Raditya berikan pesan menyentuh untuk sang istri,
Lucu juga bagaimana semenjak aku kamu jadi kita, masih banyak yang sama di antara kita. Di sela kerja dan berpikir, kehadiranmu tetap sama: jeda yang selalu aku tunggu.
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
ya allah aku sedang butuh kun fayakun mu
ya allah aku sedang butuh kun fayakun mu
ya allah aku sedang butuh kun fayakun mu
ya allah aku sedang butuh kun fayakun mu