Jika hadirmu memang bukan untuk saya.
Semoga kelak akan ada waktu di mana Tuhan memampukan hati ini untuk bersikap biasa saja. Seperti sediakala, sebelum saya mengenalmu.
Bukankah menyedihkan untuk tahu bahwa semakin kita tua, hal-hal yang tadinya kita anggap ajaib, menjadi biasa saja?
.
Kita pun susah payah ingin kembali mengagumi, jatuh cinta, terinspirasi. Tapi tidak bisa. Dalam hati kita yang usang, kita telah mati
.
Bukankah menyedihkan?
Jangan iri sama orang lain. Hanya karena mereka punya pasangan.
Mungkin saja orang lain juga sedang iri padamu. Karena kamu bertahun-tahun begitu kuat bertahan dalam kesendirian.