SEORANG DEVELOPER MENGAKU PENDAPATANNYA MELONJAK SETELAH MENGGUNAKAN MAC MINI SEBAGAI PUSAT OPERASI AI PRIBADI
Awalnya ia hanya menghasilkan sekitar $200 per bulan dan menganggap itu batas penghasilannya
Setelah membeli Mac Mini seharga $599, ia mulai menjalankan tiga agen AI sekaligus tanpa biaya cloud tambahan dan tanpa merekrut karyawan
Satu agen bertugas mencari klien secara otomatis, agen kedua mengerjakan coding saat malam hari, sementara agen ketiga memantau sistem dan mengirim notifikasi jika terjadi masalah
Enam bulan kemudian, pendapatan mingguannya disebut lebih besar dibanding total penghasilannya dalam setahun sebelumnya
Meski banyak orang mengira ia menggunakan setup mahal, perangkat utamanya hanyalah sebuah Mac Mini berukuran lebih kecil dari buku hardcover yang diletakkan di atas meja kerja
🚨 BREAKING: Neymar mengalami CEDERA otot dan harus absen selama 2-3 PEKAN! 😳
Neymar bisa jadi ABSEN di laga pembuka timnas Brasil di Piala Dunia 2026 vs. Maroko. 😰
Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an.
Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini.
Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data.
Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama.
Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak.
Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga.
Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A.
Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️
Anak bungsu Lionel Messi, Ciro Messi, baru saja meraih gelar Dreams Cup bersama tim Inter Miami U8.
Selain itu, ia mencetak goal free-kick di laga final, meraih gelar top skor serta pemain terbaik turnamen (MVP). ⭐👏
Barcelona tahun ini benar-benar menjadi tulang punggung timnas Spanyol di Piala Dunia 2026.
Bagaimana tidak, mereka mengirimkan hingga 8 pemain. 🤯
• Joan García
• Eric García
• Pau Cubarsí
• Gavi
• Pedri
• Dani Olmo
• Lamine Yamal
• Ferran Torres
@ferdious Halo Kak, admin siap melayani sepenuh hati. Atas ketidaknyamanannya admin mohon maaf. Terkait permasalahan tsb apakah saat ini masih padam? Jika masih mohon menginformasikan alamat lengkap dan no telepon yang dapat diberikan melalui DM.
Admin menunggu konfirmasi lebih lanjut ya. Tks -Silvister