Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
8 fakta pernikahan yang jarang dibahas di Indonesia
1. Nikah di KUA hari kerja = GRATIS
2. Mahar terbaik = yang paling mudah, bukan paling mahal
3. Alasan cerai no.1 di Indonesia: pertengkaran & ekonomi
4. Siap mental > siap finansial untuk pernikahan awet
5. Pasangan yang tertawa bersama 70% lebih jarang bercerai
6. Komunikasi buruk lebih bahaya dari kemiskinan dalam rumah tangga
7. Banyak pasangan awet bukan karena cocok tapi karena komitmen
8. Yang paling penting sebelum nikah: kenali diri sendiri dulu
Dengan anggaran 0.04% MBG, kita mampu membangun 1 sekolah di daerah 3T!
Kita ajarkan kepada negara cara menggunakan anggaran efisien namun maksimal
Yuk lanjut donasinya kawan kawan!
https://t.co/3O0Y6lBb6S
Apa yg terjadi saat ini sudah diprediksi sejak setahun lalu oleh pakar ekonomi prof. Ferry latuhihin, inflasi, jatuhnya rupiah, dampak geopolitik dsb
Profesor ekonom kok di debat. Keadaan benar-benar tidak menentu tapi disuruh slalu bilang yg baik-baik saja.. 😂
Udah sengklek otak gerombolan penguasa
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Bapak Presiden Prabowo,
Sudah selayaknya pesan dari Dr. Dino Patti Djalal ini bapak dengarkan, sebagai orang yang sudah berpengalaman untuk urusan Luar Negeri, apa yang Beliau sampaikan ini betul-betul mewakili Rakyat Banyak...
Seskab Teddy Menyesatkan Soal Data Investasi 2.430 Triliun, Investasi Dalam Negeri (PMDN) pun diklaim hasil diplomasi luas negeri Presiden Prabowo.
Apa yang disampaikan Seskab Teddy bukan sekadar overclaim. Ini penyesatan publik yg disengaja. Teddy sengaja mengaburkan antara komitmen dan realisasi, serta menyematkan prestasi PMDN sebagai hasil diplomasi, demi narasi politik yang gemerlap.
Publik berhak mendapat fakta jujur, bukan kalimat bombastis yg menyesatkan.
Teddy ini men-downgrade kualitas PR istana. Komunikasi publiknya buruk, cenderung ad hominem!!
Cara Teddy ngomong soal perjalanan dinas Pak Prabowo makin ke sini kok makin aneh.
Bukannya nenangin publik, malah kayak buzzer medsos yg sibuk muter narasi.
Katanya Pak Prabowo pakai uang pribadi biar negara hemat. Lah rakyat malah makin bingung, ini negara dikelola pakai sistem apa pakai dompet pribadi.
Negara itu ada aturan dan mekanismenya. Bukan kalau APBN seret terus pejabat nombok sendiri.
Kalau begitu caranya, nanti semua jadi campur aduk. Uang negara sama uang pribadi jadi nggak jelas batasnya.
Kalau sudah begitu, nanti repot pas audit. BPK pasti nanya aliran dana dan accountability-nya bagaimana.
Yang bikin orang makin geleng kepala itu jumlah rombongannya. Katanya sekali lawatan bisa sampai sekitar 60 orang.
Lah kalau mau hemat ya jangan bawa orang sekampung. Masa bilang efisiensi tapi delegasinya kayak rombongan wisata.
Rakyat sekarang juga nggak bodoh. Orang bisa lihat mana penghematan beneran, mana cuma framing.
Claudia Sheinbaum saja pernah bilang pengawalnya sekitar 10 orang. Dia malah nggak suka pengamanan yg terlalu ramai dan penuh gaya.
Di Italia, Giorgia Meloni juga sering tampil dengan delegasi yg lebih ramping. Orang yg dibawa seperlunya saja sesuai agenda.
Bahkan beberapa kepala negara di Eropa sekarang banyak yg pilih VC atau video conference buat rapat bilateral tertentu.
Di Finland dan Estonia, komunikasi antar pemimpin sering dilakukan virtual buat ngurangin biaya dan waktu perjalanan.
Makanya rakyat heran lihat kondisi sekarang. Narasi hematnya kencang, tapi rombongan tetap jumbo.
Belum lagi waktu kritik dijawab dengan nyebut Dino Patti Djalal cuma jadi Wamenlu 3 bulan. Lah itu namanya bukan jawab substansi, tapi malah ad hominem.
Yang dipersoalkan publik itu soal tata kelola dan efisiensi. Bukan soal berapa lama orang pernah duduk di jabatan.
Ngurus negara itu bukan lomba pencitraan. Yang penting kerjaannya proper, efficient, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ujung-ujungnya rakyat cuma minta satu. Negara diurus serius, hematnya nyata, dan jangan kebanyakan sandiwara.
#EfisiensiBukanPencitraan
#APBNBukanDompetPribadi
#GoodGovernance
#Rombongan60Orang
Waduh, klarifikasi Pak Seskab Mayor Teddy kpd Pak Dino berbuntut panjang! Data yg dipaparkan Pak Seskab dikuliti dan jreng jreng! Dari investasi 2041,3 T yg diclaim Teddy dihasilkan dari kunjungan Luar Negeri ternyata yg berasal dr pemodal asing hanya 900 triliun atau hanya 46,6% saja.
Artinya sbgian besar bkn hasil kunjungan LN, shg ini pembohongan publik. Pertanyaanku: klo ini bener, knp segegabah itu tim Seskab menyajikan data, knp ga cross chek dl, ini kan mempermalukan Pak Seskab lho!
Menurut pandangan saya yg awam; yg tercatat/ dilaporkan kira2 hanya 10% nya saja bahkan mungkin tidak sampai segitu. Selebihnya unreported unregulated ilegal.
Wah barusan cek ternyata Ki Hadjar Dewantara hanya bertugas sejak 19 Agustus 1945 hingga 14 November 1945 alias 3 bulan. Dan kita semua tahu jasanya mendobrak monopoli pendidikan kolonial Belanda yang saat itu hanya ditujukan bagi kaum priyayi!
Begitu besar jasanya sehingga disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional.
Hei Teddy.... baca ini. Pelajari sejarah!
Tidak banyak yg tahu fakta ini... Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?
Pak Anies memasak 🔥
Orang pinter kalo ngeroasting bikin mikir dan cuma yg akalnya nyampe yg paham😭
Masyarakat kita emang ga ramah sama majas satir.
Lagu mas bahlil ganteng yg sebenernya meme satir buat kritik pemerintah aja lama-lama jadi hiburan yg bikin masyakarat simpati sm bahlil.
Jadilah songwashing. Persepsi warga tentang kondisi atau figur politik itu berusaha diubah pake lagu yg catchy.
Kalo pak anies ini satire versi akademisnya 🤣
Pertanyaan trivia yang kedengerannya innocent tapi ujungnya: bapak pendidikan Indonesia jabatannya cuma 3 bulan hehehehe 🙂
Pertanyaan saya dua:
1) Kenapa semua bahasan "diplomasi" ini yang menjelaskan Seskab? Kenapa bukan Menlu? Apakah hanya karena "Teddy di-mention"?
2) Kenapa backsoundnya kenceng banget dah GANGGUUU!! (Terus apa banget shading jadi wamen 3 bulan dst sih, nggak professional banget)