@lilaccountz Benarkah lahirnya Ibrahim yg memunculkan hukum Ummul Walad? Konsep Jahiliah anak dari budak perempuan ttp jadi budak saat lahir. Islam mentransformasi itu : anak dari budak perempuan yang lahir akan dianggap merdeka. Dan budak perempuan itu jg akan merdeka ketika tuannya wafat.
@ardisatriawan Klaten sih....
Udara masih enak, banyak umbul mata air buat wisata. Rumah sakit juga tersedia banyak, bahkan punya RSUP Soeradji Tirtonegoro. Sekolah-sekolah bagus juga banyak. Mau ke Jogja dekat mau ke Solo dekat. Akses bandara ke arah Solo lebih dekat.
Saat Raja Mesir Ar-Rayyan bin Al-Walid bermimpi tentang masa paceklik, Nabi Yusuf tidak hanya berkata, “Tenang, Allah sudah menjamin rezeki kita.” Beliau justru menyusun strategi, mengelola cadangan pangan, meningkatkan produksi serta melakukan mitigasi risiko selama 7 tahun. Tawakal bukan berarti menafikan ikhtiar. Jaminan Allah itu pasti, namun mengajarkan perencanaan, kehati2an dan pengelolaan yang baik adalah sunnatullah yg harus kita lakukan.
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
@karirfess 🧔 : Periode dakwah Nabi Muhammad di Mekah dan di Madinah berapa tahun nak?
🧒 : 13 & 10 tahun Pak
🧔 : Setelah Nabi wafat, pemimpin umat Islam siapa?
🧒 : Abu Bakar
🧔 : Periode ini disebut dengan periode khu...?
🧒 : khu.. khuk ...khuk... Khuk...
KENAPA BANYAK COWOK KALAU DEMAM rasanya kayak mau meninggoy? 😭
Fenomena ini sering disebut “man flu”.
Dan ternyata… ada penjelasan medisnya.
Di tubuh laki-laki, hormon yang dominan adalah testosteron.
Nah, hormon ini punya efek imunosupresif, alias bisa menekan respon sistem imun.
Menarik!
Penelitian menunjukkan 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝗵𝗶 𝘀𝗲𝗹 𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗼𝘃𝘂𝗺.
Menurut studi tersebut, sel telur manusia aktif “memilih” sperma yang paling cocok secara genetik, bukan hanya yang paling cepat.
Mekanisme sederhananya adalah ovum pada wanita juga mengeluarkan zat-zat kimia untuk menarik sperma yang “dipilih” untuk pembuahan, melalui cairan folikel-nya. Zat kimia ini berfungsi seperti “jejak aroma” yang menarik sperma ke arah sel telur.
Dengan kata lain, 𝘀𝗲𝗹 𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗽𝗿𝗲𝗳𝗲𝗿𝗲𝗻𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗶 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸.
Proses ini disebut “cryptic female choice,” yang artinya, sel telur memiliki mekanisme sendiri untuk memilih sperma yang paling kompatibel secara molekuler/genetik, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan dan kesehatan keturunan.
Yang menarik pada penelitian ini adalah cairan folikel dari satu wanita ternyata lebih kuat menarik sperma dari pria tertentu, sementara cairan dari wanita lain lebih kuat menarik sperma pria yang berbeda. Ini terjadi secara konsisten dan tidak selalu mengikuti pilihan pasangan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Jadi, pembuahan itu ternyata bukan sekadar “siapa yang lebih cepat maka dia yang menang”, melainkan proses seleksi kimiawi yang kompleks di mana sel telur juga ikut berperan aktif.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Fitzpatrick (2020). Chemical signals from eggs facilitate cryptic female choice in humans
Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.
Adapun sampai akhirnya gerbong KRL ujung itu buat perempuan, dicetus Pak Iganisus Jonan pada 19 Agustus 2010 berdasarkan pertimbangan teknis dan sesuai standar internasional.
Secara psikologis, area ujung sering dianggap lebih tenang. Selain itu, dalam kondisi darurat, pemisahan di ujung memudahkan petugas untuk memberikan prioritas evakuasi bagi kelompok rentan (wanita, anak-anak, atau lansia) yg biasanya terkonsentrasi di gerbong tersebut.
Kebijakan ini juga berkaca pada negara2 lain yg udah lebih dulu menerapkannya, kyk Jepang (Women-only cars). Di Jepang, gerbong perempuan biasanya diletakkan di ujung atau di deket tangga akses keluar/masuk peron yg paling ramai untuk efisiensi waktu bagi penumpang wanita.
Ada sih bbrp negara yg gerbong khusus perempuan di tengah kayak Malaysia (KTM Komuter & Rapid KL) dan Metro Kairo. Cmiiw.
Tapi kalo kecelakaan terjadi karena kesalahan sistem KAI ya buat apa dipindah2? Benerin akar masalahnya dulu.
Turut berduka atas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, khususnya utk korban perempuan, Ya Allah mana aku sering commute pake KRL..
Pak Jonan dulu waktu Dirut KAI selalu bilang: ‘Jangan bikin regulasi dari atas meja AC doang. Turun ke lapangan, rasakan sendiri bagaimana kondisi sebenarnya.’
Sekarang lihat statement ini: ‘Laki-laki taruh di depan & belakang, perempuan di tengah’ pasca tabrakan KA.
Solusi dadakan yg terdengar ‘peduli’, tapi justru absurd. Nyawa laki-laki & perempuan sama berharganya. Kalau gerbong perempuan memang biasanya lebih sepi, malah gerbong depan-belakang yg padat bakal jadi tumbal lebih besar.
Ini klasik contoh kebijakan tergopoh-gopoh tanpa riset mendalam & tanpa empati lapangan.
Kalau pejabat negara masih suka bikin statement seperti ini tanpa turun langsung ngerasain operasional harian, ya hasilnya akan terus begini: solusi yg malah bikin publik geleng-geleng kepala.
Leadership Jonan dulu sukses karena beda: merasakan dulu baru mengatur. Bukan sebaliknya.