Ibarat Jack Grealish di Man City lalu pindah Everton
Ibarat Scott McTominay di MU lalu pindah Napoli
Kira-kira begitu Nathan Tjoe-A-On setelah pindah ke Willem II dan mendapatkan game time.
Insting & Nalurinya kembali!
23 Tahun Panjang perkembangan!
MU under Ole was vibes. Sit deep, absorb pressure, then boom, counter attack kayak petir nyambar. ⚡️
Satu kesalahan lawan, langsung dihukum.
https://t.co/vPjBgzgikY
Manusia berkehendak, Tuhan yang menentukan, Onana yang menjalankan.
Musim ini, MU full menerapkan filosofi total football, alias nek remuk yo sing total sisan. Rasah setengah-setengah.
Looooooos.
“Karpet di ruangan ini kayaknya perlu diganti,” katanya di ruang rapat, sebelum melewati sore yang jadi pertemuan terakhir kami.
Sesampainya di bawah, saya menimpali: “Urusan karpet itu taktis berarti?” balas saya setelah mendengarnya bicara tentang pentingnya bekerja dengan kesadaran taktis.
Ia tertawa. “Kagak. Emang kayaknya udah waktunya diganti.”
–
Sebuah obituari oleh Pemimpin Redaksi Narasi, @zenrs
...sama bingung ini kok tim audit cuma 5 orang, emangnya gak ribet ngumpulin dokumen buat auditor eksternal?!!
Gak ada remediasi prior year control deficiencies?!!
Gak ada instruksi manajemen suruh cek X sampai ke anper?!!
Gak ada masalah ITGC?!!
Baru mulai nonton The Auditors.
Ini Shin Cha-Il kok bisa interogasi langsung tanpa bikin Notadinas Undangan? Kok interogasi sendirian tanpa hadirnya saksi lain? Kok bisa gak record hasil interview saksi?
Antara amazed kok bisa satset sama wah kok ini riskan bgt.
Ngene wae. MU mending mbayari pelatih papat. Amorim khusus Europa League. Ten Hag khusus Carabao, Louis van Gaal khusus FA, njuk Solksjaer khusus Premier League. Soale klub iki saking guobloke, pelatih siji ora ngatasi.