🚨Breaking: Dr. Hussam Abu-Safeia, director of Kamal Edwan Hospital, is being killed by Israeli Occupation Forces.
Dr. Hussam is heavily tutored, and each time his lawyer visits, new injuries are discovered on him.
His last words to his lawyer were: “They brought me here to kill me; this is my end.”
Israel has already killed Dr. Hussam’s son, and now it’s Dr.Hussam’s turn.
Raise awareness and speak out to help him before it’s too late.
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
🚨Wayne Rooney:
“FIFA have become too lenient with Argentina. They don’t get booked or penalized for the most obvious offenses and it’s raising so many eyebrows.”
“Very soon a lot will be revealed”
!! White Belgians roasting a Somalian Kid in 1993 !
Did you ever asked your self why the world is being forced to remember the Jewish holocaust but forget what the same white criminals did to the black man?!
Speed NO PUEDE CREER que un niño argentino le enseñara el Dedo del medio mientras la madre lo sujetaba en el partido de la Copa del Mundo Argentina vs. Cabo Verde.
Son criados por racistas y convertidos en racistas 😭
lagi rame warga Lampung Timur menolak bayar pajak:
- daripada bayar pajak, duitnya bangun jalan
- Jalan rusak parah dan sudah lama tidak diperbaiki
- Sudah lama menunggu, selalu janji janji manis
- tapi perbaikan jalan tak kunjung datang dari pemerintah daerah.
- Warga memilih tidak membayar pajak dan mengalihkan uangnya untuk swadaya beli semen dan material membangun jalan sendiri.
- Inisiatif mandiri warga akhirnya gotong royong membangun jalan sendiri tanpa menunggu realisasi dari pemerintah.
Salah satu alasan kenapa Argentina harus kalah.
Terlalu banyak orang rasis dan si paling kulit putih di sana.
Mana sekarang societynya pro-Israel lagi.
Tengoklah Speed pas laga Argentina vs Cape Verde. Dirasisin dan diejek-ejek sebagai monyet.
Sorry ya. Sepak bola ga bisa dipisahkan dari politik.
Baik politik maupun sepak bola itu kegiatan manusia. Selalulah ada ekspresi politik dalam sepak bola.
Dan manusia ya itu makhluk yang berpolitik, senantiasa punya kepentingan.
Entah demi melindungi harkat-martabatnya atau ya buat menindas orang.
Jika ini bener, KKN di bangsa ini lakukan dengan terang-terangan tanpa Malu.
Bejat wes...
Pengasuh Rafathar, Mbak Lala. Ia disebut-sebut akan menempati posisi strategis sebagai Wakil Ketua di Badan Gizi Nasional (BGN),