Mau marah kepada siapa, jika diperlakukan seperti "dilewati saja", kegiatan sekolah ngga ada koordinasi, diberi tanggung jawab ngga selesai tugasnya. Kalau urusan administrasi tetap dicariin, urusan teknis dianggap angin berlalu
Bicara soal kerjaan, sana sini banyak yg saling sikut. Menyingkirkan secara halus dg membatasi kewenangan/ tidak dilibatkan dalam suatu hal. Mencoba menjadi profesional pun sepertinya tak ada gunanya. Benar kata Gus Dur, tak ada jabatan di dunia ini yg perlu dipertahankan mati2an
Kegiatan di pekan ini dimulai dengan Apel Kesiapan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Menerima kunjungan pimpinan MPR RI. Berkunjung ke Aceh Besar dan Sumut untuk melakukan beberapa peresmian Inpres Jalan, Bendungan, dan infrastruktur lainnya. Kemudian Kembali ke Jakarta untuk menanam pohon di halaman Istana Negara Bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan berpamitan dengan Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Ini adalah jurnal sepekan terakhir saya sebagai Presiden RI. Terimakasih dari lubuk hati saya yang terdalam kepada seluruh warga Indonesia yang selalu mendoakan dan mengikuti kegiatan saya selama 10 tahun ini. Terimakasih yang sebesar-besarnya
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pamit setelah 45 tahun berkarier.
Walaupun terlihat tenang, Basuki dikenal sangat profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Kementerian PUPR.
#basukihadimuljono#pakbasukicore#detikcom
Ada banyak cara untuk mengetahui kisah perjalanan hidup Rasulullah, salah satunya adalah melalui kitab maulid. Berikut ini beberapa kitab maulid yang lazim dibaca di Indonesia.
___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://t.co/NJshF1HntD (Android/iOS)
Bahasa Surabaya vs Bahasa Jogja
Sama-sama bahasa Jawa, tapi bahasa Jawa di Jawa Timur, khususnya Surabaya (dan sekitarnya), berbeda dengan bahasa Jawa di Jogja.
Selain beda logat dan beda pengucapan, bahasa Surabaya (Suroboyoan) dan Jogja juga punya kosakata yang benar-benar berbeda.
Tulisan ini berdasar pengalaman saya saja sebagai warga Jatim yang sekolah di Jogja dan sejauh yang saya ingat. Saya dulu awal hidup di Jogja benar-benar banyak tidak paham dengan kosakata Jogja. Apalagi waktu itu saya masih SMP, jadi wawasan pergaulan memang belum luas.
Berikut ini daftar kosakata bahasa Jogja yang saya sandingkan dengan bahasa Surabaya dan arti dalam bahasa Indonesia.
Kata umum:
Bocah - arek - anak-anak
Kowe - koen - kamu
Kowe - sampean - anda
Kuwi - iku - itu
Ora - gak - tidak
Piye - yok opo - bagaimana
Kata khusus:
Bada - riyoyo - lebaran
Bajingan - jancuk - umpatan paling kasar
Bajinguk - jancik - plesetan umpatan supaya lebih halus
Bali - mulih - pulang
Cawet - sempak - celana dalam
Dong - ngerti - paham
Gasik - luwih isuk - lebih awal/pagi
Gojeg - guyon - bercanda
Isah-isah - korah-korah - cuci piring
Jungkat - suri - sisir
Kangsenan - janjian - janjian
Kêmaki - kêményék - belagu
Kêmayu - éndél - genit
Kesel - pegel - capek
Kulah - jeding - kamar mandi
Madang - mangan - makan
Mari - waras - sembuh
Mobil - montor - mobil
Montor - sepeda montor - motor
Mumet - ngelu - pusing
Mubeng - mumet - berputar
Ndene - rene - ke sini
Ndono - rono - ke sana
Ngundang - nyeluk - memanggil
Pit - sepeda - sepeda
Plintheng - tepil - ketapel
Rampung - mari - selesai
Rêgêd - rusuh - kotor
Sêngit - jêmbêk
Sesuk - mene - besok
Singsot - anil - bersiul
Udud - rokok - rokok
Wagu - gak pantes, elek - tidak pantas, jelek
Wangun - apik - keren
Waton - ngawur - ngawur, asal
Itu tidak termasuk yang bentuk katanya hampir sama tapi pengucapannya beda atau beda sedikit, seperti:
Dolan - dulin - pergi main
Duwur - dukur - tinggi
Hurung - durung - belum
Ndek ingi - wingi - kemarin
Rêsék - rêsik - bersih
Uwit - wit - pohon
dll.
Untuk mengatakan "sangat", orang Surabaya menambahkan sisipan "uw" pada suku kata pertama kata yang dimaksud. Di Jogja, hal ini tidak berlaku.
Contoh:
- Sangat tebal (kandel):
Jogja = kandel banget
Surabaya = k-uw-andel
- Sangat gemuk (lemu):
Jogja = lemu banget
Surabaya = l-uw-emu
- Sangat jauh (adoh):
Jogja = adoh banget
Surabaya = uw-adoh
Namun ada beberapa kata dalam bahasa Jogja yang saat mengatakan "sangat" itu mengubah huruf vokal terakhir dengan huruf "i".
Contoh:
- Sangat jelek (elek):
Surabaya: uw-elek
Jogja: elik
- Sangat merah (abang):
Surabaya: uw-abang
Jogja: abing
Kalau sangat-sangat?
Bahasa Surabaya sehari-hari bisa memakai sisipan "uw" di "setiap" suku katanya atau menambahkan jumlah huruf "u" pada sisipan "uw". Makin banyak "u", berarti makin "sangat".
Bahasa Jogja, bisa mengombinasikan antara mengubah huruf belakang jadi "i" dan kata "banget". Plus kata banget yang dimodifikasi menjadi "biyanget".
Contoh:
- Sangat-sangat jelek (elek)
Surabaya: uw-el-uw-ek, uuuw-elek
Jogja: elik banget, elik biyanget
- Sangat-sangat besar (gedhe):
Surabaya: g-uw-edh-uw-e, g-uuuw-edhe
Jogja: gedhi banget, gedhi biyanget
Catatan:
Sisipan "uw" dalam bahasa Surabaya seringkali tidak ditulis huruf "w"-nya.
Contoh: sangat malas = m-uu-ales
Ketua Umum Pimpinan Pusat @muhammadiyah Prof H Haedar Nashir @HaedarNs beserta jajaran bersilaturahim ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) @nahdlatululama di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Hari ini, tanggal 2 Maret, adalah hari lahir Allah yarham Kiai Haji Ali Maksum. Tepatnya, beliau dilahirkan pada tgl 2 Maret 1915. Beliau lebih muda setahun dari Kiai Abdul Wahid Hasyim yg dilahir pada 1 Juni 1914.