Kalau memang mau maling, ngerampok, dia bisa pukul kaca tsb, trus masuk.
Ini jelas cm buat meneror dan cipta kondisi kok. Biar warga sibuk dgn hal remeh temeh begini. Orang yg hidup di masa harto pahamlah yg beginian.
Gini ya Nil.. walaupun saya ragu, kamu bisa nulis itu, namun saya akan kasih pelurusan.
1. Stop jualan angka Rp769 Triliun seolah-olah itu prestasi heroik pemerintah. Sesuai Amandemen UUD 1945, anggaran pendidikan WAJIB minimal 20% dari APBN. Kalau APBN kita naik, ya otomatis angka nominalnya naik. Itu namanya kewajiban, bukan kemurahan hati.
2. Di poin 2/ kamu bilang MBG 'menambah postur' tapi di poin 1/ angka Rp769 T itu sudah termasuk Badan Gizi Nasional (Rp223,5 Triliun). Ini namanya Creative Accounting. Uang makan siang dimasukkan ke kantong pendidikan supaya kewajiban 20% tadi terpenuhi secara angka, tapi fungsinya melenceng. Kenapa nggak pakai pos Anggaran Perlindungan Sosial saja?.
3. Naik dari Rp203 T ke Rp211 T (naik Rp8 T) itu tipis banget kalau dibandingin sama inflasi dan jumlah guru honorer yang masih luntang-lantung. Anggaran Badan Gizi malah dapat Rp223 T. Masa anggaran makan lebih besar daripada anggaran gaji dan kesejahteraan guru se-Indonesia? Prioritasnya di mana?
4. Klaim 'revitalisasi terbesar sepanjang sejarah' sebesar Rp23,06 T itu sebenarnya jomplang banget kalau dibandingin sama anggaran makan Rp223,5 T. Jadi, anggaran buat memperbaiki bangunan sekolah yang ambruk di pelosok cuma 10% dari anggaran makan siang? Prioritas macam apa ini?
5.Lucu kalau bilang hapus birokrasi tapi malah bikin lembaga baru bernama Badan Gizi Nasional dengan anggaran fantastis. Itu kan nambah birokrasi baru namanya! Kalau mau efisien, mending perbaiki sistem yang sudah ada daripada bikin pos anggaran raksasa yang rawan penyimpangan.
6. Stop pakai istilah moralistik seperti 'Pahlawan'. Ini urusan tata negara dan penggunaan APBN, bukan drama kolosal. Rakyat bayar pajak supaya negara punya sistem pengawasan (BPK, KPK, Inspektorat) yang bekerja. Kalau ujung-ujungnya rakyat yang harus 'pasang badan' jagain nasi kotak biar nggak dikorupsi, ya buat apa kita bayar gaji pejabat dan lembaga pengawas? Hotline , baik. Tapi lembaga resmi juga yang harus jadi yang paling aktif.
Setelah menyebabkan hilangnya puluhan nyawa & beberapa cacat fisik. Tdk ada proses hukum. Tdk ada yg perlu bertanggungjawab. Tdk ada yg diputuskan bersalah. Tiba2 langsung dibantu pakai dana rakyat. Rezim sdg bayar tunai untuk suara pemilu 2029.
Ini menu MBG di sekolah saya, SMPN 3 Jayapura. Waktu itu saya dengar WaMen Pendidikan yang super pintar lulusan China itu bilang “MBG bisa membuat anak pintar Matematika & Bhs Inggris.”
Tolong di tag ke ibu WaMen dunk.
Btw, menurut kalian ini makanan bergizi?
Ini operasinya TERLALU BERSIH:
1. Yang disuruh jadi provokator diantar pake mobil sipil berbagai kelas (Alphard-Agya-Avanza), sengaja dipilih mobil yang ga bakal banyak orang nanya (Alphard) dan gampang membaur (Agya/Avanza). Bisa jadi plat-nya palsu juga.
Ini liputan bernas yg dapat memberi petunjuk awal buat mencari otak di balik penjarahan rumah Eko Patrio, Uya Kuya, dan Sri Mulyani yang bikin banyak orang curiga
https://t.co/vNYan5e5zi
WARGA HARUS JAGA WARGA.
Jangan termakan narasi SARA. Jangan sakiti warga lain. Jangan ambil barang warga lain. Jangan rusak tempat kerja warga lain.
Ingat siapa yang bukan teman kita: Polisi, Tentara dan pemerintah yang bebal dan selalu berlindung di balik impunitasnya.
Kita butuh pengadilan ke atas, bukan ke samping.
#ResetIndonesia
Jangan lupa ini yang mulai adalah anggota DPR yang ngetawain rakyat lagi kesusahan
Pemerintah yang bikin kebijakan kebijakan tolol sehingga orang orang jadi miskin
Lembaga Polisi yang bertahun-tahun dibiarkan semena mena
Blood on all of your hands!!