Gini ini dia gak usah dipuji
bahkan gak layak diucapin Terima kasih
sejak awal kasus ini negara (pemerintah) sudah bersalah
1. Tidak ngasih gaji layak ke guru honorer
2. Kriminalisasi guru oleh perangkat hukum + gubernur
Abis ini apa guru honorer akan dapat gaji layak? Nggak.
Efisiensi anggaran sering dikatakan demi program makan gratis (70 triliun). Padahal bagian terbesar untuk Danantara (325 triliun).
Trik ini dipakai Jokowi: Mencatut nasib pengangguran untuk meloloskan UU yang memperkuat oligarki dan konglomerasi pakai narasi "Cipta Kerja".
Gaza has profoundly changed /strengthened the way I see: the West, international law and order, human rights advocacy and organisations, media, academia, democracy, statism, activism, artists, liberation movements, racism, religions, friends.
Free Palestine!!
Kalau mau yg konkret + relate hasil kerja/pikiran Kyai Ma’ruf Amin melihatnya jangan sebagai Wapres. Lihat posisi dia sebagai Legislator dan akademisi, contoh:
Ma’ruf Amin yg tugasnya di DPRD memang bikin aturan, di tahun 1980 usul ke Pemprov Jakarta agar informasi periode berlaku bulan dan tahun yg ada di STNK dipasang juga pada plat nomor kendaraan. Usulannya sebagai Ketua Fraksi PPP itu jadi usulan bersama DPRD Jakarta. Gak cuma Pemprov Jakarta, Soeharto melakukan aturan itu secara nasional.
Hal konkret lain sebagai akademisi, @kiyai merupakan Profesor Ekononomi Islam, adanya BSI dan Bank Muammalat adalah gagasan para ekonom Islam, salah satunya Yai Ma’ruf.
Konteks:
1. Ma’ruf Amin merasa polisi terlalu makan waktu lama dan bikin macet saat razia yg sebelum 1980, hampir semua kendaraan di-stop untuk diliat STNK pengendara aktif apa gak. Biar gak semuanya di-stop makanya bulan dan tahun aktif kendaraan itu dibuat juga pada plat nomor.
2.Ekonomi berbasis syariah dibahas para ekonom Islam termasuk beliau, menggelar Konferensi Ekonomi Islam di Universitas Islam Bandung tahun 1990. Hasilnya konferensi dibahas di Munas ke IV MUI.
Lobi politik dengan Soeharto penguasa Orde Baru ini lah peran tokoh ekonomi Islam dan Kyai Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syariah Nasional di MUI mengajukan nama Bank Islam Indonesia, Bank Karya Islam & Bank Amal Islam.
Dorongan dilakukan juga oleh ICMI (pimpinan BJ Habibie). Para tokoh di ICMI dan MUI yang bolak-balik meyakinkan Soeharto (yang Kejawen)soal konsep ekonomi Islam, pada awal 1992 Pemerintah Orde Baru resmi menamai Bank Muammalat dan mendirikannya.
🚨JULIAN ASSANGE: ‘Artificial intelligence is being used for mass assassinations in Gaza’
“The majority of targets in Gaza are bombed as a result of artificial intelligence targeting.”
US-UK-EU-armed Israel has made the concept of an AI dystopia into a reality, where human life is destroyed on a genocidal scale using AI.
Sibuk bangun IKN
Sibuk bangun tol
Sibuk dgn kereta cepat
Sibuk dengan bandara
Sibuk ngurusin kedua anaknya
Bangsat...
Sementara ibu ini gagal masukin anaknya ke SD karena gak bisa beli seragam.
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un
Selamat jalan Bang Faisal Basri. Di tengah titik nadir demokrasi, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Terima kasih, pernah turut mewarnai perjalanan kami di Kenduri Cinta.
Yang paling mengganggu logika hukum dan ketatanegaraan adalah ketika konstitusi dan semua aturan hukum, termasuk pemilu (pilpres dan pilkada), coba diubah dan disesuaikan dengan skenario pemenangan keluarga, bukan negara-bangsa. Negara hukum (rechtsstaat), diubah menjadi negara kekuasaan (machtsstaat), bahkan hanya negara demi keluarga. Lawan!
Siapapun yang ambil kebijakan pendidikan, tolong promosikan ilmu soshum ke anak-anak muda. Please.
1) Biar ahli hukum itu yang pegang orang-orang pinter, jadi gak ada kebijakan aneh-aneh, biar hakim, jaksa, dan pengacara itu bisa bijaksana kalau memutuskan suatu kasus,
2) Biar ada orang pinter yang ngajarin cara komunikasi publik yang bagus ke orang-orang Saintek, liat timeline dokter dan bullying kemarin contohnya,
3) Biar orang pinter yang pegang ekonomi, akuntansi, dan keuangan negara,
4) Biar ada orang pinter yang ahli di bidang manajemen, ilmu politik, dan kebijakan publik, jadi gak sembarangan bikin aturan,
5) Biar pada ngerti sejarah dan belajar dari masa lalu supaya kesalahan-kesalahan gak terulang,
6) Biar banyak yang bisa bahasa asing supaya kita bisa belajar banyak dari negara-negara maju yang tidak berbahasa Inggris,
7) Masih banyak lagi.
Jangan lupa, upah layak para ahli soshum itu biar anak muda pada tertarik.
Masa kebanyakan anak-anak cita-citanya jadi dokter, insinyur, dan programmer?
“Hanya ada satu negeri yang menjadi negeriku. Ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku.” -Rene de Clercq, dikutip oleh Bung Hatta dalam pledoinya di Den Haag tahun 1928.
Jangan putus asa dan jangan pernah menyerah untuk Indonesia. Kata Bung Karno: Tetaplah bersemangat elang rajawali! :)