Since november last year, ini bener2 ngegambarin perjalanan guwehh. Plan2 yg tiba2 ancur tengah jalan, akhirnya bingung jadi cuma ikut arus ajaa. Survive aja udh alhamdulilah bgt
aku kayak bingung dah. kapan ya terakhir kali i am honest with my own feelings. i have been living in denial through out my life and repressing perasaanku sendiri semampu yang aku bisa—because i thought it was the best thing i could do aja gitu, agar gak merepotkan.
the concept of gak boleh keliatan kecintaan banget tuh nggak pernah masuk di gw. like, why can’t we just love someone to the fullest without being scared of looking too much?
selain menemukan spark hidup, semoga kamu nemuin juga spark dalam beribadah. sholat tepat waktu, gak terburu2, baca bacaan sholat dengan jelas, betah sujud di atas sajadah, dan tenangnya hatimu ketika berdoa
ADA KECELAKAN, BAPAK-BAPAK DATANG
"eeh jalan aja ada polisi malah ditilang entar. itu dibelakang lagi kemari"
"ditilang malah kena 500 ntar lu"
SEKETIKA MASNYA SEMBUH DAN NAIK KE MOTOR 😭
Waktu gue depresi karena patah hati, gue bilang ke psikolog gue:
"Aku nih gym 5-6x seminggu loh, tapi aku masih nangisnya kaya anak kecil tiap hari, kenapa?"
dia tersenyum kecil, lalu berkata:
"Ini tangki emosi kamu (nunjukin gelas teh gede), lalu emosi yang kamu rasain itu kaya pitcher yang terus nuangin air ke gelas kamu. Kalau kamu berhenti atau ngurangin olahraganya, gelas kamu jadi kecil, airnya jadi cepat penuh kan?
Gapapa, lanjutin aja, nanti air di dalam pitchernya bakalan habis kok dan tangki kamu bakalan cukup memenuhi emosi itu"
Dari situ baru gue ngangguk dan paham, bukan olahraganya ga ngefek, emang sedihnya patah hati tuh SEDIH BANGET.
Simply, karena ya perasaan ini nyata, ga kaya orang itu yang "pura-pura" cinta.
"aku kayanya kalo pasanganku dluan pergi, gabakal cari pasangan lagi" ucap manusia, di sampingnya ada burung ikut ngomong "ya aku juga gitu" lanjutnya.
burung ini, kalo pasangannya mati, dia bakal terbang sendirian, tidur di sarang yang dibangun bersama pasangan. dan kalo pasangannya dikubur oleh manusia, kadang dia kembali ke tempat itu berhari-hari setelahnya, cuma untuk berdiri diam di sana.
kenalin, namanya albatros, burung laut yang punya rentang sayap terpanjang di dunia. rentang sayapnya bisa mencapai 3 meter.
albatros termasuk salah satu hewan paling setia di dunia hewan. selain monogami seumur hidup, untuk nyari pasangan pun butuh waktu yang cukup lama.
albatros muda biasanya berpasangan saat usia 5 tahun. tapi sebelum benar2 terikat, mereka melakukan ritual tarian yang sangat rumit, dengan gerakan2 spesifik yang harus dipelajari satu sama lain. proses ini bisa makan waktu beberapa tahun.
setelah mereka cocok, mereka berpasangan untuk selamanya. dan albatros bisa hidup sampai 60 tahun.
artinya, satu pasangan albatros bisa bersama selama 50 tahun lebih. lebih lama dari kebanyakan pernikahan manusia.
mereka membangun sarang bersama, membesarkan anak bersama, terbang ribuan kilometer ke laut bersama, dan kembali ke pulau yang sama setiap tahun untuk bertemu satu sama lain.
dan kalau salah satu meninggal, yang tersisa biasanya ga akan kawin lagi sampai akhir hidupnya.
para peneliti yang mempelajari albatros mencatat bahwa beberapa individu yang kehilangan pasangannya memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum bisa membentuk pasangan baru.
dan ada juga yang ga kawin lagi sampai akhir hidupnya. jadi dia tetap kembali ke pulau yang sama, menjalani musim demi musim sendirian, di tempat yang dulu jadi rumah mereka berdua.
sumber lain yang bisa dibaca-baca:
https://t.co/D3kKmMyCaL
https://t.co/uKbLgS3CQv
https://t.co/Y1BXMHs49a
makin make sense kenapa Rasul nyuruh suami qowwam dan melarang wanita utk kufur terhadap kebaikan suaminya
sampe ada hadits tersendiri soal ini🥲
emang rumah tangga nih pelik. ada yg suaminya baik, tapi istrinya kufur nikmat
kebalikannya, ada yg suaminya dzolim (ga nafkahin, kdrt, selingkuh, dll), tapi istrinya sabar
moga kita tidak termasuk suami/istri yg dzolim dan mudah publikasi masalah rumah tangga sendiri di sosmed aamiin
Man to man:
Ngantuk dan ketiduran itu normal. Badanmu capek, lebih baik tidur daripada maksa nerusin. Kalau dia cinta dan paham sama lo, lo ga bakalan begging segininya. Maaf yang nggak perlu, ngesimp kaya gini malah bikin harga diri lo turun. Don't do this, dude.
@khanifirsyad Waw. Sama. Sy juga pelapak sayur pack d CFD perumahan sy tiap ahad. Barusan selesai beberes.
Termasuk murah, karena value yg diberikan bs lebih:
-Kemasan cakep
-Isian sdh tersortir
-Packingan spt itu bs bantu tahan lebih lama tanpa pengawet d kulkas.
Maturity is realizing that a relationship can work and actually be fixed in almost any situation. It just takes the both of you to actually want it to work and correct what you're doing that is hurting your partner.
Aku baru saja diputuskan secara sepihak, lewat chat. Di zaman semua orang bisa video call, di era wajah bisa saling menatap lewat layar, ia memilih huruf-huruf dingin. Barangkali supaya ekspresi penyesalan tidak perlu ditampilkan, atau mungkin supaya rasa bersalahnya bisa dia mute.
Aku refleksi sebentar, siapa tahu aku berubah jadi manusia yang mengecewakan dalam dua tahun ini. Lalu aku berdiri di depan cermin kokohku. Masih sama. Lesung pipit utuh kiri kanan, rahang tegas, juga perut kotak-kotak hasil kerja keras yang kubangun konsisten.
Kesimpulan sementara, bukan aku yang menurun, tapi keberaniannya yang menyusut. Alasan yang diberikan pun tidak kalah ikonik, "Aku nggak sanggup LDR, terlalu banyak risiko". Alasan legendaris.
Yang lucu, aku tidak langsung menangis. Aku malah mikir, ini nanti aku harus jawab apa kalau mama nanya? Apa aku harus bilang, "Putus karena jarak?", atau jujur saja, "Putus karena dia kalah mental?"
Padahal fotonya sudah sering kukirim ke grup keluarga. Sudah sempat jadi bahan candaan tante, sudah pernah dipuji om, sudah follow-followan di instagram dengan adikku, bahkan sudah masuk daftar doa mama.
Di situ aku sadar, yang benar-benar bikin sakit itu bukan putusnya, tapi ribetnya menyiapkan jawaban untuk keluarga yang terlanjur berharap.
Aku bisa membayangkan diriku jadi bahan obrolan ringan di grup keluarga. Bukan dikasih solusi, tapi dikasih doa mendadak. Padahal aku tidak sakit, cuma single lagi.
Aku sempat mempertanyakan semesta. Apa aku harus instal tinder lagi? Atau biro jodoh? Atau cukup fokus kuliah, gym, dan membiarkan takdir bekerja sambil aku minum air putih?
Aku sadar sesuatu, diputuskan itu menyakitkan, tapi dilepas oleh orang yang tidak yakin padaku sebenarnya bentuk pembebasan. Karena buat apa bertahan dengan seseorang yang menyerah lebih dulu sebelum benar-benar mencoba?
Jadi hari ini aku baik-baik saja. Sedikit kaget dan lumayan bangga. Bangga karena aku tidak mengecilkan diri, bangga karena aku tahu nilainya siapa yang dilepas.
Besok aku tetap bangun pagi, tetap ke gym, tetap ke kampus. Tentu saja tetap masih menarik.
Gue yakin ada beberapa orang lainnya yang sama kayak gue “raised on survival”, terus ketemu orang yang “raised on love”.
Gimana cara kalian menghadapi perbedaan ini?
Gue sampe putus coy gara-gara beda sudut pandang :)
Semoga kita dipertemukan yg tipe B ya, yang emang bareng kita karena maunya ya kitanya, bukan status nikahnya. Followed by efforts prayers & good things