patah hati banget 💔
barusan dapat kiriman foto dari mutual, terus pas dicek lebih lanjut ternyata lokasinya di Rangkasbitung.
aku gabisa mastiin spesies apa yang dibunuh, tapi jumlah sebanyak ini kayanya udah cukup jadi alasan buat petugas meriksa gasih?
karna populasi satwa liar itu kan ga bekerja kek stok barang di gudang ya 🥲
tupai ini teman-teman, dia memang sering dianggap hewan yang cuma curi buah dari kebun. padahal di alam, mereka ikut menentukan tanaman mana aja yang bakal tumbuh jadi generasi hutan berikutnya.
mereka bawa buah dan biji menjauh dari pohon induknya, terus makanin atau nyimpen sebagian di tempat lain.
masalahnya, jangankan kita, mereka sendiri tuh kadang lupa di mana mereka nyimpen biji atau buah yang mereka tabung.
biji atau buah yang terlupakan itulah yang punya kesempatan berkecambah di tempat baru.
bisa bayangin ga? dia nyimpen hal terbaik, di tempat terbaik, terus berkecambah menjadi sesuatu yang jauh lebih baik. besar jasanya walau tubuhnya kicik.
selain itu, dia juga ikut mengatur kepadatan bibit dengan makanin banyak biji, supaya ga semua tanaman tumbuh berdesakan dan saling berebut cahaya, air, atau nutrisi di titik yang sama.
kalo mereka musnah dari satu lokasi, dampaknya bakal muncul perlahan nantinya.
salah satunya yha regenerasi beberapa tumbuhan berkurang, pola tumbuh bibit berubah, lalu susunan jenis tumbuhan di lokasi itu bisa ikut bergeser.
dalam ekologi, hilangnya satu populasi dari wilayah tertentu disebut kepunahan lokal.
spesiesnya mungkin masi hidup di tempat lain, tapi fungsi ekologisnya udah hilang dari lokasi itu 💔
My guts telling me kalau sebenarnya disorotnya teman-teman queers di Aksi Kamisan ini adalah cara "mereka" mematikan aksinya. Mereka menunggangi queerphobia biar orang-orang jadi meragukan pergerakannya. Jahat banget? Jelasss.
What no one tells you about the Bosnian genocide is how some rich White people from Italy, France and the UK paid upwards of $90k and extra to kill children for 'snipper hunts.'
PKI selalu dimitoskan anti tuhan, padahal Tan Malaka sejak kecil hafal alquran, Aidit juga muslim taat dan pernah jadi muazin, Haji Misbach seorang mubaligh, dsb dsb.
Sementara presidenmu:
Salah.
100% pakai APBN.
Komputer dan internet yang digunakan untuk memproses surat.
Keyboard dan mouse untuk mengetik surat.
Gaji orang yang disuruh mengetik nama mereka.
+ Protokoler dan segala macam permohonan ijin fasilitasi segala macam, tidak mungkin tidak ada.
100% APBN.
gaada pelajaran ttg consent, menstruasi, pelecehan dan kekerasan seksual, body autonomy and privacy MALAH BEGINI yaAllah we really are so so so doomed as a nation
Kebayang, nabung haji puluhan tahun sampe lansia
Uangnya dipinjam negara untuk investasi dan dikembangkan
Hasil pengembangan dibuat modal berangkat plus ngegaji orang-orang ini.
Orang-orang ini nyebut penabung merepotkan padahal mereka berangkat haji saja gratis
Kurang ajar
Kita pernah punya pengalaman buruk dengan masa bersiap, anti Islam-masyumi era Soekarno, anti PKI di 65, anti china era orba, toleran vs radikal era jokowi, sekarang pindah ke LGBT.
.
Semua bisa jadi korban, tergantung rezim otoritarian mau ke mana. Jangan sampe kita jadi alat.