpa trolling.
Saya sadar diri dan tidak mau perempuan saya akan mengubur mimpinya demi saya. Karena saya sepertinya akan sibuk jualan, ngaji, dan belajar. Jadi, saya punya “preferensi” perempuan yang tidak banyak cita-cita dalam urusan pekerjaan (bisnis, kerja perusahaan, dll). Saya punya “preferensi” perempuan yang mungkin punya cita-cita dalam pendidikan, seperti kuliah atau mengajar.
Dah, gitu aja.
Padahal kalo mau pada nonton videonya, cuma beberapa detik kemudian diperjelas sama Habib kalo Sadam cari yang SAMA visinya, bukan berarti matiin cita2 calon istrinya😅
Biasa nonton cuplikan blunder presiden nih jadi pada suka gak kroscek lagi wkwkw
massukku saya toh, tanya tanya tong ki itu kasian eee, masa anu dari sini terus kalo ada mau ditau. ndakma memang di situ kah? atokah bemana? ndak tong itu kosong begitu saya untuk selalu pakaramula.
pacce aih, pui'.
banyak org ngira dengan solat 5 waktu aja cukup
padahal kadang tanpa sadar, banyak yg ternyata solatnya ga sah hanya karena 1 hal kecil yg luput dari awal bahkan dari sebelum solat dimulai
gue pun baru sadar waktu dewasa🥲 tebak apa?
Culture shock nikah sama orang Sumatera ternyata... bukan cuma soal logat. 😂
Aku orang Jawa, suamiku orang Sumatera. Suatu hari aku baru pulang kerja. Habis makan, mandi, terus rebahan di kamar. Tiba-tiba suamiku masuk sambil bilang, "Ma, kainnya dilipat dong."
Aku langsung bingung. "Lho? Kain apa? Papa beli kain? Mau dijahit jadi baju ya?"
Dia mulai kesel. "Itu lho, di kamar belakang!"
Aku langsung bangun dan nyari ke kamar belakang. Udah kulihat sekeliling, tapi nggak ada apa-apa.
"Mana ada kain? Papa lihat sendiri, nggak ada. Emang ngapain juga kain dilipat?"
Dia makin kesel. "Itu yang di atas kasur apaan?! Kainnya banyak banget!"
Aku nengok ke atas kasur...
Eh ternyata yang dia maksud "kain" itu... baju-baju sama jemuran yang baru aku angkat kemarin. 🤣🤣🤣
Lah aku orang Jawa taunya itu namanya baju, celana, atau jemuran. Kalau denger kata kain, yang kebayang ya kain meteran yang dibeli di toko kain terus dijahit jadi baju. 😭
Sejak itu aku baru ngerti, di keluarga suamiku hampir semua pakaian disebut kain. Jadi kalau disuruh "lipat kain", jangan kebayang kain batik atau kain meteran ya... maksudnya ya satu tumpukan baju. 😂
Nikah beda daerah emang seru. Kadang yang bikin ribut bukan hal besar, cuma beda istilah aja. 🤣
ada hal di tahun lalu yang nggak rela banget buat kulakuin. tapi sepertinya tahun ini sudah diremind sama kepala, hati, dan tubuh sendiri. trying. dan ternyata its okay to let go of and change something meaningful in your life, ya.
sedikit berat, tapi sepertinya memang harus.
Berhenti gunain ngasal istilah Psikologi: depresi, bipolar, NPD, ADHD, dsb.
Janganlah ngalamin sesuatu, langsung bilang: aku depresi, bipolar, ADHD. Orang lain gak sesuai keinginan, langsung dibilang: NPD, dsb.
Perlu waktu & mesti profesional buat nentuin kondisi mental.
Makin dekat hubunganmu sama seseorang (keluarga, orang tua, saudara, anak, pasangan, teman, dsb), maka makin besar kemungkinanmu sakit hati karena dia. Karena makin besar juga ekspektasimu pada dia.