HTS : hubungan tanpa status
tapi yang ngejalanin saling bahagia?
Wow... ternyata bahagia emang sederhana ya
mau sampe kapan ?
Sampe lost contact ?
Atau sampe dia pergi sama yang lain?
Haha kamu sadar gak sih, selain nyakitin diri sendiri, HTS juga bentuk salah satu MANIPULATIF
Hubungan itu yang pegang kendali cowo. Mau sebesar apapun masalah yang datang, sebosan apapun hubungan, sehebat apapun hubungan sehebat apapun pertengkaran kalau cowo masih ada usaha buat bertahan hubungan bakal baik baik aja karena sejatinya cewe itu mudah lulu.
Sebelum minta diprioritasin ama orang lain, coba tanya ini ke diri sendiri:
Kontribusi lo ke dalam hidupnya segede apa sih ampe lo bisa ngerasa pantes minta diprioritasin segala?
Pacaran tapi jarang up karna Emang no face No case, hubungan yang dewasa itu bukan tentang status, up story, pamer sana sini, tapi tentang gimana caranya tetap langgeng tanpa campur tangan orang lain.
Tidak semua orang bisa bercerita. Tidak semua orang berani bercerita. Tidak semua orang memiliki tempat yang tepat untuk berbagi cerita. Aku merasa berani menulis dan berani membagikan cerita-cerita itu adalah satu hal yang menyelamatkanku.
Kalo laki-laki dan perempuan saling ga ngasih kabar, biasanya yang lebih ga tahan itu laki-laki. Tapi kalo ternyata laki-laki itu tahan ga ngabarin kamu, berarti di hatinya dia itu udah ga ada kamu lagi, bahkan bisa dibilang udah diisi orang lain yang lebih menyenangkan dari kamu
Jangan pernah jadikan silent treatment sebagai solusi, karena tidak ada yang baik-baik saja jika tidak dibicarakan, jadi jika ada masalah maka jelaskanlah dengan bahasa manusia dimana letak titik salahnya, bagian mana yang tidak kamu sukai.
Hubungan tanpa status itu nggak akan pernah putus atau pun selesai, karena tidak ada kata memulai didalamnya.
Itulah mengapa sebabnya orang-orang yang ngejalanin hubungan semacam ini akan susah banget buat lepas, meskipun masing-masing udah punya pasangan.
Gapernah takut di tinggalin orang, karena i know my worth. Aku pantes dapet orang yang memang pantes sama aku, never beg someone to stay, dan paling ogah di suruh saingan cuman buat dapetin seseorang yang doesn't know how to appreciate what is love actually mean.
Yang merusak hubungan itu bukan cuma selingkuh, tapi juga kebiasaan silent treatment, diajak ngobrolin hal penting malah menghindar, komunikasi buruk, kurang menghargai pasangan, selalu marah karna hal - hal sepele, kurang terikat secara emosional dengan pasangan.
titik tertinggi seseorang dalam memperjuangkan adalah mundur tanpa drama. mau secinta & sesayang apapun, kalau sudah capek, dia akan pergi tanpa menoleh sedikitpun.
kenapa begitu?
karena dia merasa sudah ngga dibutuhkan, merasa ngga penting lagi dan hadirnya hanya mengganggu,—
hubungan yang beneran dewasa itu ngga akan pernah bosan, sekalipun rasa bosan itu muncul, pelariannya bukan menghilang, apalagi sampai diam-diam sama yang lain. tapi mengajak untuk memperbaiki keadaan. rasa bosan itu wajar, cuma jangan dijadikan alasan untuk mengakhiri hubungan.
Sepasrah ini aku sekarang, kayak gak bakal memaksa seseorang untuk bersama aku, gak bakal memaksa siapapun untuk bertahan dan percaya sm aku, apa yang org lain pikiran tentang aku biarkanlah, dan gak mau menaruh harapan ke seseorang gk ingin memaksa lagi dalam konteks apapun itu.