Aisah (46), seorang ibu di Cianjur, Jawa Barat, tega mengorbankan anak gadisnya dirudapaksa suaminya atau ayah tiri korban, Abas (44). Perlakuan bejat itu, karena ibu korban tidak mau dicerai oleh Abas.
Aksi bejat kedua tersangka, berawal saat ayah tiri korban berniat menceraikan ibu korban. Namun, keinginan tersangka Abas itu ditolak istrinya. Penolakan itu tidak menyurutkan niat tersangka Abas untuk tetap bercerai dan terus mendesak agar istrinya mau menuruti keinginannya. Untuk mencegah dicerai oleh suaminya, tersangka Aisah kemudian menawarkan anak gadisnya yang masih dibawah umur untuk disetubuhi.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, mengatakan aksi bejat kedua tersangka, yakni ayah tiri dan ibu kandung korban sudah terjadi sejak 2023 hingga Mei 2026.
Kasus ini terungkap usai dilaporkan oleh kakak kandung korban setelah korban menceritakan kejadian nahas yang menimpanya selama bertahun-tahun.
Kedua tersangka, lanjut Fajri, telah diringkus dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cianjur. Kedua tersangka dikenakan Pasal 81 (2) dan (3) Undang-undang RI Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.
📸: Dok. kumparan/APurwandi.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R371 | E164 | E116 | v161 | E103
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Wacana MUI Pidanakan Pelaku-Kampanye LGBT Ditolak 37 Organisasi
Adapun 37 organisasi tersebut meliputi:
1. Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat
2. Centre for Legal Pluralism Studies (CLeP)
3. YLBHI - LBH Surabaya
4. Social Justice Indonesia (SJI)
5. Indonesia Policy Studies Society (IPSS)
6. digitallytante
7. Yayasan Kebaya Yogyakarta
8. Pita Merah Jogja
9. Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2)
10. Logos ID
11. Perkumpulan Suara Kita
12. Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC)
13. Marsinah
14. Dear Catcallers Indonesia
15. Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS)
16. Jakarta Feminist
17. Emancipate Indonesia
18. Pelangi Nusantara
19. Public Virtue Research Institute
20. Women's March Jakarta
21. Inti Muda Indonesia
22. Humanesia - Humanis Indonesia
23. Cangkang Queer
24. Proklamasi Anak Indonesia (PAI)
25. Konsil LSM Indonesia
26. Sanggar Swara
27. Yayasan Srikandi Sejati
28. ASEAN Youth Forum
29. YLBH APIK Jakarta
30. Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)
31. Arus Pelangi
32. Lentera Sintas Indonesia
33. Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA)
34. Solidaritas Perempuan (SP)
35. Institute for Ecosoc Rights
36. Human Rights Working Group (HRWG)
37. Kenapa Harus Peduli (KHP)
Pria Di Bandung Klarifikasi Bukan Buronan Kasus Penganiayaan, Minta Video Disebarluaskan ‼
Seorang pria di Kabupaten Bandung membuat video klarifikasi setelah dirinya dikira sebagai Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan seorang perempuan yang saat ini tengah diburu aparat kepolisian.
Melalui unggahan di media sosial, pria bernama Aditya Pratama yang mengaku berdomisili di Soreang, Kabupaten Bandung, menyatakan bahwa dirinya bukan orang yang sedang dicari dalam kasus tersebut.
Ia mengaku terpaksa memberikan klarifikasi setelah dihampiri seorang warga di sebuah minimarket yang menyangka dirinya sebagai tersangka yang tengah viral.
Dalam video tersebut, Aditya juga meminta masyarakat untuk membantu menyebarluaskan klarifikasinya. Ia mengaku khawatir menjadi sasaran amuk massa akibat kesalahpahaman identitas.
Sebelumnya, kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap seorang perempuan selama tiga tahun menjadi perhatian publik.
Aparat kepolisian masih memburu tersangka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sementara berbagai informasi terkait identitas pelaku beredar luas di media sosial.
@DediMulyadi71
🎥aditya.peratama
#elshintaviral
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
Temen gue tadi akhirnya sadar setelah gagal berkali-kali. Sekarang dia lagi persiapan lebih serius.
Lo sendiri lagi persiapan interview juga? share persiapan lo coba.
@TastyButts_ Gw sebagai orang bali mengakui bahwa disini tuh banyak banget yang rasis sama orang muslim terutama orang Jawa sumpah😭 Kalo ada orang muslim aja pasti di panggil "jawe"
“Aku ikut aksi demo ini tahunya dari mami”
Anak SD diajak ikut demo, dan banyak yang bilang ini arahan dari Kepala Dinas Pendidikan
SAKIT JIWA KADISDIK🤮🤮
Silakan retweet jika kamu mual dan muntah melihat poster ini 🤢🤢🤮
Dewan PerWAKILan RAKYAT Daerah Malang bener-bener babarblass gak ada harga dirinya di hadapan embege-embege holic.