Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
The different types of maintenance:
1. Preventive maintenance – includes regular and periodic (time-based) schedules.
2. Corrective maintenance – occurs when an issue is noticed.
3. Predetermined maintenance – follows a factory schedule.
4. Condition-based maintenance – occurs when a situation or condition indicates maintenance is needed.
5. Predictive maintenance – is data-driven and impacted by preset parameters.
6. Reactive maintenance – occurs when a total breakdown or failure appears.
Inget yang dikatakan Mbib @toniheru kalo saya pernah "ditolak" harta dan uang?
Yang dikatakan Mbib Toni itu benar adanya dan saya mengalaminya.
Pernah pada suatu masa, dalam rentang waktu tahun 2005 - 2014, saya cukup berlimpah uang - yang kemudian menjadikanku "ugal²an".
Kabar baiknya,
Kita semua akan meninggal.
Semua hal yg annoying di dunia ini akan berakhir. Kita semua akan mati dan gak perlu lagi kuatir akan melihat dunia yg semakin di luar nalar dan semakin ga waras ini.
Sederhana saja.
Setiap malam kita tidur tanpa ada jaminan masih akan tetap hidup pada esok harinya..., namun tetap saja kita memasang alarm weker.
Itu yg namanya harapan.
Guyss
Data UMP/UMK/UMSK sudah bisa diliat di link berikut
Secara berkala nanti akan kita update bila ada dokumen baru dari propinsi/daerah lain
Link:
https://t.co/TzyW0jjVY8
Lagi ning fase hidup, duit akeh, tapi kebutuhan ra ana, sing dipingin wes cemepak, utang ra ndue, kabeh wes turah turah....maaf lho ya, bukane iki sombong. Iki ki mung ngayal.
QS. Al-Baqarah 204-205:
Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk berbuat kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan.
Salah satu pesan bapak yang sampe sekarang masih saya terapkan ketika berkendara adalah
"Jika dibelakang kita ada truk dan posisi jalan menurun, maka kasih truknya lewat kita ngintilin dibelakang. Sementara kalo ditanjakan & didepan kita truk, maka sebisa mungkin salip jika aman & tinggalin truknya atau kita yg ngalah, menepi nunggu truknya selese nanjak"
100% customer di salah satu bisnis ku itu reach out dan close deal via WhatsApp.
Kalo ada yang pernah dealing sama tim CS ku, pasti tau, kalo responnya di jam kerja itu selalu cepat. Info yang diminta juga hampir selalu dijawab instant.
Kok bisa?
Satu, gue emang punya dedicated staff untuk CS, trus balesnya wajib cepet. Ga boleh delay (kecuali ya pas istirahat atau ke WC).
Dua, semua kebutuhan customer dan calon customer udah kami petakan. Udah ada template reply-nya. Jadi pencet shortcut, jawaban lengkap langsung tersedia. Jika ada request baru, akan kami catat dan jawabannya kami buat template lagi.
Trus ketiga, semua file (gambar, pdf, dll) yang mungkin dibutuhkan, juga udah kami siapkan.
Yang terakhir, gue build app internal yang cuma butuh 1-2 menit untuk auto generate invoice, auto kirim tagihan ke WA customer (via API layanan WAVIRO), trus auto masukin kalender/jadwal visit, lanjut auto bikin tugas untuk staff-staff terkait ke task management app (via API app Kanal), dan auto info ke WA group internal kalo ada orderan baru.
Gue memaknai "fast response" dengan sepenuh hati.
Proses di bisnis ku, sebisa mungkin kalo ga semi-auto, ya full autonomous.
Tim CS ku handle sekitar 50 - 80 sesi chat per hari. Semua bisa dengan mudah di-handle tanpa ada yang miss. 🫡
Makes sense ya.