Kenapa persoalan AF di Indonesia lebih banyak dibawa ke urusan menang atau kalah?
Menang atau kalah dalam AF rasanya belum perlu jadi ukuran utama. Ada hal yang lebih dari sekadar hasil akhir.
Apalagi ketika hasilnya malah dibawa ke media sosial dan jadi bahan keributan baru.
Zine ini untuk mereka yang terlupakan, untuk kita yang selalu abai, untuk tragedi yang semakin tertutup oleh asap rivalitas.
Musuh kita bukan sesama, karena pada akhirnya kita hanya punya satu dan lainnya untuk berkolektif melawan mereka.
mari sadarkan lagi fikiran kita .....
kapitalisme menyuruhmu membeli bunga untuk orng yg kau cinta,
komunisme menyuruhmu untuk menanam bunga bersama, anarkisme membuat setiap orng bebas menanam bunga atau tdk. karena cinta tdk dapat diukur dgn arahan. sebab cinta adlh kebebasan. otoritas tdk berhak mengangkangi cinta
Tragedi ini tak boleh berhenti di peringatan simbolik, merawat ingatan ialah perjuangan melawan lupa sekaligus menjaga baranya agar tetap menyala untuk keadilan para korban. Mau itu menyala terang ataupun remang perjuangan tetaplah perjuangan harus diselesaikan sampai tuntas.
Bisa dibilang, tiap suporter tidak menganut satu ideologi yg jelas. Di Indonesia, kita bisa melihat para suporter menyuarakan kemerdekaan Palestina, tetapi juga teriakan rasis, seksis. Sementara St. Pauli yg mengaku paling kiri, bungkam terhadap Genosida yg terjadi di Palestina.
anw masi banyak bgt stiker kaya gini terutama jika menyelam lebih dalam di konten2 anak bola2an di tiktok. bukti nyata bahwa "KICK SEXISM OUT FROM OUR TRIBUNE" (belum) tersampaikan secara merata.