Kenapa Prabowo kemungkinan besar terpilih lagi?
Kekuatan pendukung Prabowo di pemilu 2029:
1. 1,28 juta karyawan SPPG + Investornya
2. Pejabat pemilik dapur
3. 35k - 800k pegawai kopdes
4. Parcok-Parjo, Pekerja hukum
5. Partai pemilik dapur
6. Artis + Buzzer ( Karena terbukti bisa dikasih posisi komisaris kalau ngebacot )
7. Guru sekolah rakyat
8. Pemilik lahan sawit
9. Pegawai pabrik kilang B-50
10. Pengusaha peternakan dan telur ayam plus karyawannya
8. Pengusaha ayam potong plus karyawannya
9. Sales pickup dan truk, terutama yang menang tender kopdes.
10. SDM rendah
Dahlah gaes. Gak ada harapan.
kanggo opo jahat ning urip sing sesingkat iki, mati wae ora nunggu tuo, mati wae ora kudu loro, dadi uripo seapik mungkin ojo ngasi omonganmu ganggu turune wong liyo.
semenit setelah ngetweet ini dikirim sodara kalo anakku lagi joget joget tananunnekno.
ternyata sekuat ini ya feeling ibu, dia nyanyi dan joget di rumah, mamaknya di kantor bisa denger dan feel it.
Bupati Lombok Timur:
BAGAIMANA MBG MAU DISTOP?
KALAU MBG DISTOP
SIAPA YANG MAU BELI TELUR?
SIAPA YANG MAU BELI DAGING PUNYA PETERNAK?
SIAPA YANG MAU BELI SAYUR PUNYA PETANI?
TANPA MBG NGGAK ADA YANG MAU KONSUMSI ITU!!
Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
Semoga para perempuan di luar sana diberi rezeki suami baik yang mau diajak berbagi pekerjaan rumah tangga ๐ฉท
Suamiku sudah 1.5 tahun tidak bekerja, karena kusuruh resign biar ngga LDM (langkah salah sebenarnya, karena usianya saat itu sudah 35, you know lah ya di negeri ini, usia >30 sangat sulit untuk switch karir).
Lalu selama 1.5 tahun pula beliau mengurus 3 anak dan beberes rumah, termasuk mencuci pakaian, menyetrika pakaiannya dan anak-anak, memasak, dan sebagainya.
(Bukan mau berbangga, tapi mau bilang kalau para perempuan jangan patah semangat, karena banyak kok lelaki baik di luar sana)
Sejujurnya kasihan juga, karena pegantian peran begini bukanlah kondisi ideal. Peran suami sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah utama seakan runtuh.
Tapi, pembagian kerja begini sebenarnya sudah berlangsung sejak awal pernikahan kami. Hanya saja semakin banyak anggota keluarga, beban pekerjaan rumah juga semakin bertambah.
Doakan suamiku segera diterima bekerja ya, kawan online. Atau kalau tidak, semoga ada rezeki dari sumber lain yang terbuka untuk kami.