Halo, aku Fiolita, bisa dipanggil El juga. Aku freelancer voiceover talent. Aku biasanya mengisi suara untuk game, animasi anak-anak, dan juga nursery rhyme. Berikut beberapa portfolio-ku. Microphone yang aku pakai saat ini Audio Technica AT2020.
gini lah salah satu efek budaya yg obsessed sm productivity, people start measuring human worth through ambition and output. padahal kalo kasusnya kondisi mental yang buruk, itu bisa bener bener debilitating. depression slow people down, drain their energy, make ordinary things
@hist0riann setuju. alur pemikirannya sama kayak org yg bilang "zaman dulu gaada tuh orang yang sakit mental atau autis"
padahal ini masalah label aja. hanya karna LGBT dulu merupakan posisi sosial-budaya tertentu, bukan berarti hal tersebut tidak queer dan dulu queerness tidak ada
Pola pikir yang ga ada esensinya ini. Makanya di jaman sekarang org2 gampang stress value nya cuma dinilai sejauh mana dia berkontribusi memperkaya pemilik modal.
Esensi kerja tuh apa sih? buat bertahan hidup kan? berhenti pasang standar ga manusiawi begini
@rchlgrtl Sempet liat postingannya, kesel bacanya tapi males komen. Ternyata bebal banget ya, udah dikasih pelatihan intersectionality tapi masih mikir begitu.
Kabarnya kenalan gue rame di FB krn merasa orang yg masi punya pacar tp manhating itu "menebar kebencian". Pdhl udh gue fasilitasi dgn pelatihan intersectionality di lingkar kami, tp ttp aja ga bs memahami dimensi dari kritik yg cewe hetero sampaikan.
Yawes, enjoy your downfall.
Ini sick ya. Dosen sekaligus professor Unair yg udh ngajar dari tahun 1984 kena outing juga. Padahal beliau aktivis dan tdk melakukan tindakan kriminal. Dan udh sering jadi pembicara di media media tv. Sumpah kalau sekelas dede oetomo udh di gini kan, status queer di indo udh gak aman lagi. Please para queer jangan mau diem. Ayok dong yg punya privilege bawa ke Internasional hal kek gini.
Sebenarnya dari lama pengen banget ngomong ini, tapi lupa terus. Kalau kalian mau nge-post tangkapan layar ujaran kebencian/hate speech buat dikomentarin, kira-kira bisa ga ya
1) kalian kasih TW/CW di tubuh twit
2) kalian ceklis CW di gambar yang kalian unggah as sensitive?
“kirana peduli sama komunitas queer karena sama-sama kelompok marjinal”
kaga. sebelum gue kecelakaan pun gue udah begini. lu ga perlu jadi kelompok marjinal buat paham. lu cuma butuh empati, welas asih, pikiran yang terbuka, dan pemahaman dasar biologi kok😉
this this this! several times gue liat anak² kampus yang queer itu cuma saling mengenal karena ketemu via dating apps sebagai prospective romantic partner. ayo lah teman-teman, kita mulai berjejaring, berkomunitas, buka relasi lain diluar cari pacar 🫂
Saya mengajak alumni dari kampus-kampus internasional yang memiliki standar DEI (Diversity, Equity, and Inclusion) yang kuat untuk menyusun laporan mengenai praktik diskriminasi, ujaran kebencian, dan dehumanisasi yang ditujukan kepada komunitas queer di Indonesia 🏳️🌈.
Tujuannya bukan sekadar mendokumentasikan ketidakadilan yang terjadi, melainkan juga memastikan bahwa individu yang secara aktif mempromosikan intoleransi dan diskriminasi menghadapi konsekuensi reputasional yang relevan, termasuk dalam proses seleksi beasiswa, pertukaran akademik, maupun peluang pendidikan internasional yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan hak asasi manusia.
bukannya ngebantah substansi soal kenapa "ciuman dengan consent" itu dianggap aneh di sini, malah nyerang hak orang tersebut buat mengkritik. tinggal di suatu negara itu ≠ harus 100% tunduk sama status quo tanpa boleh mempertanyakan sistemnya.
Hi queer folks 🫶
Saat ini, serangan ke komunitas queer semakin tinggi (e.g. persekusi di PNJ). Temen-temen queer rawan menjadi korban perundungan, termasuk di ranah daring.
Karena itu, aku mau berbagi referensi keamanan digital. Semoga berguna, dan semoga kalian tetap aman 🫡