Ini bagian dari membuat pasar lebih inklusif. Pasar ga hanya dagang sembako, tapi jadi pusat ekonomi layaknya sejak dahulu. Kan seru abis beli ayam potong sama bumbu gulai, mampir dlu ngopi japanese beans exotic di satu atap yg sama.
Di depok ada langganan servis yg abangnya jago, jujur juga. Dari dulu ke situ, tempatnya nyaru, kayak ga niat, nyatu sama bengkel aki. Tapi dalemnya kayak goanya stark.
Yg kami lakukan, cek rutin ke spog & bidan secara seimbang. Kami butuh kedua pendapat mrk. Lalu mengusahakan utk kelahiran normal, dr mulai olahraga & segala persiapannya. Di hari kelahiran, kami berserah kpd jalan kelahiran. Mau itu berhasil normal atau rujuk SC kami sdh siap.
Kesel banget baca cerita begini tuh!!
Izin mengingatkan bahwa sectio caesaria (SC) itu BUKAN artinya kalian gak sempurna jadi ibu!
Bila memang sudah ada indikasinya dan diarahkan untuk SC oleh dokter SpOG, TOLONG BANGET agar diikuti. Karena pasti ada indikasinya, yang bilamana SC tidak dilakukan, bisa ada risikonya baik untuk janin, maupun ibunya.
Ada etikanya untuk posting soal pasien di media sosial. Gak cuman asal gak dikasih nama terus cukup. Di postingan itu ada tanggal periksa, umur pasien, dan riwayat medis singkatnya. Impresi tinggi tapi kurang etis ya buat apa?
PKL ini dilematis dan paradoxial. Yg kadang ga dipahami banyak birokrat & perencana. Pendekatannya lebih byk humaniora ketimbang teknis. Ga serta merta, dikasih tempat baru yg ‘tertata’. Kasus yang sudah2 pasti jualannya jadi sepi. Artinya ada yg salah dr cara penyelesaiannya.
Terkait pedagang kaki lima yang jualan di trotoar atau badan jalan sekalipun, gue sering bilang ke tim ku di brosispku: kita ga akan menyerang lokasi berjualan mereka.
Kita cuma akan fokus bikin postingan review jualan mereka. Kita promosikan agar banyak yang tau dan mungkin mau beli. Kita bantu angkat mereka semampu kita. Gratis tanpa biaya.
Itu saja misi dari brosispku.
Kita ga akan bikin postingan kritik tentang mereka yang berjualan di tempat yang salah.
Para pedagang itu mayoritas berjualan buat makan sehari-hari. Bukan untuk jadi kaya raya. Sekedar bertahan hidup aja. Gak lebih.
Bukan mereka yang harus kita "musuhi", bahkan "perangi".
Kita ga setuju dengan tempat mereka berjualan, tapi mereka bukan "papan tembak". Kita ga akan jadiin mereka "target serangan".
Keberadaan mereka di sana ya semata untuk bertahan.
_
Kadang liat polisi twitter sibuk komentar tentang pedagang mikro yang berjualan di trotoar, gue sering mikir "ya udah si jen".
Protes lo ga salah, tapi liat sesuatu yang lebih besar/dalem dari itu.
Pernah kejadian di Indomaret. Ada seorang ibu bawa uang banyak di tas mau di setor. Masalahnya uangnya lecek. Jadi saat dia setor banyak yang nggak di terima trus dia rapiin satu satu. Hampir 20 menit dia belum usai juga sementara antrian panjang.
Saat di tegor malah nyolot dan bilang dia punya hak untuk setor semua uangnya.
Karyawan indomaret inisiatif matikan listrik dari meteran. Kemudian di hidupin lagi.
Setelah hidup atmnya. Ibu itu panik karna uangnya ketelan mesin.
Next: Tahukah kamu bahwa bersenggama antara cwe n cwo adalah bentuk ketimpangan gender karena ada yg mencoblos dan dicoblos?
Ini adalah bentuk penetrasi n invasi kuasa pada satu pihak.
Oral segs jg bisa dipandang sebagai pembungkaman berekpresi n ketimpangan gender.
/s
Jawaban buat pertanyaan zee sebenernya udah jelas, namanya Telkomsel. Operator paling gede, paling kaya, paling banyak pelanggan di negeri ini, yang paling pertama maju dan paling lantang soal masa aktif 28 hari, lalu dengan entengnya bilang ini semua demi kebiasaan pelanggan. Seakan-akan jutaan orang Indonesia ngantri minta jatah internetnya dipotong dua hari tiap bulan.
Indosat ikut nimbrung, XL katanya ikut di sebagian paket walau katanya mayoritas paketnya masih 30 hari. Tapi yang ngebuka pintunya Telkomsel, dan mereka ngebungkusnya pakai kata manis soal customer behaviour. Padahal lo ga butuh gelar ekonomi buat ngerti, ga ada satu pun pelanggan yang behaviour-nya pengen bayar lebih sering buat barang yang sama.
Mainnya halus, makanya jarang ada yang ngeh. Setahun ada 365 hari. Masa aktif 30 hari berarti lo beli 12 kali. Begitu jadi 28 hari, lo dipaksa beli 13 kali buat nutup tahun yang sama. Satu belanja ekstra, tiap tahun, dikali puluhan juta pelanggan. Simulasi IDN Times nyebut selisihnya bisa sekitar Rp100 ribu per orang per tahun, walau angkanya tergantung ke paket dan pola pakai, jadi cek lagi sesuai kasus lo. Kecil di kantong lo, tapi jadi gunung everest di laporan keuangan mereka.
Belum kelar di situ. Sisa kuota yang udah lo bayar bakal hangus begitu masa aktif lewat. Operator ngotot istilah hangus itu ga tepat, katanya yang lo beli cuma hak akses jaringan buat periode tertentu, dianalogiin kayak obat yang ada tanggal kadaluarsa. Tapi pas PLN diseret ke sidang, mereka jelasin token listrik ga pernah hangus, karena yang ngurangin saldo itu pemakaian, bukan jam dinding. Pertanyaannya, kenapa listrik bisa, internet enggak?
Soal hukum gw ga mau lebay, sampe detik ini belum ada putusan yang nyatain operator bersalah, karena perkaranya emang masih jalan. Yang nggugat bukan orang gede, cuman pengemudi ojol Didi Supandi dan kawan-kawan, plus sekelompok mahasiswa hukum, yang nilai kuota dihapus sepihak tanpa kompensasi adil itu nabrak hak atas harta benda di UUD 1945. Dan lo tau siapa yang pasang badan belain operator? Pemerintah sendiri, lewat Komdigi, yang bilang rollover atau refund bakal nambah beban biaya.
Jalannya berdarah-darah. Satu gugatan emang udah dipentalin MK pertengahan Mei 2026, tapi gugurnya gara-gara berkasnya dianggap kabur, bukan karena isunya kalah. Ibarat lamaran ditolak gara-gara formulirnya nggak lengkap, bukan gara-gara orangnya nggak layak, hakim bahkan belum sempet nimbang inti perkaranya. Tiga gugatan lain masih bertahan dan lagi diperiksa isinya. Di sidang, ada hakim yang nanya tajem ke operator, "kok kuota belum habis tapi udah hilang". Dari luar, YLKI ikut ndorong. Jadi tekanannya datang dari dua arah sekaligus.
Tapi apakah bisa menang?
Di Afrika Selatan, rakyatnya ngeluh soal hal yang sama persis bertahun-tahun, kalah terus, sampe akhirnya regulatornya nyerah dan maksa operator ngerollover otomatis kuota yang belum kepake mulai 2027. Bedanya, di sana yang ngalah duluan itu lembaga pengawasnya yang bikin aturan baru, bukan hakim lewat pengadilan. Di kita malah sebaliknya, lagi diperjuangkan lewat gugatan ke MK. Beda pintu masuk, jadi belum tentu hasilnya bakal sama.
Sejarah udah berkali-kali ngebuktiin, raksasa kayak gini tunduk bukan gara-gara digoyang orang gede. Tapi karena orang-orang biasa yang capek haknya dirampok diam-diam, lalu mutusin buat ga diem. Pertanyaannya tinggal satu, dia bakal menang, atau jadi tumbal yang namanya kita lupain begitu palu diketok?
فَأَتْبَعَ سَبَبًا, masih jadi ayat favorit. Satu kalimat sederhana yang menggambarkan pengembaraan manusia akan takdir, yang direpresentasi oleh Dzulqarnain.
@tvindonesiawkwk@awisuryadi Cafe deket rumah yang selalu ramai, tempatnya luas, suka jd tempat acara/gathering aja. Tiba tiba tutup dan alih usaha jd dapur mbh.
@TanyaMobilBase Baru ambil ertiga gen 1 matic, dgn kualifikasi ini. Gatau mobil apa yg mendekati ini selain ertiga. Kemarin pas pencarian, yg masuk radar jg, avxen, livina, chev spin.
Catatannya, nyari unit matic agak sulit. Lebih banyak unit manual yg harganya lebih fleksible dgn kondisi oke.
Almarhummah adalah pelanggan di penitipan motor bapak ku, dan dia selalu nitipin motor beserta kuncinya karena udah langganan dari lama. Ini aku sama bapak lagi anter motornya pulang.
Kenapa korban kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dikasih cairan infus selama evakuasi? Jadi gini
Waktu evakuasi korban terjepit, ada resiko crush syndrome yang terjadi karena otot yang tertekan dalam durasi yang lama, sel otot rusak dan zat sisa metabolisme (kalium, mioglobin, asam, dan fosfat) “bocor” ke dalam pembuluh darah.
Tapi waktu korban masih terjepit, zat sisa ini masih terbendung sebagian di tempat korban terjepit
Setelah tekanan dilepaskan, zat sisa metabolisme tadi bisa tiba-tiba mengalir ke sirkulasi. Endingnya bisa menyebabkan henti jantung akibat kelebihan kalium, syok karena mediator inflamasi, rabdomiolisis, dan kerusakan ginjal.
Cairan IV/infus NaCl sebelum pelepasan tekanan bisa bantu mengencerkan zat sisa metabolisme berbahaya tadi dan meningkatkan produksi urine supaya lebih mudah dibuang. Mengurangi risiko korban tiba-tiba memburuk atau henti jantung setelah berhasil dievakuasi.
Turut berduka cita untuk seluruh korban, semoga proses evakuasi dan penanganan dapat berjalan lancar.