Rioters are manually and falsely banning accounts.
If you send in a support ticket, you get an AI response telling you to fuck off.
The path to actual support has become to get enough likes on Twitter to get a response.
Horrible for players AND the Rioters stuck with the gig
We have been talking about femicide. Ni kes lelaki INDIA mabuk langgar perempuan melayu semalam.
And guess what? Feminists diam sebab pelaku bukan Melayu.
This week alone dah 3 kes lelaki india mabuk langgar perempuan melayu, semalam yang meninggal.
Kau dekat mana?
#intinyadeh satpam di Bundaran HI diintimidasi polisi bawa Alphard.
> Satpam lg bantu pejalan kaki nyebrang
> Ada mobil Alphard nerobos lampu merah
> Satpam tegur, ketok kaca mobil
> Mobil berhenti, supir & penumpang keluar (3 org)
> Cekcok, satpam dibawa ke Pospol
(1/3)
Messi the goat but this team is coddled by refs
This win was stolen from Egypt I have never seen a game this cheated in my life and and I have been watching soccer for weeks now
DECLARAÇÕES FORTES!
O técnico do Egito, Hossam Hassan, fez duras críticas.
“Vou dizer o que penso independentemente das consequências. Esta foi claramente uma partida manipulada e o mundo inteiro viu isso.”
“E quero dizer mais uma coisa: se eles querem tanto que a Argentina vença, por que chamam todo mundo para vir e participar?”
Microsoft whistleblower on the firms deep integration into the Zionist genocide:
After nearly two years as a Critical Environment Technician at a Microsoft Italy data center, I choose to resign. This is because, right now, Microsoft is massively expanding its European data centers (aka mass surveillance centers) to use Palestine as a laboratory for its experimental digital weaponry. For the past 994 days, Microsoft has powered the genocide of our people in Palestine, and the company’s European data centers are fundamental to how Microsoft abets crimes against humanity.
On August 6, 2025, reports exposed how Microsoft hosted 11,500 terabytes of intercepted Palestinian phone call data in the Microsoft Netherlands data center, with additional data stored in the Irish data center, amounting to 200 million hours of audio. This trove of mass surveillance data has been described as “one of the world’s largest and most intrusive collections of surveillance data over a single population group.”
This data is used by the Israeli military to identify targets for airstrikes, arrests, and blackmail from the entire Palestinian population. It is also used as training data to build AI-targeting programs. These programs invent arbitrary justifications to murder non-combatants, intentionally adding civilian workers to the Israeli military’s generated “target bank“; the programs also facilitate massacres of entire families at once.
KEJAM: Warga Australia Disyaki Bunuh Dan Sumbat Mayat Gadis Dalam Bagasi
Oleh Mynewshub
PATTAYA: Seorang lelaki warga Australia berusia 46 tahun ditahan pihak berkuasa Thailand di Lapangan Terbang Antarabangsa Suvarnabhumi ketika dipercayai cuba meninggalkan negara itu selepas dikaitkan dengan pembunuhan kejam seorang remaja perempuan berusia 17 tahun di Pattaya, Khamis lalu.
Mayat mangsa ditemukan dalam keadaan tanpa pakaian dan disumbat ke dalam sebuah bagasi hitam yang ditinggalkan berhampiran landasan kereta api di belakang Pasar Terapung Pattaya.
Menurut polis Thailand, suspek ditahan pada malam Jumaat ketika dipercayai mahu menaiki penerbangan pulang ke Perth, Australia.
Siasatan awal mendapati rakaman kamera litar tertutup (CCTV) menunjukkan mangsa kali terakhir dilihat berjalan berpegangan tangan dengan suspek sebelum kedua-duanya memasuki sebuah hotel di Pattaya pada awal pagi, hari kejadian.
Beberapa jam kemudian, rakaman CCTV menunjukkan lelaki itu keluar bersendirian sambil membawa sebuah bagasi besar.
Polis turut mengesan pergerakan bagasi tersebut sebelum ia ditemukan mengandungi mayat mangsa.
Pemeriksaan di bilik hotel yang didaftarkan atas nama suspek turut menemukan tanda-tanda berlaku pergelutan, manakala suspek dilaporkan mempunyai kesan calar pada badannya yang dipercayai akibat cubaan mangsa mempertahankan diri.
Bagaimanapun, suspek menafikan semua dakwaan dan mendakwa remaja terbabit telah menghilangkan diri ketika dia sedang tidur.
Polis Thailand memaklumkan suspek kini ditahan bagi membantu siasatan.
Buat masa ini, dia berdepan pertuduhan membawa lari seorang bawah umur untuk tujuan tidak senonoh, sementara siasatan terhadap dakwaan membunuh dan menyembunyikan mayat masih diteruskan.
Pihak berkuasa sedang menunggu keputusan bedah siasat serta analisis bukti forensik sebelum memuktamadkan pertuduhan tambahan.
Kes berprofil tinggi itu mendapat perhatian meluas di Thailand dan Australia, manakala Jabatan Hal Ehwal Luar dan Perdagangan Australia mengesahkan pihaknya sedang memberikan bantuan konsular kepada rakyatnya yang ditahan, namun enggan mengulas lanjut atas faktor privasi.-MYNEWSHUB
We end our #VALORANTMasters London run in Second place.
GGWP and congratulations @LeviatanGG 👊🏻
Fracture: 13-2
Split: 6-13
Breeze: 13-11
Ascent: 10-13
Lotus: 5-13
Thank you all for your support for the team! We'll be back stronger in #VCTPacific Stage 2, see you then. #WGAMING
Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia.
Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026.
Dan datanya bukan dari sembarang sumber.
Dari Forbes.
Dari LHKPN.
Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah.
Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas:
50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026.
APBN Indonesia?
Rp3.800 triliun.
Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh.
Satu tahun.
Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu.
Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari.
Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam.
Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri:
Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih.
Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang.
Dua belas orang.
Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun.
Siapa?
Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma.
Ada juga Menteri Perumahan Rakyat.
Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya.
Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri:
Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI.
Dua ratus lima puluh dua tahun.
Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun.
Itu bukan angka. Itu absurditas.
Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri.
Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama.
Di antara satu korps yang sama.
Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya:
Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili.
Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta.
Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili.
Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak.
Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap:
Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa?
Rp93 triliun per tahun.
Sembilan puluh tiga triliun.
Setiap tahun.
Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang.
Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar.
Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun.
Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh.
Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan.
Hanya dari 50 orang.
Hanya 2%. Per tahun.
Tapi itu tidak terjadi.
Dan Celios menjelaskan kenapa:
Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan.
Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi.
Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan.
Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini:
Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir.
Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki.
Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan.
Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas.
Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian.
Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret:
Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen.
Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek.
Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya.
Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan.
Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama.
50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya.
Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini.
Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya.
Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
22.5 YEARS DEMANDED FOR A MAN WHO CAME BACK TO INDO TO SERVE THE COUNTRY 😳
This is wat we could get from “mengabdi untuk negara”. It can take EVERYTHING from us and give NOTHING back.. 15 yrs in prison, potentially 22.5, because a prosecutor refuses to accept basic stock vesting concept.
The verdict in two weeks changes nothing as the damage to public trust in Indo’s justice system is already IRREVERSIBLE.
News:🚨Prabowo diam-diam buka pintu langit Indonesia lebar-lebar buat militer AS! Blanket overflight rahasia disetujui, besok ditandatangani
kedaulatan udara RI tinggal kenangan!