Ada orang punya 100jt, udah bisa beli mobil.
Ada orang punya 50jt, udah bisa beli mobil.
Ada orang punya 20jt, udah bisa beli mobil.
Ada orang punya 10jt, udah bisa beli mobil.
Ada orang punya utang, udah bisa beli mobil.
beberapa waktu lalu dapet cerita dari temen kampungku, katanya beberapa tetangga sering gunjingin aku, dibilang
sekolah tinggi2 ke ITB bahkan ke australi cuma jadi pengangguran dirumah leha2, gara2 ngliat aku tiap pagi sore jalan2 keliling kampung sama anak istriku.
terlpas dari gunjingan itu salah, karna ya aku bisa kerja hanya dari rumah.
tapi pas denger kalimat itu, aku malah jadi berefleksi.
bahwa ya sekolah itu ngga ada kaitannya sama rejeki. Karna Tuhan tidak membagi rejeki berdasar strata pendidikan.
bahkan beberapa orang yang aku temui, mereka hanya lulusan SMA tpi jauh lebih sukses secara materi dibanding aku atau bahkan mayoritas kita yg lulus S1 atau S2 diluar negeri sekalipun.
Tapi setidaknya dgn sekolah otak kita jalan, pola pikir berkembang dan attitude jadi jauh lebih bener.
Itulah kenapa, mental korupsi yang paling merusak adalah ketika sudah menganggap korupsi itu adalah budaya. Dia justru akan merasa aneh saat tidak melakukan korupsi.
- Menjarah rame-rame
- Korupsi rame-rame
- Bersama-sama melarang orang lain beribadah
- Rombongan motor lawan arus lalu lintas
- Main hakim sendiri, aniaya orang rame-rame, bakar rumah orang, bakar mobil/motor orang
- Menutup jalan suka-suka
- Tawuran
adalah contoh-contoh bahwa di negara ini yang salah bisa menjadi (terlihat) benar hanya karena pelakunya banyak dan melakukan secara bersama-sama.
Dan kejadian seperti ini terus terjadi.
Mengambil sesuatu yang bukan haknya itu dianggap wajar. Merasa benar. Tak ada lagi rasa malu.
Contoh mental korupsi yang paling parah:
- Seorang ASN menjabat sebagai Kepala Dinas level kabupaten. Lalu ada proyek di dinasnya senilai Rp 100M. Dia pribadi sebenarnya sudah kaya raya. Tak korupsi pun dia sudah kaya raya.
Tapi, dia melihat kontraktor diminta komisi 10% pasti tidak keberatan sama sekali. Kepala Dinas yang lama biasanya malah lebih dari itu mintanya.
Dia "MERASA RUGI" jika tidak meminta uang komisi itu. Dia MERASA RUGI jika tidak ikut-ikutan korupsi.
Inilah kondisi mental korupsi terparah. Yaitu ketika pejabat pemerintahan "merasa rugi" jika tidak melakukan korupsi saat menjabat. Bahkan bukan lagi karena "ingin kaya".
Ini tak jauh beda dengan warga masyarakat yang bermental menjarah.
(continue...)
This is the primary reason “tap-ins” and “easy goals”, despite FT narratives, are immensely valued by the best managers and players. If your CF can score these goals consistently it's a clear evidence of strong cognition and good decision-making which are sustainable traits.
Jackie Chan and his daughter crying while watching some of his old movie scenes is the most wholesome thing you’ll watch today.
Thanks for our childhood legend ❤️
Tolong ya @kitongbisa dari awal gue ngingetin lo bahwa gimmick ("gaji disumbangkan", "bikin hashtag", "kampanye medsos", dll) itu bukan porsi kerjaan sbg stafsus presiden. Gue bahkan kasih lo crash course mengkritisi kebijakan publik agar bisa advokasi dg baik.