A Netflix show, CoComelon, features interracial gay dads attempting to raise a baby as transgender who make the toddler dance for them in drag. This is the woke version of Bacha Bazi.
@SeputarMadrid tim itu terlambat regenerasi, transisi dari pemain senior ke pemain baru terlalu lambat, jati diri dan mentalitas club jadi downgrade, Madrid di fase awal dari kehilangan mentalitas, jati diri itu harus segera dibenahi.
@SeputarMadrid pak xabi harus punya pakem starting yg jelas jangan ky orang linglung coba2 fromasi.
next mid
arda-tcho/fede-cama/ceba-jude.
harus ada antar cama/ceba yg berani keep ball dan atur tempo, arda kurang kalo keep ball lama2, recovery kalo ilang juga jelek
@SeputarMadrid carva underperform, ngga ada blok2 crossing atleti, fede linglung, ceres sama aja ngga bisa blok, setelah awal babak ke2 harusnya cama masuk ganti fede, atau ceba ganti jude, asli tengah Madrid mati banget ngga ada yg atur tempo.
Penjarahan yang terjadi sepertinya adalah manipulasi elit politik ke masyarakat miskin kota. Kelas menengah kemudian menuduh mereka yang "tidak makan bangku sekolahan" karena melakukan penjarahan. Padahal "tidak makan bangku sekolahan" adalah persoalan struktural.
Guys I just found out that you can support indonesian grab riders who are still out on the streets because grab allows you to make deliveries in other SE Asian countries?? OKAYYYY
"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat.
Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual.
Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi?
Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian.
Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami.
Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?"
Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini.
Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat?
Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya?
Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu?
Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!"
Ibu Nana
Warga Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
30 Agustus 2025