Lagian Nadiem sendiri buat pembelaan yang di buzz di medsos dengan naikin narasi heroisme dia yang di luar substansi persidangan. Alhasil gini kan banyak yang bersuara, guru dan dosen, yang pernah dirugikan di eranya blio.
selain jahat ke dosen (tukin dosen ga dibayar).
dek nadiem makarim itu, sempat mau hapus TPG (tunjangan profesi guru). lewat RUU Sisdiknas. memang agak miring otak orang itu.
bayangkan...
gaji guru yang cuma sejimpit mau dihilangkan, setengahnya.
pns guru
guru swasta kena sikat semua
lawang.
@IstanaMatematik@PNS_Ababil@pns_2018
Satu kutipan yang menurutku perlu banyak orang paham:
"Makanan berlabel halal itu bagian yang mempermudah orang Islam dan aturan makanan halal itu sebagai syariat yang mengikat orang Islam. Kalau kamu ga terikat syariat itu nggak usah ikut pusing."
Wong Kulon mikir Islam cuma diliat dari atribut. Ditambah bayangan tentang Islam cuma dianggap wujud ajaran yang intoleran. Panjenengan nggak tau aja gimana wajah Islam di endonesa. Macemยฒ, mas. Nggak usah latah, nggak usah gumun. Paling enak emang banyak omong daripada memahami.
Pic one - Family of Abdullah II bin Al-Hussein, King of Jordan and a 41st-generation direct descendant of Prophet Muhammad
Pic two - A converted family from South Asia.
Mars is imagined as empty not because it is, but because colonial thinking has always required emptiness to justify conquest. White will always be White.
โ ๏ธ BREAKING:
Marcella Santoso, otak di balik tagar IndonesiaGelap, mengaku membuat konten untuk menggiring opini negatif soal RUU TNI, menyerang Pemerintah & Kejaksaan Agung.
Plot twist-nya: ternyata dia Kakak Pembina dari buzzer bayaran! ๐
#BuzzerTeriakBuzzer
1|7
Tragedi Kanjuruhan nggak sebatas tragedi yang ngilangin 135 nyawa, tapi juga ngaburin kepastian hukum. Mana mau tim gede datang ke sini. Orang sini lehih milih menyelamatkan satu institusi daripada nyelamatan reputasi negara.
Arif Putra Wicaksono, CEO Nine Sport, bercerita banyak mengenai alasan mengapa Manchester United, Atletico Madrid, sampai AC Milan batal mengunjungi Indonesia.
Sumber Bolacom
Pemimpin itu emang dinilai dari gimana dia kerja. Tttaappii.. nggak harus turun ke lapangan juga. Ada yang namanya jabatan struktural dan fungsional. Emangnya Jabar lagi keadaan darurat sampe nggak ada SDM yang harus didelegasiin?
@Agung_P_1989 Bener, mas. Inilah mengapa alam pikiran orang Indonesia itu melihat politisi itu sebagai sosok yang harus punya siasat cerdik, dan licik. Padahal, politik adalah jalan untuk berkuasa. Berkuasa di negara demokrasi = mensejahterakan pemilihnya.
Parenting itu sangat penting. Ttaapi.. Gagal paham sama konsep Parenting VOC. Maksutnya pola asuh anak setelah diberi hak oktroi (monopoli, cetak mata uang, dan hak menyatakan perang)?
Mungkin alam pikiran orang Indonesia itu VOC identik dengan kekerasan dan eksploitasi kali ya.