temenku pernah bilang: “saya tau kalau saya punya tempat buat bersujud. tapi saya juga ingin dipeluk.”
kalimat itu bikin aku langsung mewek, manusiawi banget. iman kuat, tapi tetap butuh pelukan & kehangatan manusia. keduanya penting.
Setelah belajar psikologi, sekarang aku baru paham kenapa ada sebagian perempuan yang bisa sangat ramah, sabar, dan lembut kepada orang lain.
Tapi begitu pulang ke rumah, terutama saat berhadapan dengan ayah atau ibunya, dia jadi tegang, mudah tersinggung, cepat marah, atau merasa cemas tanpa tahu kenapa.
Bukan selalu karena dia anak yang durhaka atau tidak menghormati orang tuanya.
Gue naksir banget SENAKSIR itu. Sangat amat NAKSIR! Ini kalo ketauan pemerintah pasti rasa naksir gue udah dijadiin PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NAKSIR. Gue ga peduli lo bisa banget digapai YANG PENTING GUE NAKSIR!!! 🌳
one day, aku pengen anakku belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara ayahnya memperlakukan ibunya: yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi. aku ingin dia melihat bahwa ibunya dipenuhi rasa cinta dan terimakasih setiap harinya. makanya aku akan cari suami yang emang bisa menunjukan itu ke anak anaku nanti.