Me: "Kamu nulis pakai AI ya?"
Mahasiswa: "Nggak, kok. Ini aku tulis sendiri."
Me: "Iya, pertamanya kamu tulis sendiri, terus minta diedit sama AI, kan?"
Mahasiswa: "Iya, Bu. Soalnya jelek tulisannya, biar bagus gitu."
Me: "Terus, kutipannya kamu minta parafrasanya sama AI, kan?"
Mahasiswa: "Kok Ibu tahu sih?!"
Sebagai mantan mahasiswa Computational Linguistics yg 24/7 tatap2an sama AI dan nangis brg AI aku hanya bisa tertawa satir.
"Berbahasa dengan baik dan benar" dapat dijelaskan lewat tiga hal.
- Berbahasalah = keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, menulis
- Dengan baik = sesuai konteks: laras sastra, kreatif, jurnalistik, bisnis, ilmiah, hukum
- Dan benar = sesuai kaidah: ejaan, kata, kalimat, paragraf, wacana
https://t.co/3pj6F1jEj1
Rozi, dosen di Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kehilangan istri tercinta dan kedua kakinya dalam kecelakaan tragis pada 2016.
Sempat terpuruk dan harus menjalani amputasi berulang, ia memilih bangkit dan terus berkarya.
Kini, Rozi berhasil meraih gelar doktor cum laude dengan IPK sempurna 4,00 dan menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada keterbatasan.
Penulis: Azwa Safrina
Kreatif: Nabilla Mutiara
Produser: Elizabeth Ayudya
+ #Surabaya #Peristiwa #Voice
Mobilitas sosial di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh privilege ekonomi, kelas sosial, dan koneksi jaringan (ordal). Menjual mimpi akademis tanpa membekali siswa dengan pemahaman tentang realita ketimpangan struktural sering kali berujung pada tingginya angka pengangguran terdidik dan krisis seperempat abad (quarter-life crisis).
Menolak narasi/pemikiran LGBT itu TIDAK SAMA dengan menindas/mempersekusi LGBT.
Dokter Tirta ini masih yang pertama. Lu kalo campurin keduanya, bakal repot. Logika lu jadi berantakan.
Sama dengan halnya menolak penormalan merokok itu tidak sama dengan menindas/persekusi para perokok.
Menolak narasi LGBT itu BOLEH dan menjadi hak warga negara.
Mempersekusi LGBT itu baru TIDAK BOLEH karena ada unsur pidana dan membawa bahaya bagi keselamatan orang.
Nah, kaum lu suka nyampur-nyampurin keduanya. Ditentang narasinya dengan "stay normal" langsung ke-trigger, langsung cancel, langsung nge-block. Langsung ngerasa itu serangan ke identitas, jati diri, sehingga menolak narasi LGBT = menolak orangnya juga, alhasil dianggap jadi bagian dari diskriminasi. Padahal di kehidupan sosial masyarakat ga sesederhana itu realitanya!
Kalo ngaku progresif, harusnya budayakan dialog, bangun argumen yang kuat. Kebiasaan buruk penganut ideologi LGBT ini terlalu kuat budaya nge-block/dni nya pada orang yg sekadar berbeda pandangan, sehingga yg muncul kebenciannya aja, bukan dialog.
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Apa pun masalah negaranya, ngopi solusinya. 😅
Apa bedanya espresso, americano, cappuccino, latte, macchiato, kopi susu, dan kopi susu gula aren?
Well, sebagian besar minuman kopi modern atau kekinian berawal dari satu menu yang sama: espresso.
Saya coba merangkumnya dalam satu infografik. ☕
Mana yang paling sering kamu pesan?
Ada yang inget Robby gak? Iya Robby Tremonti (yang keluar dari buku "Broken String")
Akhirnya ada yang mewakili netizen buat pukul dia😭. Iyap dikasih bogem sama Eza gionino. Katanya sih karna robby ini menyinggung istri Eza.
Padahal rencananya tanding tanggal 28 Juni di ring. 😭
Jika MBG dihentikan, bagaimana dengan nasib 1,5 juta penggerak SPPG & supplier bahan makanan?
Saya tidak tahu, dan tidak mau tahu juga. Karena sejak awal realisasi program ini, kan, ngotot "demi" gizi anak-lansia-bumil. Maka, perhatian saya ada di sana, bukan yang lain.
Kalau program ini benar-benar murni demi gizi anak-lansia-bumil, kenapa harus bikin rantai pasok sebesar itu yang ujung-ujungnya cuma bikin ketergantungan massal pada APBN?
Mereka yang ngotot dari awal apakah tahu persis bahwa ini bukan solusi gizi tapi mesin politik untuk bagi-bagi proyek?
Sekarang, tiba-tiba 1,5 juta orang jadi korban ketika programnya dihentikan (setelah mantan Kepala BGN-nya ketahuan korup), apakah mereka dari awal tidak tahu bahwa mereka cuma jadi alat untuk narasi “peduli rakyat” yang murahan?
Siapa yang salah kalau akhirnya nasib mereka terkatung-katung? Warga Indonesia selain 1,5 juta itu? Lho, bukan mereka yang memaksa "program gagal" ini jalan.
Lagian, kalau gizi anak-lansia-bumil memang prioritas utama, kenapa tidak langsung kasih dana tunai ke keluarga daripada lewat supplier dan penggerak yang entah berapa persennya cuma jadi perantara rente?
Seharusnya 1,5 juta penggeral SPPG harus menagih tanggung jawab ke mereka saja, bukannya ngasih tahu warga tentang kondisi mereka yang terkatung-katung itu.
Jadi, ya, jangan salahkan yang kritis dan protes sejak awal. Yang salah justru mereka yang ngotot program ini “harus” jalan, tanpa hitung-hitungan matang soal keberlanjutan, dan dampak jangka panjangnya.
Nasib 1,5 juta orang pengegrak itu, kan, konsekuensi logis dari kebijakan yang dibangun di atas "sandiwara gizi", bukan atas dasar akal sehat, to? Sementara kalian, kan, mengambil itu atas dasar ekonomi, to?
Kenapa harus mengadu ke rakyat non-1,5 juta itu?
NB: 1,5 juta itu bukan "relawan", ya. Mereka digaji pakai APBN. Tidak bisa disebut relawan karena mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan itu.
Dan ternyata tidak begitu pecus.
Izin menjelaskan mengenai bekam!
Terapi bekam adalah teknik pengobatan komplementer yang menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan negatif pada kulit, sehingga menarik jaringan kulit, lemak, dan otot ke dalam cangkir. Teknik ini telah digunakan secara tradisional di berbagai budaya, termasuk di Indonesia.
Mekanisme yang terjadi pada tubuh saat dilakukan bekam antara lain:
-Peningkatan aliran darah lokal dan pelebaran pembuluh darah kapiler
-Penurunan kekakuan dan meningkatkan mobilitas jaringan
Manfaat kesehatan bekam bagi tubuh antara lain:
-Menurunkan nyeri punggung dan leher, terutama yang kronis
-Membantu relaksasi otot
-Mendukung pengaturan inflamasi
Namun perlu dicatat bahwa, kualitasi bukti ilmiah bekam hingga saat ini masih terhitung rendah-sedang, dan sifatnya adalah pengobatan tambahan, bukan pengobatan utama apalagi tunggal. Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat jangka panjang bekam.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
-The effectiveness of cupping therapy on low back pain: A systematic review and meta-analysis of randomized control trials
-Cupping Therapy. Statpearls.
-Para gubernur mengeluh dana kurang
-Para pppk terancam gak di gaji
-Para pemilik MBG udh protes ngk dibayar
- PNS mengeluh efisiensi dimana2
- Pasar saham kehilangan uang
- Masyarakat ngeluh ekonomi susah
- Pedagang ngeluh pasar lesu
- UMKM mulai meredup
Serius ini duit se-Indonesia kemana dah?
Kok kayak semuanya merasa kurang,
Padahal M2 Money BI makin banyak...
Bayangin lagi acara keluarga besar pas lebaran, saling sapa. Bapak cium tangan emaknye, bini cium tangan lakinye, ponakan cium tangan uwaknye, bocah bocah bererot cium tangan engkongnye sambil minta THR. Suasana penuh haru, silaturahmi, dan kehangatan.
Eh ada satu pasutri yang keracunan pemikiran sampah, "mari kita bercumbu saja di depan mereka, fuck relasi kuasa" 😂
Love expression aja mesti segala diatur bentuknya gimana, ya terserah masing-masing orang lah!! Yang penting consent dan semua happy, termasuk dalam urusan cium tangan. Ribet amat lu.
Bayangin lagi acara keluarga besar pas lebaran, saling sapa. Bapak cium tangan emaknye, bini cium tangan lakinye, ponakan cium tangan uwaknye, bocah bocah bererot cium tangan engkongnye sambil minta THR. Suasana penuh haru, silaturahmi, dan kehangatan.
Eh ada satu pasutri yang keracunan pemikiran sampah, "mari kita bercumbu saja di depan mereka, fuck relasi kuasa" 😂
Love expression aja mesti segala diatur bentuknya gimana, ya terserah masing-masing orang lah!! Yang penting consent dan semua happy, termasuk dalam urusan cium tangan. Ribet amat lu.
Saya pernah belajar teknik, lalu tersesat cukup jauh ke dunia bahasa.
Ternyata, ilmu tidak selalu harus dipakai sesuai jurusan.
Ia bisa berpindah ruang, berubah bentuk, dan berguna bagi orang banyak, asal kita mau membagikannya dengan cara yang mudah dipahami.
https://t.co/e0X7NJ4y9p
- ChatGPT: anak manis yang ingin semua orang senang.
- Claude: dosen serius yang lupa kelas sudah selesai.
- Gemini: pustakawan pintar yang terlalu berhati-hati.
GILAAA SIH INI‼️
jadi ada mahasiswa di US, nulis tesis 30 HALAMAN selama 6 BULAN. BENERAN ngetik sendiri. BUKAN ChatGPT. BUKAN JOKI.
history Google Docs-nya ada semua. dari draft jelek, typo, revisi, sampe final. timestamp jelas dari januari sampe juni.
pas sidang, kampus bilang:
"AI detector lu 98% NIH. LU PASTI CURANG."
dia bawa laptop. "pak/bu, INI HISTORY SAYA. bisa diliat sendiri."
jawaban pihak kampus?
"NGGAK PERLU DILIAT."
Busett dahh😭
Selain berarti 'tidak ganjil', "genap" juga dapat berarti 'lengkap'.
Jadi, kalau ada yang berkata, "Kok, dibilang genap? Kita, kan, bertiga," terimalah dengan senyum maklum.
Dia sedang berusaha bercanda. Hargailah upayanya.