guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.
Hallo Fernando begini caramu Dgn melanggar hukum buat laporan palsu damkar?
Kami beri waktu sampai besok pagi sebelum kalian nangis dipojokan,cctv kantor aman kan ya skrg?
Buat Ferdando lu ngapain di jalan Palagan Tentara Pelajar, sariharjo,Ngaglik Sleman Jogja?
Hape Oppo Aman ya? Mgkn sedikit error karena wa tidak bisa di hapus ya 😏🫵
@ImamBesar212 Keliatan kok suaminya mokondo dan sengaja play victim dengan videoin di gtuin istrinya, kalau emang laki jagalah pride lu, lembek amat kek bukan bentukan kepala keluarga, masa seorang suami yg katanya kalau udah menikah jdi kepala keluarga bentukannya gini
Yth Ibu Menteri @KemenPariwisata, Widianti Putri Wardhana, hidup ini asyik jika tepat cara menjalaninya. Anda tampak makin tersiksa dgn tugas dan tanggungjawab itu. Dan kami makin putus asa menunggu kinerja dari sektor pariwisata. Negara butuh uang banyak yang sebenarnya sangat bisa datang dari kementerian Anda. Bukan hanya Anda anggota kabinet yg terlihat menderita oleh ketidakmampuan spt itu. Tapi kami berharap Anda lebih jujur mengakui itu ketimbang teman-teman Anda lainnya. Lepaskan saja. Lepaskan!!