@aniesbaswedan@VIVAcoid Sekolah ini jg bagus bgt abah, jd lulusan luar negri bnr2 diimplementasikan disini, keren bgt.. terharu akutu klo seluruh indonesia dibikinin kya gini 😭
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Di hari Arafah ini, gue berdoa untuk pemimpin pemimpin... yg dzalim.
Yg bilang orang desa gaperlu Dollar, yg bilang YNTKS, yg bilang 'Pokoknya ada', yg bilang BGN bermanfaat dan para kroni2nya, agar mereka mendapat adzab dunia akhirat atas apa yg mereka lakukan. Aamiin
Lho kok Abah Anies yang pidato di acara wisuda Mahasiswa UGM, beliau kan cuma capres gagal, harusnya kan @jokowi yang pidato, konon katanya dia lulusan UGM dan juga menjabat presiden selama 2 periode 🤣🤣
Rupiah jeblok, MBG ngawur, aparat semena-mena, korupsi terang-terangan dan habis-habisan, persekusi oleh negara di mana-mana.
Kapan ya kira-kira habisnya kesabaran kita? Saya mau ikut.
Di halaman rumah, tiba karangan bunga ulang tahun dari warga Kampung Susun Akuarium. Tertulis di sana doa “Barakallah Fii Umrik”, semoga keberkahan menyertai sepanjang usia. Hangat rasanya. Setiap bunganya membawa ingatan kembali ke hari-hari saat bertugas sebagai Gubernur Jakarta, ketika bersama warga dan banyak pihak kami merajut kembali Kampung Akuarium, mengubahnya dari reruntuhan menjadi rumah yang layak. Ikatan yang tertanam di sana, dan di banyak kampung lain di Jakarta, ternyata masih hidup melintasi waktu.
Karangan bunga itu mengetuk pertanyaan di dalam benak. Dalam batas usia yang dititipkan, seberapa banyak yang sudah dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama? Ada yang berkata bahwa rata-rata hidup manusia berkisar 4.000 minggu saja. Setiap ulang tahun datang membawa kabar bahwa 52 minggu telah kembali berlalu, mengajak kita berpikir tentang apa saja yang sudah diperbuat di sepanjang usia yang telah berlalu, dan apa yang akan diperbuat di sisa waktunya.
Beberapa hari lalu kami sempat bertemu anak-anak muda dalam acara Humanies. Di belakang panggung terbentang kain putih bertuliskan “Stop waiting, make the change”. Kalimat sederhana yang menempel di kepala, lama setelah acara selesai.
Tulisan itu jadi pengingat. Dalam waktu hidup yang terbatas, perubahan tak perlu ditunggu. Buatlah perubahan. Jadilah perubahan. Dari karangan bunga warga Akuarium serta kalimat di acara Humanies itulah catatan refleksi ulang tahun kali ini ditulis. Gunakanlah waktu yang masih tersisa untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi sebanyak mungkin orang.
Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan yang mengalir hari ini. Setiap kalimatnya dirasakan satu per satu, hangatnya terlalu besar untuk dibalas dengan kata-kata. Semoga setiap minggu yang masih dititipkan kepada kita dapat dirawat dengan baik, serta dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama.
@winmtaewin@kaaliikaa@raniacalista_ Yeyeyeye tipikal kalian yg suka buli rame2 hahahaha.. kasihan org2 ini, otak sempit cetek. Tp lanjutin deh gibahin si dani n muljem, pahala buat mereka.