Kejadian tragis di Kanjuruhan menimbulkan rasa simpati maupun empati dari beragam suporter klub. Rasa itu membawa pesan perdamaian ke dalam relasi dan rivalitas mereka selama ini dalam panggung sepakbola.
Orang-orang seperti Rocky ini termasuk "musuh" terbesar Al-Ghazali. Dalam Al-Munqidz min Ad-Dhalal, salah satu golongan yg dikritik habis oleh Al-Ghazali adalah kaum-kaum terpelajar yg menari dengan pandangan subjektifnya. Yaitu orang-orang yg hanya melihat kesalahan di lawan (Jokowi) dan selalu mencari pembenaran dalam diri seorang kawan (Prabowo).
Dalam penggalan paralelismenya, Al-Ghazali menulis,
فلا يعاف العسل، وإن وجده في محجمة الحجام ويتحقق أن المحجمة لا تغير ذات العسل.
Madu tidak akan busuk meski berada di dalam gelas pembekaman, begitupun gelas pembekaman tidak akan merubah kemanisan madu.
Anak muda itu usianya baru saja 28 tahun, namun ia didapuk menjadi Sekjen sebuah partai di tahun 1951. Namanya Dipa Nusantara Aidit.
Inilah kisahnya.
Ia dilahirkan pada hari yang sekarang dilupakan orang, 30 Juli 1923, di sebuah pulau kecil bernama Belitung, dengan nama yang masih sederhana: Achmad Aidit. Keluarganya tergolong terdidik menurut ukuran zaman itu, cukup untuk memberikan anaknya akses ke huruf-huruf dan ide-ide yang kelak akan membawanya jauh dari tanah kelahirannya.
Sejak muda ia memasuki dunia yang gelap dan penuh bisikan: organisasi kiri, gerakan kemerdekaan, pertemuan yang diadakan di ruang-ruang sempit. Setelah kemerdekaan dicapai, ia bergabung dengan Partai Komunis Indonesia yang saat itu masih kecil, terpecah-belah, hampir seperti sebuah sekte yang kehilangan jalannya. Ia menambahkan pada namanya dua kata yang terdengar seperti ramalan: Dipa Nusantara.
Orang-orang kemudian mengenalnya hanya sebagai DN Aidit, seolah-olah nama yang lebih panjang itu terlalu berat untuk diucapkan.
Pada awal tahun 1950-an, bersama beberapa pemuda lain yang sama ambisiusnya: Njoto, Lukman, Sudisman, ia mengambil alih kepemimpinan partai. Usianya baru dua puluh delapan tahun. Di bawah tangannya yang tenang dan terampil, partai yang semula seperti pohon kerdil berubah menjadi hutan.
Dalam waktu singkat PKI menjadi partai komunis non-pemerintah terbesar di dunia, dengan jutaan anggota yang tersebar di sawah-sawah Jawa dan di gang-gang kota. Ia tidak berteriak. Ia mengatur.
Aidit adalah seorang pragmatis di tengah ideologi yang mengklaim kesucian. Ia menerima konsep Nasakom yang digagas Sukarno, menempatkan komunisme berdampingan dengan nasionalisme dan agama seolah-olah ketiganya bisa hidup dalam satu rumah tanpa saling membunuh.
Ia menghindari konfrontasi langsung dengan tentara. Ia lebih suka merayap melalui serikat-serikat buruh, organisasi massa, dan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan Presiden yang semakin radikal. Di mata banyak orang, partainya tampak patriotik, nasionalis, bahkan “progresif revolusioner”.
Di mata yang lain, terutama para perwira dan tokoh-tokoh agama, ia adalah bayangan yang semakin panjang di dinding.
Kemudian datang malam yang mengubah segalanya. Gerakan yang terjadi pada pergantian September-Oktober 1965 digambarkan oleh kekuasaan baru sebagai kudeta yang dirancang di ruang-ruang gelap PKI, dengan Aidit sebagai dalangnya. Sejarah resmi menuliskannya sebagai pengkhianat.
Tubuhnya ditemukan beberapa minggu kemudian di Boyolali, dieksekusi tanpa pengadilan, seperti begitu banyak tubuh lain yang tidak lagi memiliki nama.
Bertahun-tahun kemudian, dari sebuah universitas di seberang lautan, seorang asing bernama Benedict Anderson menuliskan sesuatu yang berbeda. Bersama Ruth McVey ia menyusun sebuah analisis yang kemudian dikenal sebagai Cornell Paper.
Di dalamnya dikatakan bahwa gerakan itu lebih merupakan konflik internal di dalam tubuh tentara sendiri; bahwa PKI dan Aidit bukan dalang utama, melainkan korban atau paling banter peserta yang datang terlambat; bahwa yang memanfaatkan kekacauan itu adalah pihak yang kemudian naik ke takhta.
Paper itu, yang awalnya ditulis untuk kalangan terbatas, bocor. Anderson dilarang menginjakkan kaki di Indonesia selama hampir tiga dasawarsa.
Ia tidak membela Aidit. Ia hanya menolak agar sejarah disederhanakan menjadi dongeng tentang satu penjahat tunggal. Ia memaksa orang untuk melihat bahwa di balik satu nama yang dihukum, ada mesin kekuasaan yang jauh lebih rumit, dan bahwa korban-korban yang tidak terhitung jumlahnya telah dikubur di bawah narasi yang terlalu rapi.
Setelah rezim berganti, sebagian orang mulai membaca kembali kisah itu dengan mata yang berbeda. Aidit muncul kembali bukan lagi sebagai monster, melainkan sebagai seorang politisi yang cerdas, terlalu percaya pada perlindungan seorang presiden, dan akhirnya menjadi salah satu dari ratusan ribu orang yang hilang tanpa jejak yang layak.
Sejarah, seperti biasa, tetap diam.
Menurut penuturan Prof. Uli Kozok, Grimoire (kitab sihir) Batak kurang lebih ada 1000 kitab. Andai punya bukunya, bisa dipelajari untuk menambah khazanah ilmu-ilmu sihir, nggak sihir Jawa aja, Ilmu karang terus.
💣🚨Mikel Merino’s emotional message to William Saliba after France’s defeat and the defender’s injury.
🗣️ Mikel Merino:
“Football can be beautiful, but it can also be incredibly cruel.”
🗣️ Tonight we celebrated reaching the World Cup final, but seeing my brother William Saliba leave the pitch with a back injury took away so much of that joy. No player ever wants to see a teammate or a friend walk off like that.”
🗣️ William, I know how much this tournament meant to you. I know how much you wanted to fight for France until the very last second. Watching you leave the pitch in pain was heartbreaking.
🗣️ You’re one of the strongest defenders I’ve ever played with, but more importantly, you’re an incredible person. This defeat doesn’t define you, and neither does this injury.
🗣️ Arsenal supporters know exactly who you are, a warrior who never stops fighting. I have no doubt you’ll recover, come back stronger, and be leading us again at the Emirates very soon.”
🗣️ Tonight Spain celebrate reaching the World Cup final, but I’m also thinking about my teammate and my friend. Stay strong, Will. We’ll all be waiting for you.
🗣️ Get well soon, William Saliba. Arsenal can’t wait to see you back where you belong.
#Saliba #FRAESP
Oleksandr Zinchenko has started recording paid congratulation and greeting videos.
Zinchenko is a footballer remembered for his support for Israel and whose football career has repeatedly been interrupted due to constant injuries.
“Di waktu Orde Baru, kita ditekan. Di rumah pun tidak boleh berbahasa–Jangankan berbahasa–dialek Papua, bahasa rombak, dialek Papua pun tidak boleh, itu dipukul. Mama dipukul, Papa dipukul. Sampai kadang-kadang itu direndam di septic tank terbuka.”
https://t.co/Itfglv2sOn
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Satu-satunya bacaan yang bikin ngambek kalau gak dibeliin ortu. Akhirnya, coba nabung sendiri dan beli setiap selasa dan jum'at.
Sayangnya ditinggal sekolah ke luar daerah, koleksi bertahun-tahun Bola berakhir jadi bungkus gorengan dan pembersih kaca.
This isn't unpopular opinion
@TabloidBOLA merupakan salah satu faktor terbesar yang bikin saya suka baca, suka nulis & bercita-cita jadi jurnalis olahraga (sampe ikut diklat jurnalistik semasa SMA karena pengen tau cara kerja jurnalis).
Informasi yang saya dapat dari Tabloid BOLA punya nilai setara dari pelajaran di sekolah atau bangku kuliah.
Tulisan Mas @firzieidris, Mas @goen_pratama, Mas Sapto Haryo, Mas Dwi Widijatmiko, Mas Ian Situmorang, Mas Arief Kurniawan, Mbak Wieta Rachmatia dll. seperti panduan riil gimana cara menulis berita/artikel yang komprehensif.
Tabloid BOLA adalah sumber ilmu luar biasa & berandil besar membentuk diri saya hari ini.
Terima kasih @TabloidBOLA & seluruh jurnalisnya 🙏
Remember that Arsenal sacked their 22-year kit man Mark Bonnick for saying, “Let children not be killed in Gaza.”
This is not only a reminder; Bonnick has filed a lawsuit against the club and the hearings are expected to begin soon. We must show solidarity with him.
Tau apa yang mengerikan?
Genosida Timor Timur menewaskan 60rb-308rb orang, dan pelakunya masih berkeliaran bebas.
Banyak daerah yang jumlah penduduknya berkurang hingga 80%, banyak anak kecil yang juga dibunuh.
Palang Merah juga pernah dilarang memberikan bantuan kemanusiaan.
Klo bener, kejahatan thdp pertahanan negara ini.
Pasal 198 KUHP:
Setiap Orang yang ditugaskan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengadakan perundingan dengan negara asing bertindak merugikan pertahanan negara, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.