Hi, aku mau WTS tiket Synchronize Fest 2026! 1 tiket 3days pass (16, 17, 18 Oct ‘26) - harga presale only 500K, dengan nama pribadi. Yang mau silahkan DM ya ✨
#wts#presale#synchronize
Kenapa Jaman Soeharto Lebih Enak?
Karena hidup terasa stabil.
Harga-harga jarang naik.
Sekolah, jalan, dan irigasi banyak dibangun.
Televisi bicara soal pembangunan, bukan keributan.
Dan semua tampak aman. Tenang. Terkendali.
Tapi di balik ketenangan itu, kekuasaan terkonsentrasi di satu keluarga.
Selama 32 tahun, uang publik berputar di lingkaran kecil bisnis kroni dan yayasan pribadi.
Nilai kekayaan tidak sah yang dikaitkan dengan Soeharto diperkirakan mencapai US$ 15–35 miliar,
setara dengan Rp 400–1.000 triliun dalam nilai uang sekarang.
Lalu ketika ia turun tahun 1998,
Sang "Pahlawan" tidak mewarisi kemakmuran, tapi utang lebih dari Rp 550 triliun,
sekitar 58 persen dari total ekonomi nasional saat itu.
Beban itu tetap kita cicil lewat pajak, inflasi, dan kebijakan anggaran sampai hari ini!
Masalahnya tidak berhenti di situ.
Korupsi dan inefisiensi birokrasi selama Orde Baru menghambat produktivitas nasional.
Menurut simulasi ekonomi, jika sistem pemerintahan saat itu bersih,
dan pertumbuhan ekonomi naik hanya 1,5 poin persen per tahun (dari 7 persen menjadi 8,5 persen),
maka dalam 32 tahun ekonomi Indonesia bisa dua kali lipat lebih besar dibanding kenyataan.
Potensi yang hilang sepanjang periode itu setara dengan Rp 7.000–8.000 triliun dalam nilai sekarang.
Uang sebesar itu bisa membiayai pendidikan gratis untuk seluruh anak Indonesia,
membangun ribuan rumah sakit, dan mengangkat jutaan keluarga dari kemiskinan.
Seandainya Soeharto tidak korupsi, Indonesia bisa masuk ke jajaran negara maju sejak awal 2000-an.
Kita tidak akan terjebak dalam lingkaran utang, subsidi, dan ketimpangan yang masih terasa sampai hari ini.
Jadi kalau ada yang bilang "jaman Soeharto lebih enak",
mungkin iya, karena rakyat hanya merasakan stabilitas di permukaan.
Tapi di bawahnya, masa depan bangsa sudah dijual jauh sebelum reformasi dimulai.
Nope, Habibie masih megang nomer 1, krisis ekonomi dihandle cuma dalam waktu 5 bulan, rupiah yg anjlok dari 16rb berhasil diturunin ke 7000 hanya dalam 5 bulan, kebijakannya banyak yg humanis, komnas perempuan terbentuk krn pak Habibie. Masalahnya kita alergi sama orang pinter
#PanggilanDarurat
Mengajak rekan-rekan semua untuk menaikan tagar #DaruratKekerasanAparat dan #PanggilanDarurat pada hari ini di semua platform media sosial personal/lembaga/komunitas. Kita mulai dari pukul 10.00 sampai polisi memperbaiki diri.
Kekerasan aparat keamanan selalu berulang dan mereka tidak pernah berbebah. Kita perlu lebih banyak lagi bersuara untuk Indonesia yang lebih aman dan bebas kekerasan.
Hidup Rakyat!
Wacana dari obrolan brg temen2… influencer, selebriti dan buzzer2 rezim ini emang ga ada malunya, mau dikatain kaya apa juga ga ngaruh.
Mungkin kalo mau cepet, yang diboikot itu brand-brand yang masih kerja sama mereka. Biar pada takut kehilangan kesempatan mereka semua.
SUARA NETIZEN +022 :
Jangan percaya !!!. Di bandung underpass Cibiru tidak pernah ada, teras Cihampelas kumuh, Kiara condong janjinya untuk rakyat malah devoleper. Pas jadi gubernur janji aktif KA Ciwidey - Bandung sampai sekarang aktif di pake Jin
Baru inget punya gubernur menjelang doi lengser, itu juga karena ada acara pembukaan alun2. Di Cianjur beneran ga banyak berubah, selain Bupati ya ikut2an bangun ikon kota, kaya tugu tauco, tugu bubur, kaya itu mah bisa ntar aja ga sih 😊🙏🏻
🚨Isilop mulai berlebihan sekarang ada orang sampai ditarik di injek digebukin rame rame 🤧
Inikah yang mengayomi rakyat🖕
Polisi juga membubarkan di gang gang Dekat Gedung DPR RI‼️
BATALKAN BUKAN TUNDA‼️
#TolakPolitikDinasti#KawalPutusanMk
“Kami yang lagi pada kerja diserang juga [oleh polisi],” sebut warga yang ditemui Narasi.
Simak live reportnya di YouTube dan Instagram Narasi Newsroom, juga Instagram Mata Najwa.
| Narasi Daily