@rihanurduni@CNNIndonesia@jokowi Masih banyak pendapat kalo partai yang menolak itu cuma gimmick. Emang susah kalo udah benci sama partai tertentu. Partai yang jelas dukung gak kena maki sama sekali, ironi
- Prabowo dipilih oleh 61,80% Masyarakat NTT
- Prabowo dipilih oleh 61,05% Masyarakat Kalimantan Barat
- Prabowo dipilih oleh 72,53% Masyarakat Kalimantan Tengah
- Prabowo dipilih oleh 58,23% Masyarakat Kalimantan Selatan
- Prabowo dipilih oleh 69,15% Masyarakat Kalimantan Timur
- Prabowo dipilih oleh 69,71% Masyarakat Kalimantan Utara
Sekarang NTT diguncang gempa, rakyatnya butuh bantuan cepat.
Kalimantan dilanda kebakaran hutan dan kabut asap yang mencekik, warga sesak napas setiap hari.
Masa iya Kabinet Merah Putih yang dipilih mayoritas mutlak di daerah-daerah ini tinggal diam dan mengabaikan amanah kesejahteraan, kesehatan dan kondisi masyarakat pemilihnya?
Kalo sampai lambat merespons bencana itu sama aja mengkhianati amanah yg udah dikasih!!
@txtdrjkt video sisi lain dari peristiwa mobil Toyota Calya ber plat D 1640 AHB yang nekat melawan arah di Jalan Gunung Sahari Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) sore.
By data, brand pivoting fokus ke Tiktok dan Instagram. X mulai tidak menjadi prioritas karena nature platformnya.
Campaign di X jadi tidak sebesar dulu. Sehinga sekarang X menjadi “blue ocean”.
Amanda jadi yang pertama mengembalikan keseruan X. Jadi brand leader di sini.
Semua Brand bisa tap-in tapi pada akhirnya ada 5 nama yang selalu muncul pertama, Amanda - Toshiba - Duolingo - Tokopedia - Somethinc
Kalau trend ini bisa dijaga, ke depannya brand bisa kembali ke X.
Membangun kembali ekonomi kreator dan KOL di X yang sangat terdampak dari pivoting di atas.
Saat ini monetisasi kreator X fokus pada cenblu.
Harapannya semoga kami bisa kontribusi dengan mengaktifkan campaign lagi di sini dan menjadi salah satu alternatif monetisasi bagi kreator.
Mau tau seberapa besar jurang ketimpangan di Indonesia?
Bayangin ada 100 potong ayam goreng KFC buat 100 orang.
Idealnya, satu orang dapat satu potong.
Tapi di Indonesia:
- 1 orang ambil 50 potong buat dia sendiri
- 9 orang berikutnya masing masing dapat 2 potong
- 40 orang berikutnya harus berbagi 18 potong, per orang bahkan kurang dari setengah potong
- sementara 12 potong ayam sisanya harus diperebutkan 50 orang terakhir, masing-masing cuma dapat suwiran daging yang nempel tulang atau bahkan cuma kebagian tulang yang tercecer.
Kuliah Manajemen Risiko Bareng Max Allegri
Setelah melihat @acmilan
menang tipis 1-0 berkali-kali, musim ini (2025/26). Saya menyimpulkan bahwa...
Allegri memang tak peduli pada gemerlap permainan ofensif yang penuh letupan.
Justru membumikan sepak bola yang kesederhanaan.
Menjaga stabilitas,
mereduksi kesalahan,
dan memastikan bahwa pertandingan berjalan sesuai tempo yang ia kehendaki.
Rupanya, kemenangan 1-0 yang begitu sering menghiasi perjalanan Juventus dan AC Milan, bukanlah kebetulan apalagi hasil black magic seperti yang diisukan @MamatAlkatiri atau admin @SerieA_Lawas.
Melainkan sebuah skill yang diterapkan Allegri, untuk mengendalikan variabel yang bisa dikendalikan.
Allegri memahami betul bahwa pertandingan yang liar adalah undangan bagi kekacauan, sementara pertandingan yang terkendali adalah ruang bagi efisiensi.
Maka ia merancang timnya seperti regulator yang hati-hati menata aliran ekonomi.
tidak perlu ekspansi besar-besaran,
tidak perlu memainkan risiko berlebihan.
Cukup menjaga keseimbangan, memastikan sistem bekerja, dan meraih keuntungan kecil yang konsisten. . . gila kan.. saya curiga Allegri adalah sarjana ekonomi 😅
Banyak yang mencemooh gaya Allegri sebagai anti-modern atau terlalu defensif.
Tapi seperti halnya ekonom yang tidak terbuai angka pertumbuhan tinggi namun rapuh, Allegri lebih memilih pertumbuhan yang wajar tapi tahan banting.
Ia bukan pengkhotbah ideologi taktik tertentu,
ia adalah pragmatis yang membaca konteks.
Ketika timnya harus menunggu, ia menunggu.
Ketika timnya harus menurunkan tempo, ia menurunkan tempo.
Dan ketika satu peluang emas muncul, ia meminta pemainnya mengeksekusi dengan presisi. Tidak lebih, tidak kurang.
Satu gol, satu kemenangan, dan 3 poin.
Pendekatan seperti ini membuat tim Allegri jarang spektakuler, tetapi sangat sulit dikalahkan.
Ini seperti perusahaan besar yang tidak melakukan inovasi produk, tetapi selalu stabil karena kuat dalam mengelola risiko.
Dalam sepak bola yang makin riuh oleh pressing tinggi,
dan build-up tai ledig,
serta eksperimentasi tak henti, Allegri justru berdiri sebagai pengingat bahwa efisiensi dan kontrol, tetap relevan sebagai strategi keberlanjutan.
Allegri menjelaskan sepakbola secara sederhana,
kemenangan tidak harus selalu datang dari serangan berlebihan atau kontrol absolut atas bola.
Bahkan dia pernah berkelakar didepan wartawan tribun depok,
"menang 1-0 lima kali, lebih penting daripada menang 5-0 satu kali...", ujarnya.