untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, one day kamu bakal nikmatin jalan sore di edinburgh, makan croissant di paris, beli mochi di jepang, healing ke swiss, dan kamu bakal keliling dunia dengan pasangan yang tepat.
Kalau lo umur 20-27, lo lagi hidup di fase paling undervalued: Indomie Era.
Ini fase di mana risk tolerance lo tinggi dan hampir setara dengan yang udah financial freedom.
Lo bisa:
- Tidur seadanya, besok ikut stand up meeting dgn muka normal
- Makan murah, tubuh bisa tetap produktif
- Klo bikin keputusan bodoh… dan masih bisa recover cepat
Sure, you lack money and skills.
Tapi lo punya satu hal yang orang umur 30-an akan bayar berapapun untuk dapetin lagi:
Total freedom and nothing to worry about. Waktu yang perfect untuk explorasi brutal hal-hal yang bikin lo penasaran.
Lo bisa quit, pivot, gagal, bangkrut dan comeback-nya cuma butuh indomie goreng sama wifi kos-kosan.
Kalau di umur segini lo main aman,
Bisa jadi lo mispricing terhadap hidup lo sendiri.
Karena masa ini ada expiry date-nya. Dan nggak ada yang akan kasih tau lo kapan dia habis.
Dari Novel Negeri 5 Menara:
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Menurutku skripsi itu latihan melakukan penelitian ilmiah, jadi gakpapa kalo “jelek”.
1️⃣ Belajar membuat hipotesis dan logika mikirnya
2️⃣ Belajar cari, baca, menyarikan literatur yang relevan
3️⃣ Belajar mengolah data dan informasi
4️⃣ Belajar resilience alias berproses bersama pembimbing sampai lulus ujian
Itu semua kepake di kerjaan and beyond, for life. Jadi usahakan kerjakan sendiri tanpa joki yah 🙆🏻♀️
@SammiSoh as calon nakes yg udah pernah magang dan ngelihat kondisi langsung di RS plis deh stop banding bandingin RS sini sama luar, kaya kalian mantau aja 24 jam kerjaan orang di rumah sakit itu gimana. wkwk nakes di bilang santai??? haduh, kalo gak ngerasian beban kerja mending diem aja
Yang paling ngena dari podcast mereka adalah:
1. Kerja keras dg rezeki ga selalu berkaitan
2. Klo berkaitan, yg paling kerja keras harusnya paling sejahtera dong?
3. Rezeki itu pemberian Allah. Tugas kita hanya berusaha, perkara Allah ngasih/gak, di luar kontrol kita
4. Kita bekerja utk bersyukur terhadap kemampuan kita (menggunakan potensi yg dikasih Allah utk kita)
Lama kali aku merenung maksud empat poin tsb sampai akhirnya aku jd terpuaskan.
Selama ini kita stres krn merasa udah bekerja keras segitunya, tp tetep aja gagal. Tetep aja belum sukses, tetep aja kecewa.
Jangan2 selama ini krn berekspektasi klo udh berusaha sekeras mungkin, hasilnya pasti indah. Padahal belum tentu.
Klo Allah belum mau ngasih, atau emg belum waktunya, kita bisa apa?
Kerjakan apa yg ada di genggaman saat ini, serahkan hasilnya pada Allah, apa pun hasilnya yakini itu takdir baik dari-Nya utk kita.
Memahami ini bikin aku jd jauh lebih tentram & tenang.
@afrkml sudah lama aku meninggalkan Term "Usaha Tidak Menghianati Hasil", Ners
udah bener, Hasil Itu urusan Allah, kita udah fokus aja ke Usaha, lalu Tawakkal.
dah gitu aja ☺☺
stop kuliah modal chatgpt dan drilling nilai dari matkul auto A apa gunanya ipk cumlaude hasil manipulasi sensasi padahal nyimak materi aja ga kerjaan main hp doang di kelas aduh sayang bgt lo dapet privilese akses pendidikan tapi ga lo utilisasi seoptimal mungkin
Pesan untuk adik2 yg skrg kuliah Kedokteran/Kesehatan. Selama kuliah, kalian belajar teori sedalam2nya, raih nilai ujian setinggi2nya itu bagus.
Tpi ketika nnti lulus, kalian harus ingat bahwa kalian bekerja di bidang patient CARE. In order to do ur job, you have to able to CARE
Mau daftar s3 di salah satu kampus,
Biaya per semester jebul 25 jutaan. Selama 6 semester.
Mau daftar ppds di salah satu kampus, biayanya juga 7.5-15 juta / semester dan 5 tahun ga digaji
Usia sudah 33.
Dan kamu bilang ke aku sekolah bukan soal priviledge?
Bapakmu sugih lur
Go on LinkedIn, see what skills top people in your dream role list, and start learning them today.
Check job descriptions in your dream role weekly. Spot repeating skills & tools, learn them, and add them to your resume.
Baik saya maupun istri di kala mode belajar, kami punya rules:
1. Hp mode airplane
2. Masuk lemari jauh dari meja belajar
3. Hp cuma boleh dibuka tiap 3 jam
4. Jendela buka hp cuma 15 menit
5. Buka hp sambil berdiri
Tambahan:
Semua medsos didelete
At least sebulan
Banyak yang bingung mau kerja di BUMN atau swasta. Jawabannya simpel: pilih tempat yang kasih lo growth dan gaji yang masuk akal.
Tapi jangan cuma lihat “nama besar / wih BUMN nih keren”.
Coba cek laporan keuangannya, contoh Sucofindo: rugi atau untung? EBITDA sehat atau enggak?
Kalau kinerjanya bagus, ya gaskeun. Sucofindo pun gue cek, bagus kok.
Tapi jangan buta status “BUMN = pasti keren” 🗿😅
Dulu gue juga mikir kerja di BUMN itu keren.
Sampai akhirnya sadar: beberapa BUMN problemnya pure skill issue di level manajemen.
Udah monopoli… tapi masih rugi wkwkw.
Direksi bisa ganti-ganti bukan karena merit, tapi karena bagi-bagi kursi.
Hasilnya? Ada perusahaan yang kelihatannya brand besar, reputasinya gokil, udah puluhan tahun berdiri…
Tapi pas dicek, rugi terus.
Kerja di tempat begitu?
For me si big no, pajak orang loh yg dipake pake buat nutupin ketidakbecusan dan skill issue 😁.