SCALONI PUNYA KEMEWAHAN YANG TIDAK DIMILIKI NEGARA LAIN:
JULIÁN ÁLVAREZ DAN LAUTARO MARTÍNEZ.
Banyak negara menghabiskan bertahun-tahun mencari satu striker kelas dunia. Argentina justru memiliki dua, dengan karakter yang saling melengkapi.
Copa América 2021
Lautaro Martínez menjadi striker utama dan mesin gol Argentina setelah Messi. Sementara Julián Álvarez baru mulai masuk skuad senior.
Piala Dunia 2022
Saat Lautaro datang dengan kondisi yang belum 100% akibat cedera, Julián mengambil alih peran sebagai ujung tombak. Pressing tanpa henti, pergerakan tanpa bola, dan koneksinya dengan Messi menjadi salah satu kunci Argentina meraih gelar juara dunia.
Copa América 2024
Julián kembali menjadi starter, mengacak-acak pertahanan lawan sejak menit pertama. Ketika bek lawan mulai kehilangan tenaga, Scaloni memasukkan Lautaro. Hasilnya? Lautaro keluar sebagai top skor turnamen.
Piala Dunia 2026
Polanya kembali terlihat. Julián tetap dipercaya sebagai starter meski baru pulih dari cedera, menjadi mesin pressing yang menguras energi lawan. Saat lini belakang mulai kelelahan, Lautaro masuk membawa tenaga baru dan langsung menghukum mereka. Tiga golnya menjadi bukti.
Scaloni tidak pernah terjebak dalam perdebatan "Julián atau Lautaro?" Karena jawabannya selalu "keduanya".
Yang satu membuat pertahanan lawan kehabisan napas. Yang satunya memastikan lawan pulang dengan kekalahan. Itulah kemewahan yang hari ini yang tidak dimiliki tim nasional mana pun.
Hakan Calhanoglu direkrut Inter secara gratis dari AC Milan & diproyeksikan sebagai mezzala pengganti Christian Eriksen yang terpaksa cabut karena masalah jantung.
Bermain sebagai mezzala, Hakan tampil ciamik. Namun performanya justru kian cemerlang saat digeser menjadi regista oleh Simone Inzaghi (pelatih Inter rentang 2021-2025).
Keputusan berani Inzaghi didasari cedera yang menimpa regista andalan tim saat itu, Marcelo Brozovic.
Kemampuan Hakan ternyata sempurna. Dia begitu lihai melepas umpan artistik, piawai mengatur tempo serta tak ragu beradu fisik. Menjadikannya regista yang ikonik.
Aksi gilang gemilang pada posisi anyarnya bikin I Nerazzurri rela melepas Brozovic guna mematenkan Hakan sebagai regista.
Sejak musim 21/22, lelaki Turki ini tercatat sebagai satu-satunya penggawa Inter yang mampu bikin 30+ gol dan asis.
Hakan merekah. Inter ketiban berkah & sisanya adalah sejarah. Mari doakan deretan trofi akhi Hakan bersama I Nerazzurri terus bertambah 🤲