@CommuterLine halo Admin, saya saat buka aplikasi kok muncul notif seperti ini ya? Saya juga sudah un-install dan install kembali, masih sama penampakannya. Mohon dibantu.
Tempat itu seharusnya tidak boleh dirusak, tidak boleh dieksploitasi bahkan tidak boleh dimasuki oleh siapapun. Namun perusahaan itu justru mengirim 10 orang karyawannya masuk ke sana dan menantang hukum adat yang telah ada..
RIMBO LARANGAN
PART 1
utas
#bacahorror
Sesudah menghilangkan kesal pada Fedi, dan sesudah melakukan refleksi lebih mendalam pada film Pangku, inilah ulasannya. Perlu beberapa kali menulis ulang agar tertuang semua yang dirasakan saat menonton.
Ada film yang selesai kita tonton, lalu kita pulang dan hidup seperti biasa. Ada juga film yang membuat kita pulang dengan cara pandang yang berubah. Pangku berada di kelompok kedua.
Dalam debut penyutradaraannya ini, Reza Rahadian memilih menaruh kamera sebagai saksi yang tenang. Di sudut-sudut Pantura, di antara perempuan yang memikul beban rumah tangga sendirian, di warung-warung kecil yang menjadi ruang bekerja sekaligus ruang tawar-menawar martabat.
Di sana kita bertemu Sartika, seorang ibu yang harus menghidupi diri dan anaknya di tengah krisis ekonomi, tanpa pegangan selain tekad untuk bertahan. Kita melihat dilemanya sebagai ibu tunggal dengan perasaan sepi dan kegelisahan akan dokumen yang tak lengkap. Di titik itu film ini mengingatkan kita bahwa keleluasaan memilih adalah sesuatu yang ikut direnggut oleh kemiskinan.
Reza tidak menampilkan fenomena “kopi pangku” dalam film ini sebagai sensasi, melainkan sebagai gejala dari struktur yang timpang. Perempuan dijerumuskan ke dalam keterpaksaan yang berisiko, sementara laki-laki kerap digambarkan punya kelapangan yang lebih besar untuk datang dan pergi. Walau demikian, film ini tidak menghakimi para tokohnya, tapi memperlihatkan bagaimana lingkungan dan ekonomi bisa menyudutkan seseorang ke pojok yang sempit.
Di balik semua itu, terlihat betapa serius Reza menggarap karyanya. Christine Hakim mengatakan bahwa momen nafasnya pun diatur oleh Reza. Ia juga ingat terakhir kali ia disutradarai sedemikian ketatnya adalah oleh almarhum Teguh Karya. Ia benar. Ada ketelitian dan obsesi pada kesempurnaan dalam pembuatan film ini yang mengingatkan pada tradisi Teguh Karya.
Perhatian pada detail membuat dunia Pantura dalam film ini terasa dekat. Kulit yang tampak lengket oleh keringat, pakaian yang terlihat benar-benar usang, hingga ornamen kecil di warung dan rumah. Semuanya membuat kita merasakan gerahnya udara pesisir dan lelah yang menempel di tubuh para tokohnya. Tidak ada glamor yang dipaksakan, yang ada adalah keotentikan yang sering menyesakkan.
Secara alur, Pangku bergerak pelan. Dialognya irit, tapi justru karena jarang, tiap kalimat jadi terasa penting. Seperti pemahat yang mengikis batu karena yakin bentuk patungnya sudah ada di dalam sana, Reza dan tim menyingkirkan kata-kata yang tidak perlu. Sisanya diserahkan pada tatapan, gestur, dan keheningan.
Di sisi peran, Claresta Taufan memberi tubuh dan jiwa pada sosok Sartika. Rapuh dan lelah, tapi enggan menyerah. Christine Hakim adalah Christine Hakim, seorang maestro. Ia memberikan lapisan emosi yang halus pada tokoh Bu Maya. Hangat dan manipulatif dalam satu tarikan nafas. Sementara Shakeel Fauzi sebagai Bayu menjadi pintu empati penonton terhadap anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang “tidak lengkap” di mata masyarakat. Fedi Nuril kembali menambah lapisan dilema moral dalam cerita.
Bagi saya, film tidak punya kewajiban untuk mendidik. Tugas utamanya adalah membangkitkan emosi yang membekas, entah itu tawa, takut, haru, atau geram. Tetapi ketika emosi itu membuat kita merenungkan cara kita memperlakukan ibu-ibu tunggal yang dipinggirkan, anak-anak dengan hak-hak yang diremehkan, dan mereka yang terpinggirkan tanpa dukungan, di situlah film ini berperan lebih jauh sebagai medium pengingat dan pembuka kesadaran.
Pangku tidak memberi kita daftar pesan moral, tapi memberi kita pengalaman. Dari pengalaman itulah, pelan-pelan, kesadaran sosial ikut terbangun. Maka untuk itu, kita berterima kasih kepada Reza, seluruh aktor dan awak yang telah menghadirkan film ini bagi bangsa. Maju terus perfilman Indonesia!
https://t.co/L5xAE4jGEO
Beberapa hari lalu saya melihat postingan IG @studisejarah ada foto Bung Karno sedang menari dengan seorang perempuan di Istana Cipanas tahun 1963 Saya perhatikan fotonya baik-baik, ada wajah yang raut mukanya saya kenal. Siapakah penari itu?
#MARIPAHAMI Kenaikan Pangkat Kehormatan Prabowo Melanggar Aturan
Pemberian pangkat kehormatan kepada Prabowo tidak melalui proses verifikasi seperti yang disebutkan di UU 20/2009 tentang GTK. Klaim prestasi yang disampaikan juga hanya dicari melalui proses googling.
Selama ini Kami memang sudah mendapatkan berbagai intimidasi. Mulai dari dikuntit, tempat tinggal diawasi lalu dapat kiriman bangkai tikus.
Puncaknya, kemarin salah satu dari Kami menjadi korban penculikan & disekap di sebuah mobil. Korban kemudian disiksa sambil diinterogasi.
@mandiricare Tolong dijawab saja pertanyaan saya.
Sebelumnya kalian info masalah ini akan beres dalam 1x24 jam. Sekarang sudah lebih dari 7x24 jam.
Jadi aslinya SLA kalian untuk beresin urusan ini berapa lama?
@mandiricare halo Admin, saya top up emoney via Livin. Saldo terpotong, tapi nominal di emoney tidak bertambah. Saya sudah cek dan tap ulang berkali-kali
@mandiricare Di 17 Maret pukul 18:24 saya sudah DM email saya.
Di 17 Maret pukul 18:49 kalian sudah konfirmasi email saya sudah diterima.
Walaupun ini ga penting kalian konfirmasi karena sudah ada beberapa email yang terjadi antara kalian dan saya.
@mandiricare Di DM kalian info klo email sudah diterima. Yaiya dong, udah berapa kali email ini prosesnya.
Biar clear dulu aja nih, tolong kasih saya tanggal. Sebelumnya kalian info 1x24 jam.
Jadi aslinya SLA kalian untuk beresin urusan ini berapa lama?
@mandiricare Penjelasan template kalian di email soal cara update saldo, sudah saya lakukan dari awal namun gagal. Kan makanya saya lapor ke kalian buat diberesin.
Trus saya lapor, cuma buat diinfo cara update saldo. Lucu ga tuh?
@mandiricare Kalian respon via DM, suruh saya kirim email lagi.
Email yang kalian minta itu, sudah saya kirim di tanggal 15 Maret. Dan itu yang kemudian dibalas dengan penjelasan template dari tim kalian di email.
@mandiricare Satu minggu saya ikuti proses yang kalian minta. Dan dalam satu minggu, ujung-ujungnya kalian cuma beri jawaban template
Apakah bisa lebih solutif lagi untuk kendala saya?
Satu minggu loh ini. Padahal di email awal kalian bilang 1x24 jam beres.
Mesti kirim email apa lagi saya?